
Ospek hari ketiga di tiadakan, karena pihak kampus kebetulan ada acara penyambutan donatur terbesar untuk kampus negri itu. Kampus negri masih ada donatur? Hmm tak bayangin dulu!! Eh ini cuma novel ya kan?.
"Kamu Aisyah kan? dari fakultas kedokteran? Kenalin aku Lastri, dari fakultas pertanian" Kata gadis yang katanya bernama Lastri.
"Lastri? Kok kamu kenal aku sih? " Tanya Aisyah.
"Aku temennya Abigail hehehe. Kita bareng yuk di acara sambutan itu! " Kata Lastri.
"Emang ada sambutan apa sih? Dan kenapa cuma fakultas kedokteran dan pertanian doang yang di undang ke acara sambutan ini? " Tanya Aisyah.
"Katanya ada donatur yang mau... Apa ya? Kok lupa aku, tapi donaturnya seorang Ustad katanya Syah. Namanya..... Ah aku lupa. Pokoknha anaknya juga kuliah di sini, tahun pertama kayak kita, aku pengen deh ketemu sama anaknya, bapaknya ganteng gitu, gimana anaknya. Sayangnya anaknya cewek" Kata Lastri panjang kali lebar.
Lastri pun mengajak Aisyah masuk ke aula dengan menggandeng lengan Aisyah, bergaya sok kenal. Pas masuk ke aula, Aisyah melihat foto Ruchan berada di layar depan aula.
"Abi? Kok? Jangan jangan Ustad ganteng yang di bilang Lastri ini adalah Abi? Abinya aku? Astagfirullah hal'adzim, bakal ada perang dunia ini antara aku dan Ayunda" Batin Aisyah gelisah.
"Syah, ayok. Kok mandek ki lho (Berhenti) " Kata Lastri menarik tangan Aisyah.
Aisyah mengikuti langkah Lastri dan duduk di barisan tengah. Aisyah tidak ingin semua tau kalau donatur kampus itu adalah Abinya.
"Lastri, gimana kalau kita duduk di belakang aja. Pasti lebih seru! " Kata Lastri.
"Ah emoh, Di belakang ntar gak lihat ustad gantengnya, dan pasti gak kedengeran. Dulu pas di Mts, Lastri duduk di barisan depan gak pernah denger pas guru nerangin pelajarannya" Kata Lastri.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'adzim, Lastri, lihat di setiap sudut ada pengeras suara. Si Ustad pasti juga pakai mic kan? Pasti kedengeran dong?" Kata Aisyah.
"Emoh, di sini ajalah. Kalau di depan takutnya juga nanti di kasih pertanyaan, Lastri mana tau soal apapun. Kuliah aja karena di paksa bapak " Kata Lastri polos.
Mau tak mau Aisyah hanya pasrah, soal identitasnya akan kebongkar itu masalah belakangan, ia hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian semua orang di kampus.
Tak lama, mahasiswa mahasiswi dari dua fakultas itu hadir, kursi pun juga sudah hampir penuh. Keny, Ayunda, Daren dna Taliya pun duduk di samping Aisyah. Ayunda sengaja mendekati Aisyah karena ingin berbuat hal buruk lagi padanya.
"Eh si miskin, udah punya temen nih? " Tanya Ayunda.
"Wah, ini Kak Ayunda yang terkenal itu kan? Cantik banget ya, baju nya bagus banget lho. Kalau beli dimana ya? " Tanya Lastri.
"Hahaha temenya modelnya kek gini, emang cocok ya. Miskin plus miskin hahaha" Kata Ayunda menghina.
"Hai Aisyah " Sapa Daren.
"Wa'alaikum sallam cantik" Kata Daren.
"Daren!!! "Bentak Ayunda.
Keny duduk di samping Aisyah persis, Aisyah mulai canggung dengan Keny. Karena bagaimanapun ia telah berjasa menyimpan rahasianya hingga sekarang.
"Apa kabat Syah? " Tanya Keny.
__ADS_1
"Alhamdhulillah baik" Jawab Aisyah.
Acara dimulai, Sambutan sambutan dari pihak kampus telah usai, materi materi pun juga telah berlalu. Kini di panggilah Ruchan untuk memberikan sambutan penting.
"Mari kita sambut, donatur kita. Ustad Ruchan Al Jazeera"
Ruchan pun maju kedepan.
"Iti bapak loe kan?" Bisik Keny.
Aisyah hanya diam saja, memperhatikan Abi nya memberi sambutan. Di tengah kebetean itu, Aisyah di segarkan oleh pesan marah marah dari kedua adiknya. Kabir dan Akbar.
"Kak! Kata Mbak Mala sarungku kamu rendam pakai pemutih? Benarkah? Jahat sekali kamu Kak!! Tega banget sama adek sendiri! Pokokknya Kabir ngambek, gak usah bujuk! Harus ada martabak manis kalau mau membujuk" Pesan dari Kabir.
Aisyah menahan tawanya.
"Kaaaaaak, jahat banget sih. Motor kesayanganku kenapa di lepas ban sama rantainya?? Kejam! Bakso beranak! Titik! " Pesan dari Akbar.
Sanpai akhirnya, Ruchan memanggil Aisyah, dan memperkenalkan kepada semua orang kalau dia adalah anaknya.
"Oh ya, Putri tercinta saya juga kuliah di sini lho. Dia ambil jurusan kedokteran, tahun pertama. Namanya Aisyah Putri Handika" Kata Ruchan.
"Apa?! Aisyah? Aisyah elo? " Tanya Ayunda menunjuk ke arah Aisyah .
__ADS_1
Seketika wajah Aisyah menjadi datar, kenapa juga Ruchan harus memanggil namanya untuk maju kedepan. Aisyah kini jadi pusat oerhatian semua orang.
"Itu kan yang di kabarkan dekat sama Senior Keny? Wah duduknya aja berdampingan! Beruntung banget mereka, pasangan serasi" Kata salah satu mahasiswi di sana.