Gambaran Hati

Gambaran Hati
Perpisahan


__ADS_3

terasa sudah pergantian musim lagi. Tepat bulan ini, Aisyah telah habis kontrak, ia mendapatkan surat izin pindah tugas di kawasan dekat pesantren. Malam ini menjadi malam perpisahan bagi Aisyah dan teman-teman tim Dokter. Aisyah mengajak semuannya makan-makan di resto milik suaminya itu.


"Wah Ica, aku tak tahu jika suamimu memiliki resto yang menu nya sangat unik!" Kata Senior O.


"Iya, apakah ini makanan khas negaramu?" Tanya Min Ah.


"Ahh ini, aku sangat suka ini. Apa namanya?" Tanya Anro


"Satu-satu dong pertanyaannya, Ica kan jadi bingung" Kata Bona.


"Ya Ica, setelah ini kita tidak lagi bisa bertemu, jangan lupakan aku ya, sesekali kau harus kesini menemuiku" Kata Bona.


"Bona, tentu saja aku akan mengunjungimu, kamu sahabat pertamaku disini. Min Ah, Senior O, dan Anro, dan kalian semua adalah keluargaku kan? Jangan lupa juga kalian berkunjung ke negaraku" Kata Aisyah.


Bona dan Min Ah memeluk Aisyah, meski belum lama mereka kenal, namun persahabatan yang mereka bangun juga tidak hanya sekedar se profesi saja.


Begitupun antara Keny dan Yoona, setelah drama yang mereka buat, mereka berdua tetap seperti biasanya, Yoona memang wanita yang tangguh, dia bisa bersikap normal, namun Keny sudah di pulangkan sejak awal oleh Rifky, dan di masukkan ke pesantren selama 3 bulan.

__ADS_1


Yoona telah menemukan cintanya, yakni Senior O. Dan beberapa hari lalu, Aisyah dan Rifky menemui Senior Dae ke penjara dan Aisyah berpamitan. awalnya Senior Dae tidak mau menemui Aisyah karena malu. Namun petugas terus saja di desak Aisyah untuk membujuk Senior Dae agar mau menemuinya.


Senior Dae meminta maaf kepada Aisyah dan Rifky, ia sangat menyesal melakukan perbuatan yang tercela itu, bahkan sampai melukai Aisyah. Dengan besar hati, Aisyah dan Rifky memaafkan begitu saja, karena Aisyah tidak ingin, menaruh dendam kepada siapapun dan hanya ingin pulang ke rumah dengan tenang.


Malam terakhir di Korea, dan segera bertemu dengan kedua anaknya, Aisyah dan Rifky menikmati malam yang sunyi berdua di kamar.


"Sayang," Kata Rifky.


"Iya," Jawab Aisyah.


"Kita bakal rindu deh, suasana Korea, disini gak rame kayak di negara kita" Kata Rifky.


"Dan hebatnya lagi, kamu bisa jadi Dokter dalam waktu singkat, padahal jika dibandingkan umur Bona, kalian selisih tiga tahun kan? Tuaan Bona?" Tanya Rifky.


"Stt jangan ngomongin umur ah, gak lucu hehehehe" Kata Aisyah.


"Yuk, yuk..." Ajak Rifky tangannya mulai nakal.

__ADS_1


"Malu ah" Bisik Aisyah.


"Malu sama siapa? Di rumah kan cuma kita berdua" Kata Rifky.


"Emm, Pengen banget ya?" Tanya Aisyah.


"Iya dong, yuk yuk. Dah lama juga lho gak eem eem" Kata Rifky.


"Apanya yang udah lama, tadi pagi yang minta jatah sambil merengek siapa coba" Kata Aisyah.


"Yaahhh sayang, jangan buka kartu dong. Pengen yuk, buat adik si kembar, cewek lagi aja gimana?" Tanya Rifky mengusel-uselkan kepalanya ke perut Aisyah.


"Ah Aisyah belum siap kalau punya lagi, bukan nya nolak rezeki Allah lho Mas, entah kenapa setelah ini mau fokus ngurus dua kurcil itu, walau nanti sering Aisyah tinggal kerja" Kata Aisyah.


"Kalau Mas minta kamu gak kerja gimana? Cukup ngurus dua belahan jiwa kita itu, biar Mas yang cari rezeki" Tanya Rifky.


"Terus gunanya Aisyah kuliah sampai Korea apa dong Mas," Kata Aisyah.

__ADS_1


"Ah kita bahas lagi besok" Kata Rifky.


Dua anak manusia yang sedang di landa asmara itu pun sedang memadu kasih berdua, menyatukan hasrat dan berenang dalam lautan gelora cinta, menyentuh syahdunya surga dunia. Seakan tak ada lagi yang akan mengganggu mereka untuk menabur dan menanam benih-benih cinta mereka.


__ADS_2