
"Ustad, kemana tadi Aisyah mau pergi? " Tanya Leah panik.
"Katanya sih mau ke terminal, coba aja kesana. " Kata Farhan.
"Abi? " Kata Leah memeluk lengan Ruchan.
"Istighfar Ma, tenangin diri Mama ya. Jadi inget saat Mama mau nyelametin Sindi waktu itu. Mama lagi hamil Aisyah kan? " Tanya Ruchan menenangkan Leah.
"Nah, nurun itu" Kata Akbar.
"Ini juga, nyetirnya kayak keong banget sih pin, Upin" Kata Farhan menepuk bahu Syakir menggunakan pecinya.
"Kakak tuh bakalan baik baik aja wahai semuanya, tenang aja. " Kata Akbar.
"Tenang tenang apa!! Dia masih gadis umur 18 tahun, pergi malam malam ke terminal. Dan Abang tau? Di terminal banyak orang jahat!! " Kata Leah emosi.
"Astaghfirullah hal'adzim , aku di sembur Kir" Kata Akbar.
"Jahat kamu, Kakakmu lagi genting kayak gini, masih aja becanda" Kata Leah.
Akbar mendekati Leah dan menenagkannya, meyakinkan kalau Aisyah pasti baik baik saja. Dan jangan terlalu berfikiran negativ. Akbar juga mengingatkan jika Aisyah bisa bela diri seperti Leah dulu.
Leah mulai tenang, benar saja. Ketika sampai ke terminal, Leah dan Farhan melihat mobil yang Aisyah kendarai terpakir di luar terminal. Ternyata ia sedang duduk bersama seorang gadis yang sedang menangis.
Di sisi Aisyah.
"La, kamu kenapa jadi kayak gini sih? " Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Orang tuaku Ca, mereka mau menjodohkan aku dengan laki laki lain Ca. Sedangkan aku sedang hamil, dan mereka ingin aku menggugurkan anak ini" Kata Mala mennagis.
Leah dan Ruchan mendekati Aisyah dan Mala.
"Kakak!! " Panggil Leah.
"Loh, Mama, Abi. Ada Pak lhek sama Akbar dan Syakir juga. Kalian mau kemana?" Tanya Aisyah heran.
Leah langsung memeluk Aisyah dan mengucap syukur, karena Aisyah bai baik saja, tak kurang maupun luka sedikitpun.
"Mama kenapa nangis nangis segala sih? " Tanya Aisyah.
"Mama tuh khawatir sama Kakak, tiba tiba Ustad Farhan bilang kalau Kakak ini mau kabur" Kata Leah.
"Loh ini Mala kan? kenapa menangis? " Tanya Ruchan.
Mala mencium tangan Leah dan Ruchan, saat Leah memeluk Mala, ia merasa ada yang ngeganjal di bagian perutnya.
"Kamu hamil? " Tanya Leah.
Mala menangis dan mengangguk.
"Astaghfirullah hal'adzim, Sama siapa? Udah nikah? Diamana suami kamu?" Tanya Leah.
Aisyah memberi kode kapada Ruchan agar membawa Mala ikut pulang bersama mereka. Namanya Ayah dan Anak, dalam satu kali kode, Ruchan sudah mengerti maksud Aisyah.
"Udah ya Ma, nanti aja ceritanya. Ini udah malam juga, gak baik kan anak gadis dan ibu hamil lama lama di luar, dingin juga kan? " Kata Ruchan mengajak Leah, Aisyah dan Mala kembali.
__ADS_1
Leah terus saja menatap Mala, nampak di wajahnya ada bekas luka bakar dan memar di tangannya. Leah berfikir, pasti anak ini korban dari KDRT.
"Tuh kan, apa kata kita. Kak Aisyah pasti baik baik saja. Hufft ngantuk juga. Buruan pulang yuk, besok Abang harus bangun pagi " Kata Akbar.
"Mama, Aisyah dan Mala ikut Abi ya. Farhan, kamu bawa mereka berdua ini, sekalian buang nanti pas di pinggir emperan toko" Kata Ruchan.
"Emang kita kucing Bi? " Kata Syakir.
"Hahaha bukan kucing, tapi anak yang terbuang hahahahah"Kata Farhan.
Karena Farhan sibuk tertawa, Syakir dan Akbar sudah masuk mobil, Farhan tidak mengetahuinya. Di tinggallah Farhan oleh mereka berdua. Farhan berlari memanggil nama Akbar dan Syakir, namun mereka tak mendengarnya.
Akbar tertawa sangat puas melihat Farhan mengejarnya.
"Hahaha lihat tuh Pak Lhek, siapa suruh menertawakan kita, berhenti Kir" Kata Akbar.
"Kenapa berhenti sih Bang, biarin aja Pak Lhek jalan kaki sampai pesantren hahaha" Kata Syakir.
" Ntar kakinya jadi segede talas bogor, hahaha" Kata Akbar.
Farhan masuk ke mobil dengan nafas terengah engah, gelak tawa Akbar dan Syakir membuat Farhan kesal. Dan memukul mereka menggunakan pecinya.
"Dasar anak kurang ajar, Pak Lhek ini udah gak kuat lari jauh juga. Mana malam malam gini. Nanti pulang mampir kucingan dulu ya, huh huh huh ada janda bohay di sana" Kata Farhan tertidur di mobil.
"Astaghfirullah hal'adzim, aduin ke Abi ah" Kata Syakir.
"Jomblo akut ya gitu hahaha. Buruan nikah Pak Lhek. Noh tante Amara udah nunggu lama, kasihan dia. Jadilah bapak dari Seto" Goda Akbar.
__ADS_1
"Awas kamu Bang" Kata Farhan.