
Setelah sholat isyak, Leah dan Aisyah menyiapkan makan malam untuk orang rumah,di bantu juga dwngan Syakir. Ternyata bukan hanya Akbarvyang penasaran dengan cowok yang sore tadi bertamu ke rumah, namun Leah dan Syakir pun juga sangat penasaran.
"Cowok tadi siapa Kak? " Tanya Leah.
"Senior Kakak di kampus" Jawab Aisyah.
"Ganteng juga" Kata Leah menyenggol lengan Akbar.
"Kan cowok Ma" Jawab Aisyah.
"Gantengan juga Kak Rifky Ma, dia lebih dewasa, pakaiannya juga sopan gitu, jangan jangan cowok tadi pacar kak Ais Ma" Goda Akbar
"Mana ada? Pacaran itu dosa tau. " Kata Aisyah.
Makan malam kali ini tidak bersama dengan Ruchan, Aisyah masih ada banyak pertanyaan untuk Ruchan, kenapa ia berkunjung ke resto milik Rifky.
"Ma, Abang mau tidur lebih awal ya, besok jadwal Abang banyak banget. Assallamualaikum " Kata Akbar sambil mencuci piringnya setelah makan.
"Syakir juga Ma, Kabir kan di pesantren, jadi Syakir mau bobok lebih awal juga. Asallammualaikum Mama cantik, Kak ros galakku" Kata Syakir.
"Wa'alaikum sallam "
__ADS_1
"Mama kayaknya mau nunggu Abi di kamar juga deh, sekalian ya Kak, piring Mama cuciin, dan beresin semuannya. Asallammualaikum anak Mama yang sedang jatuh cinta" Goda Leah.
"Wa'alaikum sallam Mamaku yang sok tau, tapi emang tau" Kata Aisyah tertawa.
Malam hari, Ruchan baru pulang yang katanya ada jadwal tersebut, Aisyah sudah menunggunya sejak selesai sholat isyak dari tadi, dan sekarang sudah menujukan pukul 10 malam.
"Assallamualaikum, eh anak Abi udah nungguin Abi ya? " Kata Ruchan cengir cengir.
"Wa'alaikum sallam, Abi kelihatannya capek? Dari mana Bi? " Tanya Aisyah.
"Kan Abi ada jadwal, kenapa? " Kata Ruchan.
"Jadwal makan makan di resto milik Kak Rifky? Ada agenda apa Bi? " Tanya Aisyah.
Semenjak Aisyah pulang ke Jogja, Aisyah jadi jarang berkomunikasi dengan Dua sahabatnya itu, Mala dan Sera. Ketika Aisyah sibuk dengan novelnya, terdengar suara panggilan di ponsel Aisyah.
"Mala? Tumben dia telfon? " Kata Aisyah.
Aisyah pun mengangkat telfon dari Mala, terdengar Mala yang sedang menangis membuat Aisyah semakin tak tega terhadap Mala.
"Assalamualaikum La? Apa kabar? " Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Wa'alaikum sallam Ca, Alhamdulillah kabar baik. Syah hiks hiks hiks "
"Kamu kenapa nangis La? Kamu gak papa kan?? " Tanya Aisyah khawatir.
"Orang tua ku Ca, mereka sudah tau kalau aku hamil, perutku membesar. Kini janinku sudah memasuki usia 4 bulan, mereka ingin aku mengugurkan kandunganku Ca. Aku gak mau"
"Astaghfirullah hal'adzim, kamu yang kuat ya La. Kamu harus mempertahankan janin itu. Kamu akan rugi dan sangat berdosa jika melakukan itu. Sekarang kamu dimana? " Tanya Aisyah.
"Aku ada di terminal Jogja sekerang Ca, aku pengen numapang ke rumahmu kalau boleh, jemput aku ya"
"Ok, bentar ya, kamu tunggu di situ. Aku akan segera menyusuld dan menjemputmu"
Aisyah langsung pergi begitu saja tanpa pamit dengan orang tuannya. Karena terburu buru, Aisyah juga lupa minta izin kepada Akbar dan Syakir.
Mobil telah Aisyah nyalakan, dan ia melaju lumayan kencang menuju Terminal, ketika di depan gapura pesantren, Aisyah tak sengaja bertemu dengan Farhan.
"Aisyah!!! Mau kemana malam malam?? " Teriak Farhan.
"Darurat Pak Lhek, nanti aja" Kata Aisyah.
"Aku harus kasih tau sama si Ruchan ini" Jata Farhan.
__ADS_1
Farhan menelfon Ruchan, menanyakan Aisyah mau kemana terburu buru seperti itu, Ruchan malah tidak tau jika Aisyah keluar, bahakn Aisyah pun tidak pamit kepadanya.
Leah menjadi panik mendengar semua itu, langsung membangunkan Akbar dan Syakir. Karena Kabir sedang ada di pesantren. Akbar dan Syakir nampak tenang santai seperti di pantai. Mereka berdua yakin, bahwa kakaknya akan baik baik saja.