Gambaran Hati

Gambaran Hati
Tak Terbayangkan.


__ADS_3

"Ceasy!!" Teriak Aisyah.


"Kakak! Aku sudah siap" Kata Ceasy.


"Hallo Ceasy, udah siap pulang kerumah?" Tanya Leah.


"Sudah Ma, Ceasy gak sabar pengen pulang kerumah" Kata Ceasy bahagia.


Ruchan dan Leah sedang mengurus barang Ceasy, ponsel Aisyah berdering, ia mendapat pesan dari group timnya kalau dirinya harus segera kerumah sakit.


"Ada sih Sayang? Kok wajahnya gitu?"Tanya Rifky.


Aisyah memberitahukan isi pesan itu kepada Rifky, Rifky tersenyum dan bersiap mengantar Aisyah kerumah sakit. Dan sementara menyuruh Ruchan dan Leah untuk pulang ke rumah dulu.


"Maaf ya Ma, Bi. Semestinya ini hari libur Aisyah, tapi ada panggilan darurat gini.Maaf ya" Kata Aisyah.


"Itu kan sudah tugas kamu Kak, ya udah sana. Namanya darurat ya harus cepat" Kata Leah.


"Assallamualikum, dadah Ceasy!!" Kata Aisyah sambil mencium tangan Ruchan dan Leah.


"Waalaikum sallam, hati-hati" Kata Leah.


Setelah itu, Ruchan dan Leah pun mengajak pulang Ceasy ke rumah Rifky terlebih dahulu, karena nanti malam, Aisyah dan Rifky sudah berjanji akan membawa orang tuanya serta Ceasy belanja.

__ADS_1


Di Rumah Sakit.


"Sayang, ini Mas harus nungguin gak?" Tanya Rifky.


"Gak usah gak papa kok, ini kayaknya Bona juga datang deh. Nanti jemput aja ya, kita kan udah janji mau ajak Abi sama Mama belanja" Kata Aisyah.


"Siap cintaku!!"Kata Rifky mengkode untuk dapat ciuman dari Aisyah.


"Assallamualaikum"


"Waalaikum sallam, emm minta kiss juga. Gak dapat!!" Gumam Rifky.


Aisyah berlari cepat menuju ruangannya, sampai disana ternyata semua dalam tim nya sudah berkumpul. Dan mulai topiknya.


Senior Dae ini menyukai Aisyah, sejak awal Aisyah datang ke Rumah Sakit itu, bahkan ia tak memperdulikan setatus Aisyah yang sudah bersuami. Pertemuan kali ini, ia memiliki tujuan jahat kepada Aisyah.


Setelah pembahasan selesai, Aisyah di panggil Senior Dae untuk menemui di ruangannya, tanpa Bona. Ia berkata akan ada hal yang ingin dibicarakan dengan Aisyah secara pribadi.


"Emm Ica, tolong kamu datang ke ruangan saya ya. Hanya kamu saja, ada hal yang ingin saya bicarakan dengamu, ini masalah penting soal Ceasy" Kata Senior Dae.


"Oh, baiklah Senior. Setelah ini saya akan keruangan anda" Kata Aisyah.


"Ica, aku kok merasa ada hal yang buruk yang di rencanakan Senior Dae kepadamu ya? Kamu harus hati-hati loh" Kata Bona.

__ADS_1


"Aku akan hati-hati kok, lihat di ponselku. Ketika aku menekan tombol ini, otomatis langsung bisa menelfonmu dan suamiku. Aku harap jika dia berbuat buruk nanti, kau langsung datang padaku ya" Kata Aisyah.


"Kau ini ngomong apa? Kita adalah sahabat bukan? Aku akan siap siaga untukmu. Udah sana, ingat!! Hati-hati yaa" Peringatan Bona.


Aisyah berjalan menuju ruangan Senior Dae, Senior Dae sudah menunggu disana, tapi lebih anehnya lagi, Senior Dae menutup dan mengunci pintu dan jendalanya. Perasaan Aisyah semakin tidak nyaman.


Senior Dae hanya memakai kaos tipis saja saat itu.


"Senior, kenapa harus di kunci? Dan semua jendela kenapa harus di tutup?" Tanya Aisyah.


"Aku ingin berdua saja denganmu Ica, tanpa ada seorang pun yang mengganggu kita. Ini hari libur kita bukan? Kita nikmati saja berdua disini" Kata Senior Dae mulai mendekati Aisyah.


"Apa yang Senior katakan?Aku sudah menikah, aku akan menikmati masa liburku bersama suamiku. Hal penting apa yang ingin Senior katakan, maka katakanlah, dan aku akan segera pergi dari sini" Kata Aisyah.


"Ica sayang, kamu jangan begitu dong. Aku ini sangat mencintaimu, biarkan aku memulukmu seperti ini yaa" Kata Senior Dae memeluk erat tubuh Aisyah.


"Kya, Senior lepaskan aku, tolooong. Lepaskan aku, aku mohon. Siapa pun di luar tolong aku!!" Kata Aisyah.


Aisyah tak menyangka jika Senior Dae akan berbuat seperti itu, dan ketika Aisyah hendak melawan, ternyata seni bela dirinya tak sehebat seni bela diri Senior Dae. Senior Dae membius Aisyah dan mengikat tubuhnya di sebuah kursi, dan di siramkan wajah Aisyah dengan air, dan Aisyah pun tersadar.


"Apa-apaan ini, tolong lepaskan aku Senior. Aku mohon!!" Kata Aisyah memohon.


Tanpa pikir panjang, Senior Dae mencium bibir Aisyah dengan bringas, dan hendak melepas jilbab Aisyah.Karena Aisyah tak mau di cium, ia pun menggigit bibir bawah Senior Dae hingga berdarah.

__ADS_1


Senior Dae kesal, ia lantas menampar Aisyah hingga tersungkur di lantai se kursinya, ponselnya keluar dari saku jaznya, Aisyah berusaha memencet tombol yang di program di ponselnya, dan menelfon Rifky dan Bona. Melihat panggilannya tersambung, Aisyah pun berteriak minta tolong.


__ADS_2