
Setelah dua minggu dari rumah Sera, Ilham mantap meminta Abinya untuk segera melamarkan Sera untuknya. Abi dan Uminya sangat bahagia ketika anaknya akan memutuskan tidak menunda lagi untuk menikah.
Di rancanglah rencana lamaran itu, sampau hari H tiba. Ilham di antar oleh orang tuanya, Ruchan, Leah dan Farhan bersama Mala. Diaman Diaz, Diaz di titipin ke Aisyah dan Rifky.😁
Lamaran itu berjalan dengan lancar, karena keluarga Sera juga tidak memandang sebelah mata keluarga Ilham. Karena ternyata perbedaan itu sudah ada di keluarga Sera sejak dulu, Kakek Sera pihak Ibu adalah seorang muslim juga, ia tetua di desanya. Bahkan ia juga hadir dalam acara lamaran tersebut.
Tak menunggu lama lagi, setelah dua bulan lamaran itu, di langsungkan acara ijab qobul di pesantren, itu juga permintaan Ikhsan dan Ilham. Ilham melakukan ijab qobul di aula pesantren, dimana dahulu Abinya dan Ruchan juga melakukan Ijab qobul disana.
Karena Papa Sera non muslim, jadi ia wakilkan pengucapan ijab qobulnya oleh penghulu.
Penghulu
"Bismillahirrohmanirrohim, Ankahtuka Wazawwajtuka makhtubataka Sera Natalia Purnama binti Victor Christian Purnama, Alal mahri seperangkat alat sholat dan uang tunai 25 juta rupiah Hallan"
Ilham
"Qobiltu nikaha Sera Natalia Purnama binti Victor Christian Purnama Wa Tazwijaha Alal Mahri Madzkur Wa Radhiitu Bihi, Wallahu Waliya Taufiq"
"Bagaiman para saksi?" Tanya Penghulu.
SAH !!!
"Alhamdulillahirobbil 'alamin Allahumma Inni As'aluka Min Khairia Wa Khairi Ma Jabaltaha ‘Alaihi. Wa A'udzubika Min Syarriha Wa Syarii Ma Jabaltaha ‘Alaihi"
__ADS_1
Semua orang memberikan ucapan selamat kepada Ilham dan Sera, dan ada kabar bahagia juga. Clara sedang mengandung buah cintanya dengan Keny, kandungan Clara masih berusia satu bulan.
Kegembiraan itu bertambah saat mendengar berita dari Irene yang tengah hadir di tengah-tengah pernikahan putra pesantren itu. Irene hanya tinggal di Jakarta jadi bisa datang di acara pernikahan Ilham dan Sera.
Pernikahan itu juga tanpa di hadiri oleh Syakir, Kabir dan Akbar, karena saat itu mereka juga sedang tidak bisa mendatkan cuti.
Namun Aisyah dan Rifky juga adik dari Ilham, mereka juga membantu acara Ilham dan Sera, dua keponakannya juga sudah bisa menggantikan si kembar Kabir dan Syakir.
"Selamat ya, sekali lagi sahabatku menjadi keluargaku. Dua sahabatku malah. Mala jadi Bu Lhek ku, dan Sera jadi Kakakku. Karena aku panggil Mas Ilham dengan sebutan Mas, jadi aku panggil kamu dengan sebutan Mbak, jika masih kaku, aku akan panggil kamu Bu Dhe, hehe bahasa in anak-anakku" Kata Aisyah.
"Selamat ya Ra, kita bertiga akhirnya jadi keluarga, ingat gak saat pertama kali kita kenal masuk sekokah, Aisyah juga merangkul kita seperti ini kan?"Kata Mala.
"Terima kasih ya Syah, bukan hanya kamu yang memberiku persahabatan yang indah, tapi kamu juga memberiku keluarga yang istimewa seperti ini. Peluk dong"Kata Sera.
"Halah, perempuan emang lebay, gitu aja nangis-nangis, pelukan lagi" Kata Farhan.
"Mas Ilham, selamag datang di dunia perpusingan, tiga bulan awal pasti masih mesra ya, setelah itu. Hahaha selamat menimati masa dimana seharian kita kena ocehan istri hahah" Bisik Rifky.
"Hahah senasib, tos Ky. Mala yang tadinya lemah lembut juga gitu loh, tiga bulan pertama bangunin pakai ciuman selamat pagi, sekarang banguninnya pakai batal guling selamat pagi" Kata Farhan.
"Apa lagi pas nanti udah punya anak, tiap malam begadang, pagi-pagi udah denger. Abi anak kita nangis, Abi jaga dulu anaknya Abi ini, Abi itu hahaha sambil gini ngomongnya" Kata Rifky berkacak pinggang dan bicara dengan mulut manyun.
"Hahaha bener-bener. Opo neh pas awak dewe bantu njemur baju anak Ham, jatuh kan? Padahal cuma satu, ngomelnya satu hari, di ungkit mulu hahaha tapi seru ya Ky, hidup kita warna-warni kayak pelangi" Kata Farhan cengar-cengir
__ADS_1
Aisyah, dan Mala pun mendengar percakapan itu, dan langsung memberi hukuman kepada suami-suami mulut receh itu.
"Wah di jewer aku, tulung Ham, tulung Ky" Kata Farhan kena jeweranan dari Mala.
"Aw, Mi. Malu ah, masa iya jewer di depan anak-anak dan tamu sih" Kata Rifky.
"Siapa suruh tadi jelek-jelekin kita, gak ada jatah malam ini, hufft" Kesal Aisyah.
Dari kejauhan.
"Anak-anak kita sudah besar ya, sudah punya kehidupannya masing-masing. Masih sangat ingat saat mereka lahir, belajar makan, blelajar berjalan, sekolah di antar. Sekarang sudag memiliki pendampingnya masing-masing." Kata Leah.
"Iya ya Le, bahkan aku juga gak nyangka kalau Ilham juga sudah menikah, aku hanya memiliki Ilham, kamu masih ada empat anak yang harus kamy nikahkan Le" Kata Vina.
"Kok empat?"Tanya Leah.
"Iya lah Ma. Akbar, Syakir, Kabir dan Ceasy. Haha masih banyak anak kita, satu aja menghasilkan dua, kalau anak kita sekali melahirkan dua. Kita nanti punya cucu sepuluh hahahha" Kata Ruchan.
"Haih, si Abi. Udah yuk gabung dengan mereka" Ajak Leah.
Leah mengajak Ruchan untuk berkumpul ke anak-anaknya, mengobrol hal yang menyenangkan, karena suasana hati semua orang sedang bahagia.
Ilham dan Sera akhirnya menikah tanpa hambatan apapun, restu orang tua juga ada di tangan mereka, kini mereka akan menjalani hidup lebih nyaman lagi tanpa desakan suatu apapu. Hahaha belum tau setelah pernikahan itu Syahdu kalau di ingat.
__ADS_1