Gambaran Hati

Gambaran Hati
Rabu Pagi.


__ADS_3

Setelah selesai memasak, Aisyah merapikan meja makan untuk sarapan semua orang di rumah. Hari ini ia nampak sangat gembira, karena Rifky akan menemuinya langsung ke rumah. Dan pamit kepada Ruchan dan Leah untuk pergi jalan jalan keliling kota Jogja.


"Wahh ini mah makan pagi, bukan sarapan namanya"Kata Kabir.


"Makan pagi? Sarapan? Tunggu!! Makan pagi dan sarapan itu sama sama di kerjakan pagi hari sebelum aktifitas. Apa bedanya ya?? " Kata Syakir berfikir.


"Gak usah kebanyakan mikir. Makan aja susah amat. Sekakian mau buat bekel hehehe" Kata Akbar.


"Abang mau bawa bekel? "Tanya Ruchan.


"Iya Bi. Emang kenapa? " Tanya Akbar.


"Gak salah? Abi mana pernah tau kamu bawa bekel ke sekolah? Cowok kelas 12 masih bekel? " Tanya Abi heran.


"Abi gak tau ya? Anak anak kita kan masih pada bawa bekel dari rumah" Kata Leah mengambilkan nasi untuk Ruchan.


"Masa sih? Sejak kapan? " Tanya Abi.


"Nih bekel kalian. Hari ini khusus jadi speseial. Jangan lupa habisin, setelah habis langsung cuci. Jangan lupa bawa pulang.Tupperwere jaman sekarang mahal mahal semua" Kata Aisyah membagikan kotak makan untuk adik adiknya.

__ADS_1


Ruchan masih heran dengan Akbar dan si Kembar, karena sangat menurut dengan Aisyah. Memang ia yang mengajarkan tentang arti Kakak untuk seorang adik. Namun Ruchan tak menyangka jika sampai hal sekecil "Bekal" pun mereka masih menurutnya, sedangkan usia mereka sudah memasukki tahap dewasa.


"Wah enak banget ayam gorengnya. Kak boleh nambah? " Tanya Kabir.


"Boleh lah, ambil semaumu"Kata Aisyah santai.


"Yey ada jenang sagu kesukaan Abi. Kakak yang bikin juga? " Tanya Ruchan.


"Iya dong, habisin, habisin "Kata Aisyah.


"Ada acara apa ini, tumben sarapan aja seheboh ini? "Tanya Leah.


"Kalian bisa diem gak saat makan. Dasar bocil tengil. Buruan makan!! Gak usah banyak nanya!? "Kata Asiyah tegas kepada adik adiknya.


Ruchan dan Leah hanya tertawa kecil melihat wajah ketiga anak laki lakinya itu. Baru saja sok gaya, keluarlah auman singa betina langsung ketakutan diam dan tenang.


"Kakak kok gak bawa tas sih? Emang hari ini gak ada kelas kah? "Tanya Leah.


"Gak ada Ma, kelasnnya nanti siang. Oh ya, Mama sama Abi udah rapi banget mau kemana? " Tanya Aisyah.

__ADS_1


"Tuh Kak Ais boleh ngomong"Kata Kabir.


"Bisa gak, jika orang tua dan kakak kamu sedang bicara gak usah nyela. Itu gak baik!! cepay makan!! " Kata Aisyah mengerutkan dahinya.


"Iya Kak. Maaf Ma"Kata Kabir cemberut.


"Hari ini, Abi sama Mama mau ke Bandung nengok nenek kamu di sana. Kembaran almahrumah Uminya Abi. Masih ingat kan?" Kata Ruchan.


"Trus Abi sama Mama pulangnya kapan? " Tanya Aisyah.


"Mungkin 2 hari lagi. Sekalian Mama mau ngasih kabar kalau 2 minggu lagi, Anak gadis Mama mau nikah"Goda Leah.


"Yahhhh... " Kata Aisyah lesu.


"Ma, Pa, Kak. Kami berangkat dulu ya. Dah mepet jam nya. Assallamualaikum " Kata Akbar berpamitan kepada orang tua dan kakaknya.


Tak lupa mereka bertiga mencium tangan kedua orang tua dan Kakaknya. Setrlah itu mereka berangkat di antar oleh Farhan. Karena kebetulan mereka sedang di hukum oleh Aisyah karena kemaren telah membiarkan Syakir menyetir mobil.


Hukuman yang Akbar dan Syakir terima, juga berimbas kepada Kabir. Membuat Kabir kesal dan agak ngambek kepada Aisyah. Ngambeknya Kabir masih bisa di atasi dengan banyak makanan. Jadi Aisyah tidak perlu risau jika Kabir marah.

__ADS_1


__ADS_2