
"Ini yang bakar kamu makan aja sama Ais ya? Ntar kalau adik adikmu minta kasih aja tulangnya ya hahahah. Pokonya yang satu ini buat Abi sendiri. Mamamu gak usah di kasih, biar ngiler" Kata Ruchan tertawa.
"Abi nih, kan kasihan Mamanya Bi. Masa iya gak di kasih, hehehe tapi gak papa Bi. Biar diet dikit hahaha" Kata Rifky.
Ruchan dan Rifky semakin dekat bercerita di mobil, banyak hal yang mereka bicarakan. Termasuk membicarakan kekonyolan Ais dan para kurcacinya.
Sesampainya di rumah, Ruchan langsung masuk ke dapur dan mengambil mangkok untuk gurame asam manis pedasnya. Sedangkan Rifky sedang memanggil Aisyah di kamar.
Leah yang dari kamar mandi pun menyapa Ruchan dan mulai menggodanya agar di beri sebagian gurame itu.
"Wah, emm apa ini Bi" Kata Leah mendekati Ruchan dan mengambil nasi.
"Maaf! Anda siapa ya? Saya gak bisa berbagi makanan dengan orang yang tak saya kenali. Maaf ya, silahkan anda keluar dari dapur hahaha" Goda Ruchan.
"Abi ah... jahat banget. Segini banyak juga, mana ada Abi habis sendirian" Kesal Leah.
"Habis lah, udah sana! Kalau anda mau ya beli sendiri" Goda Ruchan.
"Gak ada jatah nanti malam!" Kesal Leah.
"Waduh, bahaya dong. Iya deh Ma, sini Ma makan sama Abi. Masih anget ini, enak lho" Kata Ruchan mengelus elus tangan Leah.
"Mama maunya Abi cium Mama dulu, baru gak ngambek wes" Pinta Leah dengan manja.
__ADS_1
Di kamar,
Rifky mendapati Aisyah sedang tertidur di kasur, melihatnya jadi tak tega Rifky membangunkannya, pasti Aisyah kecapekan membersihkan seluruh rumah.
Rfiky membangunkan Aisyah dengan ciuman lembut di pipi Aisyah. Aisyah pun terbangun karena ciuman Rifky.
"Mas? Udah pulang dari tadi?" Tanya Aisyah segera bangun dan mencium tangan Rifky.
"Baru aja kok. Kamu dah makan belum Yang?" Tanya Rifky.
"Belum, nungguim Mas lama banget, jadi ketiduran deh. Belum sholat juga " Kata Aisyah.
"Ya udah yuk jamaah dulu, setelah ini makan ya. Tadi Abi sama Mas beli gurame bakar" Kata Rifky mengusap kepala Aisyah.
"Gurame? Waw. Yuk buruan sholat" Ajak Aisyah.
Selesai sholat, Rifky dan Aisyah keluar kamar dan ke dapur untuk menyantap gurame bakar yang sudah di siapkan oleh Rifky di dapur.
Setelah di dapur, Aisyah dan Rifkg melihat pemandangan yang sangat luar biasa, betapa mesranya Abi dan Mamanya itu, bahkan makan pun suap suapan. Sesekali Ruchan mencium pipi Leah.
"Abi! Mama?" Kata Aisyah.
"Eh kalian udah keluar?" Tanya Ruchan kaget dan melepaskan pelukannya dengan Leah.
__ADS_1
"Kalian lanjutin aja, biar Ais sama Mas Rifky makan di ruang tengah aja gak papa. " Kata Aisyah membawa sepirig nasi dan guramenya.
"Kalian cuma makan sepiring?" Tanya Leah.
"Iya Ma, ini cukup kok buat berdua" Kata Rifky canggung.
Sejak menikah, Aisyah dan Rifky jika makan di rumah memang sepiring berdua, dan itu pun sering kali Rifky menyuapi Aisyah.
"Yang" Kata Rifky.
"Iya Mas?" Jawab Aisyah.
"Minta cium dong kek Abi sama Mama tadi" Pinta Rifky dengan wajah penuh harap.
Aisyah kini tak lagi malu malu untuk mencium Rifky, dengan cepat Aisyah mencium Rifky sangat lama sekali. Hingga Kabir dan Akbar pulang pun mereka tak mendengarnya.
"Astaghfirullah hal'adzim!"Teriak Kabir.
Aisyah dan Rifky menjadi sangat grogi karena terkejut, Kabir dan Akbar pun langsung berlari ke dapur. Alangkah terjejudnya lagi mereka, di dapur melihat Abi dan Mamanya lebih mesra dari Kakaknya.
"Ah, nasib bocah!! Yuk Bir, kita ke kamar aja" Ajak Akbar dengan menarik tangan Kabir.
"Kita berdua memang harus pindah malam ini juga ke rumah itu Mas" Bisik Aisyah.
__ADS_1
"Hayuk lah siap siap. Setelah makan tapi, sini Mas suapi" Kata Aisyah.
Kabir dan Akbar sangat kesal, ia capek capek pulang sekolah, haus karena panas. Malah sampai rumah di suguhi hal yang tidak terduga.