
Senin ini, Aisyah mengantar adik adiknya ke sekolah, karena arah sekolah Syakir beda arah. Syakir mengendarai sepeda motor sendiri.
"Kak, nanti kalau kakak pulang lebih awal jemput Abang ya! "Kata Akbar.
"Tumben manja nih kalian berdua, kek Syakir dong. Berangkat sendiri" Kata Aisyah.
"Pengen aja gitu, ngulang masa kecil. Kak Aisyah selalu ada di depan dan samping kita. Berasa kek di lindungi gitu" Kata Kabir.
"Sekarang kalian dah gede, badan aja udah nglebihi Kakak, harusnya kalian dong yang melindungi Kakak" Kata Aisyah.
"Ya udah ya, udah sampai depan gerbang juga. Abang sama Kabir pamit dulu. Assallamualaikum " Pamit Akbar dan Kabir seraya mencium tangan Aisyah (salim).
"Wa'alaikum sallam, belajar yang bener"Kata Aisyah.
Setelah mengantar Akbar dan Syakir, Aisyah pun berangkat ke kampus. Karena di kampus semua sudah mengetahui identitas Aisyah, kini Aisyah mau mengendarai mobilnya. Itu pun karena tadi adik adiknya yang minta di antar.
Ketika di parkiran, tak sengaja ia memarkirkan mobilnya di samping mobil Daren, dan Daren juga baru keluar dari mobil.
"Assallamualaikum Aisyah, cie yang mau lamaran!! " Kata Daren.
"Wa'alaikum sallam, Kak Daren tau dari mana kalau Aisyah mau lamaran" Tanya Aisyah.
"Ada deh, selamat ya" Ucap Daren.
"Makasih ya Kak. Oh ya, gimana keadaan Kak Keny? Udah mendingan? " Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Alhamdulillah udah kok, nanti siang aja udah di bolehin pulang. Jenguk ya?!" Kata Daren.
"Aisyah jenguknya sama adik adik Aisyah yaa" Kata Aisyah.
"Kenapa gak kamu sendiri aja? " Tanya Daren.
"Gak boleh dong. Harus ada yang menemani. Adik adikku gak nakal kok" Kata Aisyah.
"Hehehe kemaren kok sendiri oas jenguk Keny? " Tanya Daren.
"Ih, Kak Daren mulutnya comel deh. Kemaren, Aisyah udah dapat ijin dari calon Aisyah. Sekarang kan gak boleh komunikasi dulu sampai lamaran nanti" Kata Aisyah.
"Gitu ya? Iya deh... Ya udah sana masuk dulu. Ada kelas pagi kan? " Tanya Daren.
"Waalikumsallam ".
-----------
Hari demi hari berlalu,tepat hari ke 6 Aisyah tak mengetahui kabar Rifky yang jauh di sana. Jantungnya berdegup kencang saat ia memikirkan Rifky. Besok adalah hari dimana Rifky melamarnya.
Hujan mengguyur pesantren sore itu, malam minggu kelabu bagi yang punya pacar karena gak bisa malam mingguan, dan malam minggu yang syahdu untuk para jomblo karena doanya terkabul (Katanya..)
Leah dan Mala meracik bumbumbu yang di bantu oleh Kabir dan Syakir untuk besok pagi di masak.
Di tenga hujan lebat itu, Aisyah duduk termenung di sofa ruang tamu, ia terus saja memutar mutar ponselnya, berharap ada pesan masuk dari orang yang sudah lama di tunggunya (Baru juga 6 hari Kak).
__ADS_1
Ruchan dan Farhan juga sedang sibuk dengan urusan mereka di ruang keluarga, Akbar yang melihat Kakaknya duduk sendirian pun mendekatinya.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum Sallam, Abang? "Kata Aisyah.
"Abang boleh duduk? " Tanya Akbar
Aisyah menepuk sofa, memepersilahkan Akbar untuk duduk di sampingnya. Dan ia pun bersandar di bahu Akbar.
"Bentar tak pakai sarung tangan dulu" Kata Akbar memakai sarung tangan. Biarpun mereka sedarah, saudara sepupuan. Tapi tetap saja mereka bukan mahrom yaa. Karena mereka juga tidak berbagi ASI nya Leah.
"Ada apa sih Kak, cerita dong ma Abang? Kan besok mau lamaran, harusnya bahagia dong" Kata Akbar memegang tangan Aisyah.
"Gugup aja Bang, kayak malu gitu mau ketemu Kak Rifky, dah lama juga gak komunikasi" Kata Aisyah.
"Degerin Akbar kak. Kalau kakak gugup, pandang aja wajah Abang yang gantengnya kayak oppa oppa korea ini. Jimmin itu kembaran Abang yang hilang loh" Kata Akbar menyeringai dengan jari telunjuk di pipinya.
"Oppa? Kakek kakek? Kembaran jimmin dari mana? Mbokmu Jawa tulen Bang, Babemu juga orang betawi tulen hadehh. Menghalaunya bikin pengen muntah" Kata Aisyah.
"Hey, cowok Jawa juga ganteng lho kak. Tuh si Dimas Tejdo, penyanyi campur sari. Dia juga ganteng lho, matanya sipit. Abang kan juga matanya sipit nih" Kata Akbar menyipitkan matanya.
"Ya Allah, sadarkanlah adik hamba satu ini ya Allah. " Kata Aisyah menadahkan kedua tangannya.
Ruchan dan Farhan sangat bahagia melihat Akbar yang berhasil mambuat Aisyah tidak merasakan gugup lagi, memang di antara adik adiknya. Aisyah malah lebih akrab dengab Akbar. Karena ia tumbuh bersama dari kecil. Karena Kabir dan Syakir lebih suka tinggal di pesantren bersama Farhan. Walaupun begitu, mereka tetap selalu kompak dalam hal apapun. Meski tetap ada saat mereka bertengkar.
__ADS_1