
"*Tolong!!!!"
"Diam!! Kurang ajar!!
**Plaaakkkk***.....
Mendengar kata-kata itu, Bona segera berlari sangat kencang ke ruangan Senior Dae, saat berlari ia menabrak Min Ah dan Senior O.
"Aduh, maaf saya terburu-buru!!" Kata Bona menunduk dan segera pergi.
"Hey Bona, ini kami!! Kau kenapa?" Kata Min Ah.
"Ah!! Min Ah, Senior O, Ayo ikut saya, Ica dalam bahaya!!" Kata Bona menarik mereka berdua yang tengah kebingungan.
Sesampainya di depan ruangan Senior Dae, Bona, Min Ah dan Senior O mendengar teriakan Aisyah meminta tolong.
Bona terus saja memperingatkan Senior Dae, namun tak ia dengar, Min Ah sedang menghubungi Direktur, sedangkan Senior Onsedang memanggil keamanan. Tak lama setelah itu, Rifky pun sampai di sana bersama Yoona.
"Aisyah, Aisyah!! Kamu di dalam?" Teriak Rifky.
__ADS_1
"Iya Mas aku di sini, tolong aku!!!" Teriak Aisyah.
Dengan sekuat tenaga Rifky dan dibantu Yoona dan Bona, pintu itu berhasil di dobrak oleh mereka, Rifky langsung memukul Senior Dae, karena sudah melepas kancing atas dan jilbab Aisyah.
Yoona dan Bona memegangi Senior Dae dengan sekuat-kuatnya. Sedangkan Rifky sedang mengangkat Aisyah, dan melepaskan ikatannya. Lalu Rifky melepas bajunya dan memakaikannya kepada Aisyah, karena saat itu baju Aisyah sudah sobek dibagian atas.
Kemudian menarik gorden tipis agar Aisyah bisa menutupi aurat rambutnya menggunakan gorden tipis itu. Tak di sangka Senior Dae lepas dari Yoona dan Bona dan hendak menusuk Rifky dari belakang. Namun Aisyah berhasil menghalanginya, dan kini Aisyah lah yang terusuk.
"Aisyah!!" Teriak Rifky.
Lambatnya keamanan masuk hingga membuat salah satu Dokter di Rumah Sakit itu bisa celaka. Rifky langsung menggendong ke IGD dengan tubuh yang sedang telanjang dada.
"Sayang tetaplah buka matamu, jangan tidur Ok!! Sebut Asma Allah, Jangan tidur!!" Kata Rifky.
Dokter bedah mengarahkan semua timnya untuk mengoprasi Aisyah, Senior Dae juga kini sudah ada dalam kantor polisi untuk diproses. Bona, Min Ah dan Senior Oh menjadi saksi atas kejahatan pelecehan seksual dan perencanaan pembunuhan Senior Dae.
5jam Operasi belum juga lampu ruang operasi berubah menjadi hijau, Rifky sangat panik, ia sengaja belum mengabari Ruchan dan Leah, karena takut mereka akan khawatir.
"Pakai dulu baju ini. Aku membelikan untukmu. Berdoa saja agar Aisyah selamat, dan tidak ada suatu hal yang buruk terjadi" Kata Yoona.
__ADS_1
Rifky mengelap tubuh dan tangannya dari bekas darah Aisyah. Ia menangis, dirinya pernah merasakan hal yang sama dengan Aisyah. Dan Rifky pun memakai baju yang di belikan oleh Yoona.
"Laki-laki menangis itu suatu hal indah Ky, baru kali ini aku lihat kamu nangis. Pernah sekali waktu kamu melihat Bundhamu demam" Kata Yoona memberi tissue.
Tak lama setelah itu, lampu nya berubah jadi hijau, Dokter pun keluar dan menyuruh Rifky untuk mengikutinya ke ruangannya. Sedangkan Yoona mengikuti Aisyah yang sedang di pindahkan diruang rawat inap.
"Bagaimana Dok?" Tanya Rifky.
"Ada dua hal yang harus saya informasikan. Hal baik dan hal buruk!" Kata Dokter itu dengan wajah menyesal.
"Kabar baiknya?" Tanya Rifky.
"Kabar baiknya, Dokter Ica telah melewati masa kritisnya, sekarang hanya tinggal pemulihan saja. Lalu kabar buruknya, Dokter Ica tak mungkin bisa hamil lagi, pisau itu masuk terlalu dalam hingga mengenai dinding rahim. Tetap bisa hamil, karena kami tak melakukan pengangkatan rahim. Tapi hanya beresiko saja." Kata Dokter itu.
"Innalilahi, Astagfirullahhal'adzim, Aisyah" Ucap Rifky meneteskan air matanya untuk ke sekian kalinya.
"Tolong tetap rahasiakan semua ini dari Aisyah ya Dok, saya mohon" Kata Rifky.
Dokter itu mengangguk, Rifky berlari menuju ruangan dimana Aisyah dirawat, disana sudah ada Ruchan dan Leah. Mereka juga sudah mengetahui apa yang terjadi dari Bona dan Yoona.
__ADS_1
Rifky menghampiri Ruchan pun memeluk Rifky, hingga Rifky bisa menangis di bahu Ruchan, ia juga meminta maaf kepada Ruchan dan Leah tentang semua yang terjadi menimpa Aisyah.