Gambaran Hati

Gambaran Hati
Akbar!


__ADS_3

Pagi ini, Akbar tak semangat sekolah. Entah kenapa ia sangat rindu akan kebersamaannya bersama dengan Aisyah. Kali ini Akbar tak lagi mengagumi Mia lagi, entah kenapa ia hanya ingin fokus belajar dan mengejar cita-cita.


"Assallamualaikum Akbar, boleh minta tolong gak" Kata Mia lembut.


"Waalaikum sallam, minta tolong apa ya?" Tanya Akbar.


"Boleh aku duduk di samping kamu gak? Aku mau nanya tentang pelajaran yang ini. Aku gak tau cara menjawabnya" Kata Mia


Setelah Aisyah menikah, Akbar dan Syakir menajadi cowok yang dingin di sekolah, namun tidak saat mereka di rumah.


Akbar dan Syakir berfikir, mereka takut jatuh cinta pada usia muda, ada hal banyak yang harus di lakukan waktu usia muda. Mereka juga ingin mengejar cita cita masing masing. Menikah di usia matang sangatlah ideal.


Karena seperti yang dikatakan Aisyah. Laki laki itu harus berani mental dan benar benar siap dalam menjalani kehidupan rumah tangga.


Karena menikah bukan hanya bermodalkan cinta, Akbar harus terus belajar lebih dalam tentang agama terlebih dahulu. Dan ia ingin menitih karir juga untuk masa depannya.


"Sudah kan? Bisa kamu kembali ke tempatmu? Aku gak nyaman jika kita duduk berdampingan seperti ini!" Kata Akbar.


"Kamu kok berubah sih?"Tanya Mia.


"Ada kala nya seseorang harus berubah kan? Maaf ya, ku harus kembali ke bangkumu" Kata Akbar dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


Mia heran dengan Akbar, akhir akhir ini ia berubah, bukan hanya Akbar. Kabir pun yang sering membuat onar di kelas sekarang juga lebih pendiam.


"Apa yang terjadi dengan mereka ya?" Batin Mia


"Aku harus ingat kata kata Kak Ais. Laki-laki itu harus mampu menafkahi dan mendidik wanita yang akan menjadi istrinya kelak. Jadi aku harus rajin belajar dan berusaha mulai sekarang"Gumam Akbar.


Saat bel pulang berbunyi, biasanya Akbar dan Kabir akan mampir dulu ke kantin, namun saat ini. Mereka akan langsung pulang dan mengikuti kegiatan pesantren seperti sebelumnya.


"Kamu kenapa?"


Pesan masuk dari Mia, Akbar hanya tersenyum dan balas chat Mia secara langsung.


"Santai Bray, ntar kabari aja ya. Pas waktunya ini, hari ini gue ajak mancing di belakang rumah gue nanti. Ok Ok!"Kata Farhmi.


"Yoi Bro, pokokknya nanti kaba kabar lagi aja ya?"Kata Devan, teman kelompok Akbar juga.


"Emm aku gak ada motor, siapa yang bisa jemput aku nanti?"Tanya Mia.


"Gue yang akan jemput Lo," Kata Lala. teman kelompok Akbar juga.


"Gue duluan ya Bray. Assallamualaikum. Bir!! Otw "Teriak Akbar.

__ADS_1


"Duluan Bang, tunggu di parkiran ya?" Kata Kabir.


Mia merasakan perubahan Akbar yang begitu drastis. Apa penyebab Akbar berubah, yang dulu suka lembut terhadap Mia, kini acuh tak acuh padanya.


Sampai dirumah, Akbar pun tiduran di kursi tamu depan. Ia teringat akan hal yang di katakan Sandy 2 hari yang lalu.


Kata Sandy.....


"*Bang, kamu harus ikut Papa ke Jepang, kamu bisa kulaih disana. Ini semua sudah Papa bicarakan dengan Abi dan Mamamu"


"Kamu anak Papa, walaupun kamu di adopsi dan di besarkan oleh Abimu, tapi Papa juga ingin memberikan yang terbaik untukmu"


Kata Ruchan*....


"*Apa yang Papamu katakan ada benarnya Bang, kamu harus maju, Abang tenang saja, dimanapun Abang berada, Abilah tempat Abang pulang. Turuti apa kata Papamu ya Bang, Abi akan selalu mendoakan akan masa depanmu"


Kata Leah.....


" Abang sayang kan sama Mama? Ini bukan paksaan dari kami, tapi semua ini hanya untuk masa depanmu, biarkan Papamu merasakan merawatmu dengan baik nak. Selamanya Abang akan tetap menajadi putra kesayangan keluarga ini*."


Setelah lulus SMA, Akbar harus mengikuti Sandy ke Jepang menuntut ilmu di sana. Ruchan dan Leah memberi Sandy kesempatan untuk bisa merawat dan bersama dengan anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2