
Pagi itu, Rifky berangkat untuk pulang ke kampung halamannya. Aisyah sangat berharap pernikahan mereka gak akan lama lama lagi, karena menurut Ruchan dlam waktu 2 bulan ini adalah waktu yang untuk orang nikahan.
"Aku pulang dulu ya Wel, makasih loh kamu udah mau nganterin aku sampai stasiun kayak gini. " Kata Rifky.
"Gak papa kok kak, lagian kan hari ini aku gak ngampus" Kata Aisyah.
"Loh kenapa? "Tanya Rifky.
"Tadi pagi, aku di kabarin sama Kak Daren, kalau Kak Keny udah sadar. Dan.........." Aisyah tak sanggup menyebut nama Keny di depan Rifky. Namun Rifky mengerti hal itu. Aisyah menunduk, Rifky tau arti Aisyah menunduk itu.
"Wel, kok nunduk sih. Kalau kamu mau jenguk Keny, gak papa kok. Aku seneng lagi, kamu jujur kayak gini Wel" Kata Rifky tersenyum.
__ADS_1
"Kak Rifky gak marah?, gak seharusnya sih aku bilang tentang Kak Keny, sedangkan hubunga kita...... Dan waktu kemaren sama Ayunda..... " Kata Aisyah gugup.
"Bawelku ini, gak papa dong, bagaimanpun juga, dia kan terbaring di rumah sakit karena nyelamatin kamu kan Wel. Hmmm? " Kata Rifky.
"Tapi dia menyukai ku Kak! " Kata Aisyah.
"Wajar dong kalau dia menyukaimu, kamu perempuan dia laki laki, kamu juga pantas untuk di perjuangkan. Aku sangat bersyukur kamu memilihku Wel, kamu jenguk aja dia, jelasin apa yang perlu di jelasin. Dan jangan jelasin jika itu akan menyakiti hati kita bertiga. Paham kan Wel? " Tanya Rifky lembut.
"Wel, kamu tau gak.Apa yang bisa bikin aku bahagia, dan yang bisa membuat aku sedih akan kamu! " Tanya Rifky.
"Maksud Kak Rifky? " Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Aku akan bahagia jika kamu bisa tersenyum seperti awal kita bertemu dulu, dan bahagia bersamaku. Aku akan sedih, jika aku gak bisa ngrobohin dinding besar yang menghalangi kita untuk bahagia bersama di masa depan yaitu kata "Belum Muhrim". " Kata Rifky.
"Aku akan tunggu kabar baik dari Kak Rifky untuk menyempurnakan iman kita. Kereta nya dah datang, hati hati ya Kak. Salam buat bundha" Kata Aisyah.
"Iya Wel, aku akan segera datang dan memberi tahu keseluruh dunia hari baik itu. Assallamualaikum, kamu hati hati ya pulangnya" Kata Rifky masuk ke kereta, dan melambaikan tangannya.
"Wa'alaikum sallam"Aisyah membalas lambaian tangan Rifky sampai kereta nya sudah jauh, dan Aisyah pun baru pulang.
Ketika Rifky pergi, Aisyah merasa ad bagian dalam dirinya juga pergi, baru beberapa menit tak bertemu Rifky, membuat Aisyah sangat merindukannya.
"Ya Allah, beginikah nikmat-Mu memasangkan pasangkan umat-Mu. Rasa cinta, rasa rindu ini, membuatku ingat akanku merindukan Baginda Nabi Saallahu 'Alaihiwasallam, sedalam itukah perasaanku? Lalu perasaan apa yang ku miliki untuk Kak Keny? Apa hanya sebatas rasa kalau aku memiliki hutang budi padanya? Ingin bertemu lagi dengannya saja aku tak mendambakannya" Batin Aisyah.
__ADS_1
Di perjalanan pulang, ia teringat jika pagi ini Daren bilang Keny sudah sadar dan ingin bertemu dengannya. Awalnya Aisyah tak ingin lagi berurusan dengan Keny, namun dari pengertian Rifky dan atas izin Rifky, ia pun bersedia menjenguk Keny lagi.