Gambaran Hati

Gambaran Hati
Lamaran Farhan.


__ADS_3

Pagi itu, Farhan menemani Mala jalan pagi di Alun alun. Itu hal bagus di lakukan oleh ibu hamil seperti Mala. Dan Farhan ingin mengatakan hal yang penting dengan Mala.


"Kok Ustad ngajak Mala kesini sih? " Tanya Mala.


"Kita Nikah yuk" Kata Farhan membuat Mala kaget.


"Hah? " Kata Mala syok.


"Emm iya, aku jadi suami mu, kamu jadi istriku. Dan anak ini jadi anak kita" Kata Farhan gugup.


"Ustad Farhan masih sadar kan? " Tanya Mala masih tak percaya.


"Wa jelas, sadar sesadar sadarnya" Jawab Farhan.


"Tapi, bagaiman bisa kita menikah? Sedangkan anak ini bukan...... " Kata Mala menunduk.


"Sttt, aku yang akan jadi Ayahnya" Kata Farhan.


"Ustad serius? " Tanya Mala.

__ADS_1


"Kamu malu ya? Karena aku udah tua? Hah lihat saja dua sahabatku. Ruchan udah punya 4 anak, bahkan udah mau punya menantu. Si Ipin juga udah punya anak si Singapura sana. Sedangkan aku? Masih jomblo sampai sekarang. Bahkan sering jadi bahan ejekan keponakan keponakanki sendiri " Kata Farhan duduk di bangku taman.


"Mala gak malu kok Ustad. Mala bukan wanita yang baik aja buat Ustad, lihatlah. Mala belum menikah tapi udah hamil. Ya kalau ceritanya sama seperti Siti Maryam, perempuan suci. Tapi Mala tidak di posisi itu" Kata Mala sedih.


"Tapi Mala pernah jatuh cinta kah? " Tanya Farhan.


"Mala belum pernah jatuh cinta, Mala mana berani jatuh cinta Ustad. Gak ada yang mau juga soalnya sama Mala. Ustad sendiri gimana? Pernah jatuh cinta? " Tanya Mala.


"Pernah, hanya sekali.Belum membangun kapal udah kandas duluan" Kata Farhan.


"Bagaimana bisa kandas kalau belum di bangun Tad? " Tanya Mala.


"Aku tanpamu butiran debu.. "Sambung Mala.


"Lain kali bawa kompas atau bawa maps Tad, biar gak tersesat, dan jagan lupa bawa pelampung kalau gak bisa berenang, biar gak tenggelam" Kata Mala.


"Kamu ini, jadi? Gimana? Mau nikah sama aku? Nikah sama orang tua ini? " Tanya Farhan.


Mala tersenyum tersipu malu, dan mengiyakan lamaran Farhan. Ia berharap, Farhan memang jodoh yang udah di atur oleh Allah untuknya.

__ADS_1


"Berarti aku harus nikahi kamu dua kali"Kata Farhan.


"Kok dua kali?" Tanya Mala.


"Iya lah, nikahin kamu sebagai istriku. Dan nikahin anak kita agar jadi anakku, dan aku menjadi wali sahnya" Kata Farhan.


Mala menangis haru, semasa hidupnya, ia tak pernah merasakan artinya di butuhkan dan di lindungi. Satu alasan Mala ke pesantren karena orang tuanya terus saja mendesak agar Mala menikah muda. Dan Mala juga takut kepada suami Kakaknya. Sekarang, ia bahagia, walau usianya jauh dengan Farhan. Namun Farhan adalah sosok laki laki yang baik untuk masa depannya.


"Bagaimana La? " Tanya Farhan.


"Ustad udah yakin? udah di fikirin segala risikonya menikahi gadis tak perawan lagi? "Kata Mala.


"Aku serius, mungkin ini adalah takdir Allah La. Kamu mau kan? Aku akan diskusikan dengan Ruchan dan Mas Ikhsan. " Kata Farhan.


Mala mengangguk.


"Boleh aku memegang perutmu? Kita gak sentuhan kulit lho, dari luar aja, kayak di rumah sakit waktu itu" Tanya Farhan.


Lagi lagi Mala hanya mengangguk. Dengan izin Mala, Farhan menyentuh perut Mala dan mengusapnya. Tendangan anaknya sangat kuat. Menandakan kalau anaknya juga menyukai Farhan.

__ADS_1


__ADS_2