
2 Minggu berlalu.
Sejak saat itu, Aisyah dan Rifky sering berkimunikasi dengan lancar. Karena mereka berjauhan tempat tinggal, namun tak membuatnya hati mereka jauh.
Hari ini Delia akan berangkat ke Jakarta, behitupun dengan Sena yang akan berangjat ke Bandung. Mereka berdua di suruh oleh Sandy dan Leah untuk kukiah dan mengurus usaha keluarga Handika disana. Karena semua anak Leah dan Sandy tidak ada yang tetrtarik dengan usaha keluarga. Mereka malah memilih jalannya sendiri agar bisa mandiri.
Aisyah dan Akbar mengantar Delia dan Sena ke Bandara, Memang Aisyah dan Akbar sudah tidak bisa di pisahkan jauh jauh, mereka bak anak kembar yang tak bisa terpisahkan.
Setelah mengantar Delia dan Sena, mereka berdua mampir di salah satu resto kesukaan mereka.
"Wah mbak Aisyah ya, lama udah gak ketemu lhoo.. Apa kabar?? " Tanya pemilik resto itu yang sudah menjadi langganan untuk keluarga Ruchan.
"Eh iya Pak Dhe, Assallamualaikum " Kata Aisyah.
"Wa'alaikum sallam, duh ayune" Kata Pak Malik, oemilik resto itu.
"Saya ndak di sapa to Pak Dhe? " Tanua Akbar.
"Alah kamu ini, kamu kan masih sering kesini. Tambah ganteng aja. Ayo duduk, mau pesen yang seperti biasa kan? " Tanya Oak Malik.
"Injih Pak, Gurame bakar" Jawab Akbar.
__ADS_1
"Itu aja? atau nambah yang lain? " Tanya Pak Malik.
"Aisyah minumnya mau wedang jahe aja ya Pak Dhe cuaca nya mendung gini, dingin" Kata Aisyah.
"Wahh siap, di tunggu ya? " Kata Pak Malik.
Aisyah dan Akbar kembali saling curhat mengenai masalah mereka masing masing. Dimana Akbar bercerita, soal Papanya meminta Akbar setelah lulus sekolah harus nyusul ke Jeoang untuk kuliah di sana.
"Loh, emang Abang mau kuliah di Jepang? " Tanya Aisyah.
"Masih ragu Kak" Jawab Aisyah.
"Kok ragu? Mia lagi? " Tanya Aisyah.
"Bagus dong, terus? " Tanya Aisyah.
"Dia pengen Abang bilang ke orang tuannya juga Kak. Gimana dong, bimbang ini" Kata Akbar.
"Emm gimana ya? Emang Abang udah yakin dengan hati Abang? Gini lho Bang, Abang kan anak laki laki nih. Abang masih muda juga, ya umur itu rahasia Allah sih. Jika Allah berkendak, masa depan Abang tu masih jauh. Gak ada salahnya jika kita jatuh cinta, tapi alangkah baiknya jika kita memikirkan dulu masa depan kita. Jika kita udah mampu, baru deh kita mau gimana dengan orang yang kita cintai" Kata Aisyah.
"Terus gimana dengan Kakak dan kak Rifky? Bukankah Kak Rifky itu udah mapan ya, umur juga kalau nikah udah pas itu" Tanya Akbar.
__ADS_1
"Kakak mau fokus belajar dulu, soal itu, Kakak akan jalani sesuai jalan Allah. Kalau dia sanggu menunggu, Alhamdhulillah itu yang Kakak harapkan, jika tidak. Ya anggap saja belum berjodoh. Jodh gak akan kemana kok Bang" Kata Aisyah.
"Tapi kalau udah saling cinta gak jadi berjodoh gimana? " Tanya Akbar.
"Tuh kan gak bisa jawab, hahahah bucin sih. Sok jadi duta cinta" Ejek Akbar.
"Hey, Abang tu cowok, belajar dulu yang bener. Rajin rajin sekolah, kuliah terus ngejar cita cita. Sukses baru mikirin jodoh. Masih bocah juga" Kesal Aisyah.
"Ih jahat Kakak ngomongnya" Kata Akbar.
"Jahat sekarang untuk kebaikan Abang, daripada ntar kita menyesal. Kakak ngimong gini itu mewakili hati perempuan mana pun, usahakan cowok itu menikahi anak orang udah harus mampu untuk menanggungnya" Kata Aisyah.
"Iya juga sih, Makasi ya Kakakku singa ku yang galak, sayang deh. Huuff gini amat ya nenuju dewasa, pusing" Kata Akbar.
"Emang? Eh tuh gurame bakar kita datang, pokoknya Kakak mau setengahnya, dan lebih dikit. Jika Avang gak terima, silahkan pulang " Kata Aisyah.
"Ih rakus, bagi rata dong. Gendut nanti" Kata Akbar.
"Apa!!! " Kata Aisyah melirik ke Akbar.
Akbar tersenyum tipis. Mereka pun melahap gurame kesukaan mereka dengan lahap dan tanpa bicara, sesuai dengan aturan Aisyah.
__ADS_1
Akbar dan Ilham menyebut Aisyah sebagai singa galak,sedangkan Kabir dan Syakir menyebut Aisyah dengan sebutan Kak Ros. Biar begitu, Aisyah sangat di sayangi oleh saudara saudaranya, menjadi Kakak yang bisa menjadi teladan dan panutan, biarpun Aisyah seorang perempuan. Namun ia sukses memerankan sosok Kakak yang bijak.