Gambaran Hati

Gambaran Hati
Aisyah Jangan Di Lawan.


__ADS_3

"Kak Iky mau jika harta peninggalan Tante Rani jatuh ke tangan kami? Kak, kita bisa mengelola bersama sama usaha butik Tante Rani loh, kita nikah yuk!"Kata Yeni.


"Ck, ayan nih bocah. Aku udah punya istri Yeni, Tante. Dan dialah yang akan menjadi satu satunya istri aku, Ok!! Jelas? Dan jika kalian mau ambil semua harta Bundha, monggo silahkan kalau kalian punya bukti pengalihan atas harta Bundha" Kata Rifky.


"Iky, Yeni itu cantik lho, dia akan pas jadi istri Iky, dibandingkan dengan siapa itu, Aisyah" Kata Tante Mery.


"Itu menurut Tante kan? Menurut aku, Yeni itu B aja! Dan Aisyah AA+++++++. Harta bisa aku cari, tapi istri dan keluarga seperti mertuaku susah di cari." Kata Rifky.


"Dan ngomong-ngomong soal harta. Harta mereka sangat banyak kok, bahkan aku sendiri pun tak mengetahui aset mereka. Tapi dengan gaya mereka yang sederhana, itu sudah membuatku bahagia. Aku mencintai istri dan keluarganya. Dibandingkan dengan kalian yang bukan siapa siapaku. Permisi" Kata Rifky yang sudah menahan kekesalannya tingkat internasional.


Aisyah tak sengaja mendengar percakapan mereka. Ia bangga dengan suaminya, yang tetap memilih istrinya dari pada harus menghianati dengan menikahi adik sepupunya.


Aisyah berfikir, ini bukan akhir dari konflik antara Yeni, Yante Mery dan Rifky. Pasti nanti dirinya pun akan ikut dalam target kejahatan mereka berdua.


Kini Aisyah tau bagaimana cara untuk melindungi diri dari mereka berdua, ia juga harus berani, memperlihatkan siapa dirinya. Karena bagaimana pun juga. Posisi Aisyah lebih tinggi dari pada Yeni, karena Yeni adalah adik sepupu dari Suaminya.


Pagi-pagi sekali rombongan keluarga Aisyah sudah pulang, peziarah juga terus saja berdatangan hingga hari ke 7 masih saja ada yang ziarah. Karena di daerahnya, Bundha Rani sangat terkesan baik dan bijaksana, mudah bergaul dengan siapa saja.

__ADS_1


Malam setelah tahlil terakhir 7 hari, rumah mulai sepi. Tenda di depan rumah juga sudah di lepas, semua warga juga sudah mengembalikan barang barang yang khusus untuk acara desa ke pos kampling.


Mulailah aksi Yeni dan Tante Mery untuk menindas Aisyah. Tanpa sepengetahuan Rifky, karena Rifky sedang keluar sebentar bersama Omnya untuk mengurus biaya pemakaman ke kepala desa.


"Heh Aisyah, jangan sok jadi nyonya besar ya di keluarga ini? Mungkin kamu adalah princeses di..." Kata Tante Mery


"princess Tante, bukan Princeses" Kata Aisyah.


"Kamu berani menyela pembicaraan saya? Awas kamu ya, sekarang juga bersihkan wc tamu!"Kata Tante Mery menggenggam tangan Aisyah dengan sangat keras.


"Kenapa mesti saya? Ada Mbak juga kan di sini? Tante berusaha membuat saya menjadi bawang putih disini? Atau Cinderella? Gak akan mungkin Tante, ini rumah mertuaku! Bukan rumah Tante!" Kata Aisyah menghempaskan tangan Tante Mery dengan sangat keras.


"Lo diem! Kalau Lo gak mau diem, Gue bisa saja menghapus alis sulam Lo itu menggunakan tipe-x ini!" Gertak Aisyah, yang memang dirinya sedang membawa tipe-x untuk menandai piring dan sendok.


"Apa!?"Kata Tante Mery dan Yeni bersamaan.


"Kenapa? Gak nyangka saya punya sisi ini? Mangaknya kalian gak usah macam-macam dengan saya. Atau kalian akan melihat ini!" Kata Aisyah menunjukkan sebuah video ketika dirinya berlatih bela diri.

__ADS_1


"Lo bermuka dua? Idih, jijik gue sama Lo!" Kata Yeni.


"Gue lebih jijik dengan muka plastik Lo, kecil kecil udah main plastik, gedenya mau di gimanain?Pake kayu?" Bisik Aisyah.


"Lo kejam! Gue akan ngaduin sifat Lo ini ke Kak Iky gue!" Ancam Yeni.


"Silahkan ndoro putri?"Kata Aisyah tersenyum.


"Ayo Yeni kita pergi, bahaya dekat dia lama lama" Kata Tante Mery menarik Yeni masuk ke kamarnya.


"Astaghfirullah hal'adzim, Laa haulawalla Quwatailla billah. Ampuni aku Ya Allah, aku melakukan semua ini agar mereka tak semena mena denganku. Aku harus cerita sama Mas Iky setelah dia pulang nanti." Gumam Aisyah.


Aisyah masuk ke kamar Rifky dan bersih bersih diri, merapikan kamar dan ganti baju. Tak lama setelah itu, Rifky dan Omnya pun pulang. Dengan sigap, Aisyah menyambut Rifky dengan hangat dan secangkir Teh hangat untuknya.


Ketika Yeni dan Tante Mery ikut keluar, tatapan Aisyah kembali sinis ke mereka berdua, mereka pun hanya diam saja dan merasa takut. Rifky melihat semua itu dengan sangat jelas.


Ia memang tak risau meninggalkan Istrinya dengan dua wanita itu, melihat tingakah Yeni dan Tante Mery membuatnya tertawa dalam hati. Rifky menyuruh Omnya membawa Tante Mery istirahat.San meninggalkan Yeni bersama dengan Aisyah dan diriny.

__ADS_1


"Pasti sudah terjadi sesuatu di antara mereka bertiga. Lucu sekali, mereka seperti takut dengan Bawelku ini. Bagus-bagus hahahaha" Batin Rifky.


Setelah minum teh, Aisyah mengajak Rifky untuk istirahat, Aisyah senagaja bersikap manaj di hadapan Yeni, dan Yeni pun terbakar api cemburu.


__ADS_2