Gambaran Hati

Gambaran Hati
Hati Aisyah.


__ADS_3

"Anaknya pelakor, pasti ibunya juga pelakor atau pelacur!!!" Teriak Ayunda.


Plakkkk.


Tamparan keras tangan Aisyah mengenai pipi mulus Ayunda yang di riasi riasan tebal. Aisyah sangat marah saat itu, tamparan Aisyah begitu keras hingga telapak tanganya memerah.


"Kamu boleh menghinaku sesuka hatimu. Tapi jangan pernah sesekali kamu menghina ibuku. Jika kau tau siapa aku? Astagfirullah hal'adzim hufft. Pak Malik bakso nya udah? "Tanya Aisyah menahan emosinya.


"Udah Mbak! " Kata Pak Malik.


"Bayarnya nanti ya? Biar nanti Abang atau Abi yang kesini, atau Aisyah transfer. Assallamualaikum. Ayo Kak! " Kata Aisyah pergi.


"Woy, gak kuat bayar gak usah beli!! Dasar gembel!! " Teriak Ayunda.


Aisyah hanya diam saja dan masuk ke mobil, ia sangat kesal, namun keksalannya ia tahan agar susana tak semakin keruh, dan kasihan kepada Pak Malik.


"Jalan sekarang? " Tanya Rifky.


Aisyah hanya cemberut saja Rifkypun menyalakan mesin mobilnya dan pergi. Di perjalanan pulang, Aisyah masih saja diam Rifky mencoba untuk menghibur cintanya itu.


"Kalau bibir cemberut mulu, ntar tanduknya keluar. Terus matanya berapi api, kalau teriak keluar gas berapinya, burrr gitu" Goda Rifky.


"Mana ada? " Kata Aisyah.

__ADS_1


"Jangan gitu dong, masa iya sih aku jauh jauh ke sini kamunya cemberut gitu, akunya kan jadi sedih " Kata Rifky manja.


"Jelek tau? Habisnya tuh senior bikin kesel aja. Main ngata ngatain Mamaku seperti itu, anak mana yang tak marah coba? " Kata Aisyah.


Sampai di rumah, Aisyah heran. Kenapa depan rumah banyak santri seperti itu, Aisyah masuk di kedalam rumah lewat pintu belakang yang di ikuti oleh Rifky. Aisyah bertemu dengan Mala dan Akbar di dapur. Seperti biasa Akbar menagih titipa yang sudah ia pesan kepada Rifky tadi.


Leah masuk ke ruang keluarga dan bertemu dengan Aisyah dan menuruhnya segera mandi dan keluar menemui ibu Rifky, dalam hati Aisyah bertanya tanya, Ada apa? Dan dia sudah keGR an duluan. Setahu Aisyah, dirinya akan di lamar oleh Rifky.


Aisyah sudah selesai, Mandi dan sholat ashar, ia membaur di ruang tamu dan duduk di dekat Kabir.


"Wui parfumnya.. Mandi parfum buk? " Sindir Kabir.


"Brisik ah" Bisik Aisyah.


Namun tak cukup di situ saja, karena Aisyah tak mengetahui niat yang sebenarnya Rifky dan Ibunya datang jauh jauh ke sana.


Malam setelah beberes, dan setelah sholat isyak. Aisyah duduk termenung di ayunan masa kecilnya. Melihat kakaknya yang sedang sendirian, Akbar pun mendekatinya.


"Assallamualaikum kakak singaku? " Sapa Akbar.


"Wa'alaikum sallam Bang, gak ikut tadarusan? " Tanya Aisyah.


"Abang kecapekan ngurus ini itu, mungkin ntar subuh aja ikut tadarusannya. Kakak ngapain di sini sendirian? " Tanya Akbar.

__ADS_1


"Gak papa kok, cuma mau ngadem! " Jawab Aisyah.


"Kecewa ya dengan acaranya. Di fikiran Kakak, Kak Rifky dan ibunua kesini mau nglamar Kakak kan? " Goda Akbar.


"Sok tau kamu" Kata Aisyah mengetuk kepala Akbar.


"Aw, tapi benerkan? Apakah masih ada rahasia di antara kita. Kita kan saling terbuka Kak! " Kata Akbar.


"Iya deh kamu benar, ku kira Kak Rifky ke sini mau nglamar Kakak, ternyata cuma mau bicarain bisnis. Habisnya tumben aja semuanya masak banyaj dan bersih bersih! " Kata Aisyah menghela nafas panjang.


"Emang hati Kakak udah yakin? " Tanya Akbar.


"Kalau gak yakin kenapa saat Kak Rifku jemput tadi, Kakak bahagia banget. Dan gak pengen aja lama lam memendam rasa Bang, sesak banget kalau gak segera di utarain! " Kata Aisyah.


"Ya udah, kalau susah di utarain ya di selatanin aja" Goda Akbar.


"Abang!! " Kesal Aisyah.


"Emm kaka, kenapa gak coba Kakak bilang aja pengen di lamar sama Kak Rifky hahahaha" Kata Akbar langsung lari masuk ke dalam rumah.


"Dasar nakal! " Gumam Aisyah.


Tak sadar Rifky berada di belakang Aisyah dan mendengar semuanya, ia senang cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Ia juga bahagia dengan keinginan Aisyah untuk segera di lamar. Memang itu niat pertama Rifky datang ke rumah Aisyah.

__ADS_1


"Aku akan segera melamarmu Syah, kini aku tak lagi takut kamu menolakku" Kata Rifky tersenyum bahagia.


__ADS_2