
"Woy mesum! Thanks ya udah ngajak gue muter muter, keliling Jogja. Ya walau gak seluruh Jogja" Kata Clara.
"Tenang aja, Lo gak mampir? Atau nginap gitu? Ada nyokap di rumah. Gue gak yakin biarin cewek pulang sendirian!" Kata Keny.
"Lo khawatirin gue?Awas lo, ntar cinta sama gue hahaha" Goda Clara.
"Cewek gila! Gue cuma gak mau lihat Aisyah sedih nanti, kalau kakaknya ilang. Dah sono pulang!" Kesal Keny.
"Idih. Dah ah gue mau pulang, dah hampir tengah malam juga. Yang ada gue bisa di bunuh ama Bokap. Assallamualaikum. Bay mesum!" Kata Clara menghidupkan mobilnya.
"Waalaikum sallam, mesum gini gue normal kali. Hati hati!!" Teriak Keny.
"Dasar cewek gila, aneh baget. Di kira ini daerah barat apa? Di daerah sini kan lagi banyak klitih!" Gumam Keny.
Sementara di rumah Ruchan. Akbar, Kabir dan Syakir tak bisa tidur malam itu. Mereka merasa kesepian tanpa Aisyah. Biasanya malam malam gini, Aisyah terbangun hanya untuk memastikan kalau adik adiknya semua sudah tidur. Tengah malam bangun hanya untuk memastikan itu.
"Lom tidur Bang?" Tanya Syakir.
"Aku kangen Kak Ais Kir, biasanya jam segini dia masuk ke kamar kita kan? Buat mastiin kita ini tidur apa belum" Kata Akbar.
"Iya ya, beda sih sama saat Kak Ais di pesantren. Dia sering juga chat kita, nyuruh kita tidur! Sekarang? Pasti dah tidur nyenyak tuh sama suaminya" Kata Syakir.
__ADS_1
"Aku belum siap aja Kak Ais nikah cepat! Besok sarapan pasti gak ada nasi goreng sepesial lagi" Kata Kabir.
"Ck, makanan mulu sih!" Kesal Akbar.
Ketika Akbar, Kabir dan Syakir mengeluh tentang kangennya kepada Kakaknya. Tiba tiba ponsel mereka berdering.
"Tidur!! Jangan begadang!! Besok sekolah! Awas kalau bolos, tidur jendela di tutup. Nyamuknya nanti yang masuk banyak"
Pesan dari Aisyah membuat mereka sangat bahagia. Aisyah tetap masih mengingatkan mereka bertiga.
"Kak Ais? Kalian juga dapat pesan dari Kakak?" Tanya Akbar gembira.
"Iya dong, nih baca? Sama kan?" Kata Syakir.
Mereka bertiga pun akhirnya bisa tidur di tengah malam. Aisyah malah tak bisa tidur lagi, ia melihat Rifky sedang tidur begitu tenang. Aisyah masih tak menyangka kalau ia telah menikah dengan laki laki yang di cintainya.
Aisyah kembali tidur dan terbangun di sepertiga malamnya. Rifky yang menyadari itu pun juga ikut terbangun.
"Sayang? Kok udah bangun?Apa gak tidur?" Tanya Rifky.
"Ais kan emang udah terbiasa bangun jam segini."Kata Aisyah.
__ADS_1
"Sebelum sholat malam, kita lagi yuk!" Pinta Rifky.
"Hah?" Kata Aisyah.
"Ayok!! Habiss itu langsung mandi terus jamaah gimana?" Gofa Rifky dengan menggenggam tangan Aisyah.
Belum juga Aisyah menjawab, Rifky langsung main tarik dan mereka memulai permainan itu lagi. Kali ini Rifky lebih kasar dari sebelumnya,walaupun tidak terlalu kasar, namun tak lembut saat mereka melakukan untuk yang pertama kali.
15 menit berlalu, setelah mereka istirahat sejenak, Aisyah beranjak dari kamar tidur dan berniat memanaskan air. Karena di rumah itu kamar mandinya belum menggunakan sower.
"Mau kemana?" Tanya Rifky.
"Masak air Mas. Jam segini mandi ya masih dingin banget lah" Kata Aisyah.
"Biar Mas aja yang masak ya, Aisyah tunggu aja di sini" Kata Rifky memakai baju dan sarungnya.
"Bentar ya Bidadariku, cantik deh kalau baru bangun tidur" Kata Rifky mencium kening sebelah kanan Aisyah.
"Mas, makasih ya. Muachh!"Goda Aisyah.
"Ah mulai menggoda deh, nanti siang lihat aja!! Mas bikin kamu K.O!!" Kata Rifky keluar dari kamar.
__ADS_1
Aisyah hanya tersenyum bahagia. Ia kembali memakai bajunya dan menyiapkan pakaian bersih untuk dirinya dan suaminya.