Gambaran Hati

Gambaran Hati
Kedatangan Ruchan.


__ADS_3

Alarm waktu sholat telah berdering, seperti biasa. Aisyah membangunkan Delia untuk sholat subuh berjama'ah. Walau mereka di negri orang, sholat itu tidak boleh terlupakan, atau di tinggalkan secara sengaja.


Cahaya mentari di Jepang menembus di ventilasi udara di dapur, Aisyah dan Delia sedang memasak bersama pagi itu. Sandy juga belum berangkat ke rumah sakit, sehingga ia bisa menggoda kedua keponakannya itu.


"Waah enaknya ya kalau punya anak perempuan?? Ada yang masakin!! Kangen nih sama masakannya Kakak. " Kata Sandy.


"Makanya nikah dong Om??! " Kata Aisyah.


"Nikah perkara mudah, jodohnya yang susah. Om juga belum bisa move on dari Mama nya Akbar" Kata Sandy.


" Hayooo, siapa yang nyebut naman Abang? " Kata Akbar yang baru saja masuk dapur.


"Wah nongol orangnya" Kata Delia.


"Rapi amat pak? Mau kemana? " Tanya Sandy.


"Mau cari yang bening dong hahaha Astaghfirullah hal'adzim " Receh Akbar.


"Jaga tuh mata, inget sama Dedek Mia mu" Kata Aisyah.


"Mia? Mia siapa? " Tanya Delia.


"Abang punya gebetan?? Anak siapa? Hebat " Goda Sandy.


"Kakak!! kita gak best brother dan siister lagi Jauh jauh dari akoh" Kata Abang memakan gorengan yang Aisyah staruh di dekat kompor.


"Akoh? sejak kapan Abang pakai bahasa kek gitu? " Tanya Aisyah.


"Jurus menghilangkan diri, dari pertanyaan pertanyaan konyol kalian tentang siapa Mia. Assallamualaikum " Kata Akbar keluar dari dapur.


"Ih, tuh anak Om lagi jadi bucin. " Kata Delia.


"Ketularan sama Kakaknya, siapa lagi? " Kata Sandy.


"Siapa? bucin juga makanan apa itu? " Kata Aisyah ngelak.


Pagi itu, sudah hal biasa keluarga Aisyah bercanda ria. Walaupun mereka taat agama, namun tak membuat mereka hidup serba tidak boleh. Aturan dan larangan agama mereka taati, namun mereka tetaplah anak anak jaman modern yang tak luput dari dunia sosmed.


Walau tak mengumbar foto, namun Aisyah menggunakan jejaring sosial media dengan kata kata mutiara, dan catatan hatinya.


"Alhamdhulillah udah selesai, gih sana panggil yang lain" Kata Aisyah.


"Foto dulu, aku upload ke instatory ku, sekalian resepnya tadi ya, tulisin " Kata Delia nyengir.


"Foto mulu. Aku panggil yang lain dulu ya" Kata Aisyah.


"Iya Kakak galak, Jadi cewek galak banget sih" Kata Delia.


Pagi itu, mereka sarapan tidak di temani Sandy, karena Sandy ada panggilan darurat di rumah sakit. Canda tawa menghiasi meja makan saat itu.


"Kalian kalau belum selesai makan diam dong, gak baik tau cekikikan di depan rezeki. Terutama kalian berdua, guyon (bercanda) aja. Selesaiin dulu makan nya, baru bercanda dab pengan gadget " Kata Aisyah.


"Iya Kaka" Jawab Delia dan Akbar.

__ADS_1


"Di depan Rifky lemah lembut, di depan adek adeknya kayak..... " Kata Ilham.


"Kayak apa? Mau bilang kayak singa. Mas Ilham? Makan cepat, baru bicara, kesel deh" Kesal Aisyah.


Semua hanya bisa menahan tawa dalam hati, mereka tetap menurut apa kata Aisyah. Tetutama Ilham yang sering kalah dengan Aisyah, padahal umur Ilham jauh lebih tua dari Aisyah.


"Assallamualaikum "


" Wa'alaikum sallam, siapa tuh yang datang di jam segini? " Kata Akbar.


"Emm kalian lanjutin makannya, Kakak yang buka. Mas Ilham, duduk yang rapi " Kata Aisyah.


"Iya adikku yang bawell " Goda Ilham.


Tamu itu adalah Rifky, ternyata Rifky benar benar menjemput Aisyah di rumah Sandy. Dari Aisyah yang galak untuk adik adiknya, kini ia berubah menjadi Aisyah yang lemah lembut di depan Rifky.


"Kak Rifky udah datang? Masuk yuk, sarapan bareng" Kat Aisyah


"Wah kebetulan nih, di hotel belum dapat sarapan. Boleh gabung nih" Kata Rifky.


"Masuk" Kata Aisyah.


Semua mata memandang Rifky, Ilham dan Delia pun menahan tawanya, dari Aisyah yang garang jadi lemah lembut di depan cowok lain.


"Eh Mas Rifky, duduk Mas, monggo sarapan dulu" Kata Ilham.


"Monggo monggo, ini buatan Kakak tercinta kami. Silahkan di cicipi dahulu yaa" Goda Akbar.


Mendengar nama Sera, Ilham langsung tersedak ketika makan.


"Kenapa Mas? " Tanya Delia.


"Kayaknya kita bakal punya kakak ipar nih " Goda Akbar.


"Opo to, endak kok." Kata Ilham.


"Sera lagi di greja, kan ini minggu" Jawab Rifky.


Nampak kekecewaan dalam wajah Ilham. Entah apa yang terjadi semalam dengan mereka, namun menurut Aisyah, Ilham yang kolot itu mulai tertarik kepada lawan jenisnya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah sarapan dan berpamitan kepada Ilham, Akbar dan Delia. Rifky dan Aisyah pun keluar.


"Pagi kalian sunggu ceria ya? " Tanya Rifky memecah kesunyian mereka berdua.


"Hehehe gak juga sih, mungkin karena banyak anggota keluarga" Jawab Aisyah.


"Kalau aku masuk keluarga Aisyah tambah rame dong? " Kata Rifky.


"Hah? " Jawab Aisyah


"Emm ayok, keburu siang heheheh" Ajaj Rifky gugup.

__ADS_1


Aisyah mengerti maksud Rifky barusan, namun ia pura pura tak mengerti. Takut pengertian nya salah terhadap Rifky.


Seperti layanknya hubungan sepasang kekasih. Mereka bukan sekedar ke toko komik, bahkan jalan jalan ke tempat wisata juga. Mengunjungi beberapa museum. Sampai Aisyah lupa jika itu sudah sore.


"Astaghfirullah hal'adzim "


"Kenapa Syah? " Tanya Rifky.


"Kita nglewatin sholat dzuhur, dan ini udah memasuki sholat ashar. Ini kah yang menjadikan haramnya pacaran? " Kata Aisyah panik.


"Tapi kan kita belom pacaran, tapi calon pasangan. Heheheh. Ya udah yuk pulang, di qodho' di rumah aja gimana? " Kata Rifky.


Aisyah pun menyetujui usul Rifky, mereka berjalan pulang ke rumah. Saat di depan rumah, Aisyah mendengar suara yang tak asing baginya.


"Abi? " Kata Aisyah.


"Siapa? Ayah kamu? Di sini?" Tanya Rifky.


"Kak Rifky harus jelasin ke Abi ya. Aku yakin Abi tau tentang kita" Kata Aisyah.


" Iya, kamu jangan panik ya. Selagi kita gak melakukan hal di luar batas. Kita harus berani. Ayo masuk." Kata Rifky.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"


Ternyata memang benar, Ruchan dan Sandy telah duduk di ruang tamu dengan tatapan sinis kepada Rifky dan Aisyah. Tangan Aisyah mulai gemetar, ia memang tak melakukan hal di luar larangan Allah. Namun ia meninggalkan kwajibannya sebagai seorang muslimah, yakni sholat.


"Duduk sini kalian berdua" Kata Ruchan.


Aisyah dan Rifky mencium tangan Ruchan dan Sandy terlebih dahulu,dan mereka duduk saling berjauhan.


"Kamu yang namanya Rifky? " Tanya Ruchan.


"Iya Om. " Jawab Rifky.


"Om? Sejak kapan saya nikah sama tante kamu? Panggil Abi!! " Kata Ruchan.


"Darimana kalian? Dan kenapa baru pulang jam segini?? " Tanya Ruchan galak.


"Kita... " Kata Aisyah.


"Stop Abi gak nanya ke kakak. Abi nanya Kakak Rifky ini" Kata Ruchan.


"Sebelumnya saya minta maaf belum pamit dulu dengan Sandy. Tapi pas saat kami kesini Om Sandy sudah gak ada. Akhirnya saya hanya pamit dengan Kakak dan Adik Aisyah. Kami awalnya ke toko komik. Tapi malah nglantur sampai ke museum. Maaf ya Om, Abi" Kata Rifky.


"Jujur e Han? " Bisik Sandy.


"Kalian ada pegangan tangan? " Tanya Ruchan.


"Alhamdulillah, kami masih terkontrol Bi" Jawab Rifky mulai panik.


Terdengar Ruchan dan Sandy tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Rifky yang panik. Sebenarnya Ruchan tak marah dengan mereka, namun ini semua rencana Ilham dan Akbar yang ingin mengerjai Aisyah yang mulai jayuh cinta itu.

__ADS_1


__ADS_2