
Malam itu sementara Mala tidur dengan Aisyah, Leah dan Ruchan akan memikirkan masalah Mala besok pagi. Karena mereka juga sudah lelah. Apa lagi Ruchan baru saja pulang dari luar kota.
Ketika Aisyah bangun, semua sudah sibuk dengan perjaannaya masing masing, tak seperti biasa Leah mengundang beberapa santriwati untuk membantunya masak. Dan kali ini masaknya banyak, menunya juga bukan menu biasanya.
Ruchan dan beberapa santri pun juga tengah sibuk membersihkan ruang tamu dan halaman rumah. Aisyah nampak bingung, ia juga tak melihat Akbar dan Si Kembar pagi itu.
Aisyah mencoba bertanya ke beberapa santri, namun mereka tak tau pasti kenapa Ruchan menyuruhnya membersihkan halaman yang sudah bersih itu.
Mala juga membantu Leah di dapur, mereka memasak berbagai macam menu masakan. Ada apa sebenarnya?
Aisyah mandi lalu sholat subuh, setelah sholat subuh, Aisyah berniat untuk membantu di dapur, namun tidak di perbolehkan oleh Leah.
"Ma, ada acara apa ini? Rame bener. Kakak bantu ya? " Tanya Aisyah memegang pisau.
"Eh gak usah ya, Mending Kakak siap siap aja ke kampus. Masih Ospek kan? Gih sana, nanti biar di antar sama Abi ya" Kata Leah.
"Kenapa? " Tanya Aisyah mulai curiga.
"Ica, lebih baik kamu ke kampus aja ya. Hus hus sana " Kata Mala.
__ADS_1
Aisyah merasa ada yang di sembunyikan antara Mamanya dan Mala, tapi Aisyah tak pernah memikirkan lebih dalam, ia masuk ke kamar dan bersiap siap untuk pergi ke kampus.
"Kak ayo Abi antar" Kata Ruchan di dalam mobil.
"Pakai motor aja lah Bi nganternya, " Kata Aisyah.
"Enakan pakai mobil dong sayang, adem" Kata Ruchan.
"Kalau gitu Kakak baik ojek aja, atau naik angkot sekalian. Malu di antar pakai mobil itu, kelihatan mencolok. Kakak gak suka jadi pusat perhatian orang lain" Kata Aisyah mencium tangan Ruchan.
"Yakin nih gak mau Abi antar? adik adikmu udah berangkat semua lho" Kata Ruchan.
"Wa'alaikum sallam, hati hati ya." Kata Ruchan.
Aisyah bukan lah cewek yang ingin menjadi pusat perhatian semua orang, jadi ia lebih memilih naik ojek atau angkot, ketimbang harus di antar Abinya naik mobil.
Ketika Aisyah ingin ke pangakalan tukang ojek, Ilham lewat dan menawari tumpangan, karena kampus dimana Ilham kuliah melewati kampus Aisyah. Aisyah pun setuju dan ikut dengan Ilham, karena Ilham berangkat menegendarai motor Honda Astrea jadul.
Ilham dan Aisyah sama sama suka dengan kesederhanaan, bahkan penampilan mereka pun juga tidak mencolok sama sekali. Aisyah lebih suka mengenakan tunik dan jilbab menetupi dadanya,sekalipun ia menggunakan hijab yang di lipat lipat, pasti ia memakai hoodie.
__ADS_1
"Mau di antar sampai mana? Parkiran? " Tanya Ilham.
"Boleh Mas, kalau Mas Ilham gak keburu sih" Kata Ilham.
"Cowok yang kemaren siapa Syah? " Tanya Ilham.
"Senior" Jawab Aisyah bete.
"Tumben di ajak pulang? " Tanya Ilham.
"Dia udah ada di depan, masa iya gak Ais suruh masuk. Kan gak sopan! " Kata Aisyah.
"Gak usah bahas tentang cowok itu tadi ya Mas. Gak penting aja" Kata Aisyah bete.
"Iyalah gak penting, di hatinya udah ada Kakak Rifky hahaha" Goda Ilham.
"Gak usah ngejek" Kata Aisyah mencubit perut Ilham.
Akhirnya sampai di parkiran kampus Aisyah, karena Aisyah membawa barang banyak, helm pun Ilham yang melepaskannya. Nampak dari jauh Keny, Daren, Ayunda dan Taliya memperhatikan Aisyah dan Ilham.
__ADS_1
"Pasangan serasi! Miskin!! " Kata Ayunda seperti orang yang jijik.