
Malam itu sebenarnya sudah larut, tapi Rifky maklum jika keluarganya masih akan terus bertanya kemana dia pergi selama ini. Dan Rifky pun dengan senang hati menjawab semua pertanyaan mereka.
"Siapa dulu yang mau bertanya nih?" Tanya Ruchan.
"Abang dulu, karena semenjak Kak Iky pergi. Aku yang selalu nemenin Kak Ais pergi kemana aja gantiin dia, bahkan kalian tau gak? Bidannya Kak Ais sampai bingung waktu itu. Katanya banyak banget cowok yang nganterin dia periksa. Kesel deh, tapi semua itu terbayar karena aku pasti yang akan lebih di sayang sama baby twins nya Kak Ais" Kata Akbar.
"Pertanyaannya mana Bang? Malah curhat" Kata Kabir.
"Oh iyo, lupa. Kak Rifky kemana aja selama sembilan bulan ini?" Tanya Akbar.
"Ok! Jadi gini ceritanya. Sembilan bulan lalu, tepatnya setelah malam Aisyah sama Keny pulang ke Jogja, aku mau nyusul. Tapi di tengan jalan yang sepi, ada segerombolan pemuda, yang aku ingat itu 4 orang, bersepeda motor 2 mengadangku. Dompet, ponsel mereka ambil." Jelas Rifky.
"Stop! Kabir tanya!"Kata Ruchan.
"Apa kak Iky korban begal? Ah aku gak bisa serius gini. Gini kak, sembilan bulan lalu, kita semua pagi pagi udah di kasih kabar aja kalau mobil Kak Iky itu nambrak pembatas jalan, dan di duga sopirnya mabuk. Kita semua kaget dong, Kak iky mabuk?" Tanya Kabir.
"Ck, pertanyaan apa itu Kabir" Kata Leah.
__ADS_1
"Udah Ma, jadi gini. Aku memang tongkrong dengan beberapa pemuda yang gak aku kenal. Mereka sedang mabuk. Singkat ceritanya setelah aku di begal, aku mau melawan dong, tapi ternyata mereka membawa senjata tajam, entah itu pisau, atau clurit aku gak ingat" Kata Rifky.
"Kak Iky di tusuk?"Tanya Syakir.
"Iya, ini bekas jahitannya" Kata Rifky memperlihatkan bekas tusukan itu.
"Astaghfirullah hal'adzim, lalu bagaimana kamu bisa selamat dan menghilang Bro?" Tanya Ruchan.
"Sepasang suami istri yang menolongku, sebenarnya mereka membawaku ke rumah sakit di kotaku waktu itu, setelah Lima jam tubuhku membaik, mereka bawa aku ke Batam. Karena mereka tidak tega melihatku terkapar sendirian tanpa identitas apapun. Karena mereka juga pernah kehilangan anaknya sewaktu di begal juga. Mereka tau ketika membawaku adalah kesalahan, tapi dengan mereka merawatku, aku bisa pulang sembuh dan pulang sendiri ke sini" Jawab Rifky.
"Lalu? Kenapa setelah sembuh kamu tak juga kembali?" Tanya Leah.
"Banyak lah, terus?"Kata Akbar.
"Selama tiga bulan aku kerja di sana, kumpulin uang, saat udah waktunya mau pulang. Si istri yang menolongku ini sakit, mau gak mau uang itu aku pakai dong buat ngobatin, mengingat aku sudah di tolong oleh mereka sejauh ini" Kata Rifky.
"Total tujuh bulan, yang dua bulannya lagi?" Tanya Kabir.
__ADS_1
"Satu setengah bulan aku kerja, cukup buat ongkos aja. Aku pulng dulu ke Jawa Timur, ternyata rumah itu sudah kosong. Tentangga bilang Tante Mery dan anaknya sudah masuk ke penjara karena kasus pembunuhan Bundha Rani dan Omku meninggal karena depresi dan gantung diri. Aku memutuskan untuk menjual rumah itu, dan juga melihat dulu semua usahaku. Alhamdulillah usahaku lancar semua." Jelas Rifky.
"Lalu setelah rumah itu terjual, aku pulang ke Jogja, waktu itu aku bertemu dengan Keny, bukan ih, Keny yang nemuin aku. Dia cerita segala hal yang telah terjadi. Dan lebih bahagiannya aku, aku menitipkan istriku, cintaku kepada orang yang tepat. Keny adalah adik kandungku, dan yang mengungkap itu juga istriku. Makasih ya " Kata Rifky mengusap kepala Aisyah.
"Ayo Aisyah mau bertanya apa? Kita semua mau tidur, itu jawaban Rifky sudah padat dan jelas. Ayo semua" Kata Ruchan memberi ketiga jagoannya kode untuk memberi waktu berdua untuk Aisyah dan Rifky.
"Malam Kak Ais" Kata Akbar.
"Assallamulaikum"
"Waalaikum sallam"
"Kamu mau bertanya apa Yang?"Tanya Rifky.
"Are you ok?" Tanya Aisyah menangis.
"No! Aku sakit saat aku jauh darimu Aisyah, hati ini sangat sakit. Aku jauh dari istriku, mengingat kita adalah pengantin baru dan harus berpisah seperti itu Yang. Aku hanya memikirkan keadaan dan perasaannmu saat itu, aku takut kamu benci dan marah sama aku. Waktu itu juga aku gak hafal nomor siapun, maafin aku sayang. Saat aku sadar, nama yang aku cari hanyalah kamu dan Keny. Jangan nangis dong, kasihan dedeknya nanti ikut nangis" Kata Rifky mengusap air mata Aisyah.
__ADS_1
Rifky memeluk Aisyah penuh cinta, sembilan bulan bukan waktu yang singkat untuk mereka, perpisahan itu, kini di persatukan lagi oleh kebahagian akan kehadirannya Baby Twins di antara mereka, semoga mereka tak lagi terpisahkan hingga maut memisahkan mereka.