Gambaran Hati

Gambaran Hati
Akhirnya Setuju.


__ADS_3

Setelah makan, Aisyah mengajaka Rifky dan si kembar pulang ke rumah, namun Leah masih ingin bermain dengan kedua cucunya itu. Aisyah jadi tidak tega membawa Airy dan Raihan pulang, yang aslinya Raihan aja sedang tidur.


Awalnya Aisyah tak ingin meninggalkan meraka berdua, namun dalam fikirannya, kali ini akan membahas tentang keberangkatannya ke Korea hanya dengan suaminya saja.


Akhirnya Aisyah pun melepas Si kembar agar di rumah Mama nya terlebih dahulu, dan akan mereka jemput sore nanti setelah memutuskan keputusan.


"Udah dong jangan cemberut mulu ih, ntar cantiknya ilang loh! Senyum dong Tayangnya akuhh.." Goda Rifky.


"Aisyah memang gak cantik kan? Nyesel nikah sama Aisyah huftt pusingnya" Kata Aisyah nge gas.


"Lah, kena semprot nih. Kamu lagi dapet ya?" Kata Rifky.


"Mas!!" Kata Aisyah.


"Aduh aku khawatir ini dia kena baby blues ini. Gimana ya cara menanganinya, cek dulu si mbah google lah" Batin Rfiky.


"Kalau nyetir jangan mainan Mas, bahaya tau. Gak sayang sama anak istri?" Kesal Aisyah.


"Aisyah juga lagi gak dapet, lupa semalam dan tadi pagi habis menghajar Aisyah habis-habisan?" Sambung Aisyah.


"Lah, ya maaf. Maaf ya cinta, gak lagi deh" Kata Rifky.


Sesampainya di rumah, Aisyah masih terlihat seperti orang yang sedang bingung. Ia ingin menggapai cita-citanya, walau tak harus ke Korea, tapi dia ingin sekali ke Korea. Dalam hatinya masih belum bisa meninggalkan dua sepasang malaikat yang baru tiga bulan hadir di kehidupannya itu.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'adzim, pusingnya" Kata Aisyah di ruang tamu dengan menyenderkan kepalanya ke sofa.


"Jangan di ambil pusing lah sayang, kita ambil tengah-tengah aja gimana? Kamu berangkat ke Korea sendiri, dan Mas yang ngurus si Kembar gimana, biar kamu gak kepikiran terus soal anak-anak." Kata Rifky merangkul Aisyah.


"Ya gak bisa gitu dong, suami istri itu gak boleh pisah kalau masih ada ikatan suami istri Mas, lagian sebelumnya kita udah pernah terpisah selama sembilan bulan, Aisyah gak mau lagi pisah sama Mas Rifky." Kata Aisyah.


"Ya terus gimana dong, kan malah bagus kalau orang tua menawarkan diri mau merawat anak kita. Kita kan gak niat nitipin, lalu kamu bisa kuliah dengan tenang di sana sayang" Kata Rifky.


"Peluk!" Kata Aisyah melebarkan tangannya.


"Boleh dong, sini"Kata Rifky memeluk Aisyah dengan erat.


"Jangan erat-erat gitu dong, Aisyah gak bisa nafas"Kata Aisyah.


"Emmm maunya ah" Kata Aisyah menjauhkan wajahnya.


"Yuk, mumpung anak lagi di rumah Abi" Ajak Rifky.


"Mas, tadi malam dah dua kali loh, terus pagi kan juga iya. Masa iya gak capek sih?" Tanya Aisyah.


"Ya gimana lagi, namanya aja pengen. Lagian waktu itu nahan sampai sembilan bulan loh, hadeehhh" Kata Rifky.


"Ya itu karena kita lagi berpisah, gak sengaja juga kan pisahnya?" Kata Aisyah memukul dada Rifky.

__ADS_1


"Hayuk mangakanya lagi, yuk, yuk sayang. Hayuk lah" Ajak Rifky tak sabar.


Aisyah mengangguk tanda setuju, Rifky pun menutup pintu depan, lalu menggendong Aisyah ke kamar sambil berciuman. Di rebahkannya Aisyah secara perlahan.


"Aman gak nih? Siang siang gini? Nanti kalau ada tamu gimana?" Kata Aisyah.


"Sstt kita nikmati aja" Bisik Rifky.


Rifky mulai menyelimuti tubuh mereka berdua, dan membuka hijab Aisyah, mencium aroma wangi rambut Aisyah membuat Rifky semakin bergairah.


Diciumnya pipi dan leher Aisyah, serta tangannya membuka seluruh pakaian, dan mereka pun melakukan hubungan itu di siang hari tanpa terfikirkan akan ada tamu atau enggaknya, karena akhir akhir ini, Rifky terus saja kedatangan tamu para sahabat jauhnya yang ingin melihat baby twins mereka.


"Jadi gimana? Setuju?" Bisik Rifky dengan nafas terengah-engah.


"Aisyah fikirkan lagi ya" Kata Aisyah.


"Iya deh" Kata Rifky memeluk Aisyah.


Setelah kemesraan itu berlalu, mata Rifky seakan terasa berat dan ingin tidur sebentar, namun suara memberi salam mengganggu mata ngantuknya Rifky.


"Assallamualaimum......."


Siapakah tamu itu?

__ADS_1


__ADS_2