
"Abang kamu mau ngapain sih? Tidur sana sama Abi!" Kata Aisyah.
"Ahh mereka sedang mengobrol jadi aku gak bisa tidur tau, boleh ya Abang tidur disini. Kebetulan kalian kan tidur dibawah, Abang biar sama si kembar ya tidurnya, janji gak akan ganggu deh. Selamat malam, Assalamualaikum kakakku yang cantik dan kakak ipar" Kata Akbar main masuk saja ke kamar itu.
"Akbar!! Awas saja kamu!!" Batin Rifky kesal.
Apa boleh buat, Akbar sudah terlanjur masuk. Hal yang ingin dilakukan oleh sepasang suami istri pun tak jadi mereka lakukan. Mereka hanya akan tidur saja, setelah beberapa hari menahan nafsu karena ada orang tua dan anak-anaknya datang.
Drtt... Drrtt...
Suara pesan masuk di ponsel Aisyah.
"Jangan mencari ku! Aku pulang ke Swiss malam ini. Aku sangat menyayangimu, tolong bilang kepada Akbar, kalau dia harus pulang sendiri ke Jepang. Sampaikan salam maafku kepada Tante dan Om Ruchan, serta mertuamu. Terutama kepada Akbar. Aku butuh waktu sendiri . Wasallam! "
"Apa-apan ini?" Gumam Aisyah.
Aisyah telah menelfon beberapa kali di nomor Clara, namun tak juga Clara angkat. Akhirnya Aisyah memutuskan untuk menemuinya di rumah, ia membangunkan Rifky dan Akbar, untuk membantu mencegah Clara pergi dan mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi kepada Clara.
Rifky dan Akbar mengetuk pintu kamar Ruchan dan menceritakan tentang pesan Clara itu, Rifky menitipkan Airy dan Raihan lagi sampai masalah selesai.
"Cepat!! Kalian hati-hati ya!" Kata Rifky
__ADS_1
"Assalamualaikum" Salam Rifky dan Akbar bersamaan.
Sementara itu, Aisyah sudah menunggu mereka berdua di mobil, ia melaju sangat kencang ke rumah, namun dirumah tidak ada siapapun.
Lalu Aisyah mencarinya di setiap kamar, bahkan di kamar yang Clara tempati, kopernya sudah tidak ada lagi disana.
"Clara tidak ada disini, dia sudah pergi! Ayo kita bergegas menuju Bandara. Ya kali dia akan pergi ke Swiss dengan cuaca begini ?" Kata Aisyah.
Rifky beberapa kali menelfon Keny namun tidak ada jawaban, tak sengaja mereka bertemu Keny dan Yoona di jalanan seperti orang bingung.
Akbar pun turun dan menyuruh mereka untuk masuk mobil segera. Dan menceritakan tentang perginya Clara. Keny sangat panik, hatinya mulai tak tenang. Wajah bersalah Yoona pun terlihat sangat jelas di wajahnya.
Aisyah menyadari itu dan menanyakan kepada Yoona agar mau bercerita apa yang sebenarnya telah terjadi.
Sesampainya di rumah, Clara di tidurkan di kamar utama rumah Rifky, dan berharap segera sadar dan bisa bercerita mengenai masalahnya, yang tiba-tiba akan kembali ke Swiss mendadak.
"Astagfirullah hal'adzim, sebenarnya apa yang terjadi dengan Kak Clara, tolong ada yang bisa jelaskan padaku?" Tanya Aisyah.
"Iya!! Kenapa Clara bisa semabuk itu?" Kata Rifky.
"Keny!! Kakak Yoona, tolong bicaralah, apa yang sebenarnya terjadi pada Kakakku?" Timpal Akbar.
__ADS_1
"Kenapa kalian berdua hanya dim saja hah? Jawab!!" Bentak Aisyah.
Akhirnya Keny dan Yoona mulai bercerita dengan apa yang terjadi kepada mereka bertiga, bagaiman cinta segitiga itu tumbuh dan kemudian Clara menjadi seperti itu.
"Cinta, cinta, cinta dan cinta. Sudah berapa kali aku bilang, jauhi hal yang mendekatkan kalian dengan zina!" Kata Aisyah marah besar.
"Lalu kenapa Kak Clara bisa memutuskan untuk pergi seperti itu? Apakah kalian jadian dan Clara sakit hati, lalu memutuskan untuk pergi? Jawab!! " Sambung Aisyah.
"Ini semua salah Keny, jika aja......."Kata Calara membela dirinya sendiri.
"Astaghfirullah hal'adzim, Ya Allah Ya Robb" Kata Aisyah memegang kepalannya dan hampir saja pingsan. Untung saja dengan sigap Rifky dan Akbar cepat menangkap.
Akbar menyuruhnya untuk tenang dan sabar. Rifky yang sudah kehilangan kesabarannya pun memukul Keny sangat keras di pipinya.
Bukk...
Tubuh Keny tersungkur.
"Berapa kali sudah ku bilang padamu Ken, jangan pernah mainin hati perempuan untuk kesenanganmu belaka. Hargai mereka seperti kita menghargai Bundha kita Ken, kenapa kamu jadi seperti ini. Tak hanya Clara yang kamu sakiti, namun Yoona juga menjadi korban harapan palsu itu " Kata Rifky dengan emosi yang meledak-ledak.
Keny mengakui kesalahannya, ia menyadari semua itu. Maka dari itu dia tak melawan dengan semua yang Rifky lakukan.
__ADS_1
Menjadi seorang kakak itu tidak mudah, menanggung beban yang sangat berat untuk panutan untuk adik-adiknya. Bagaimana harus bersifat adil kepada adik lainnya, bagaiamana harus memperingatkan jika adiknya salah tanpa harus menyinggungnya. Namun di balik itu, seorang kakak tetap lah seorang kakak, yang tak pernah tega melihat adiknya dalam kesusuha