
Keny berniatan untuk merebut Aisyah dari Rifky, apapun dan bagainanoun caranya akan ia tempuh. Saat itu Daren pun muncul.
"Lo bener jatuh hati ma tuh cewek Ken? " Tanya Daren.
"Kalau iya kenapa? Minggir sana! "Kesal Keny.
Di dalam mobil.
"Tadi itu siapa Wel? " Tanya Rifky.
"Oh itu, Senior Kak" Jawab Aisyah.
"Ganteng ya? " Kata Rifky.
"Gantengan Kakak kemana mana lah" Jawab Aisyah sepontan.
"Hah? " Kata Rifky.
"Emm... Maksud aku..... " Kata Aisyah gugup.
"Emm iya deh, Oh ya. Kamu gak pakai cincin dari aku? " Tanya Rifky penasaran.
Aisyah menunjukan jarinya penuh malu malu, karena mungkin ini singkat, mereka baru 5 bulan kenal. Namun Aisyah audah mulai menerima Rifky.
"Beneran nih Wel? Kamu terima cinta ku? " Tanya Rifky girang.
"Sesuai dengan surat Kak Rifky kan? Jika aku pakai, berarti aku menerima. Jika aku gak pakai, berarti aku belum bisa menerima " Jawab Aisyah.
"Alhamdulillah hirobbil 'alamin. Nanti malam kita diskusikan sama keluarga ya" Kata Rifky sangat bahagia.
__ADS_1
"Tapi Kak.... " Kata Aisyah muram.
"Tapi kenapa Wel? " Tanya Rifky.
"Aku belum siap untuk nikah, kita ta'arufan dulu aja gimana? Kakak keberatan gak? " Tanya Aisyah gugup.
"Aku akan nunggu samapai Bawelku ini siap untuk menjadi ratu di kehidupan ku nanti" Kata Rifky.
"Makasih ya" Kata Aisyah dengan senyuman yang istimewanya.
Mereka jalan jalan hingga senja menyambut mereka, dari mulai makan bersama di pinggir jalan, duduk berdua di Alun alun, dan mersenda gurau berdua. Hingga maghrib sudah tiba, mereka mampir ke masjid kota untuk sholat maghrib. Dan mereka pulang sebelum masuk waktu isyak.
-----------
Sampai di rumah, Aisyah mandi dan bersiap siap akan ke pesantren, namun Ruchan mencegahnya, karena ada suatu hal penting yang harus ia katakan.
Di ruang tamu sudah berkumpul semua, Ada Rifky dan ibunya, Leah dan Mala, Bahkan Akbar dan si kembar pun di sana malam itu.
"Baiklah, pemeran utama wanita kita sudah datang. Jadi aku akan mulai semua. Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh "Salam Ruchan.
"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "
"Jadi keoada sumuanya, malam ini. Rifky akan menyampaikan sesuatu yang penting kepada kalian semua. Ayo Rifky" Kata Ruchan.
"Iya Bi. Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh "
"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "
"Maaf sebelumnya, aku tipe orang yang jarang suka basa basi. Jadi langsung saja ya. Kedatanganku dan Bundha ku ke sini, sebenarnya ingin.... "Kata Rifky gugup.
__ADS_1
"Ingin apa? " Tanya Akbar.
"Ingin.. Emm" Kata Rifky semakin gugup.
"Tadi aku sudah latihan, kenapa jadi gugup banget gini sih! " Batin Rifky.
"Ck lama deh. Kami kesini mau nglamar Aisyah sebagai istrinya Rifky" Kata Ibunya Rifky.
Semua orang terkejut, kecuali Ruchan yang sudah mengetahuinya sejak awal. Yang lebih terkejut adalah Aisyah sendiri. Ia tak menyakan kalau Rifky akan melamarnya secepat ini, sedangkan baru tadi sore Rifky dan Aisyah baru saja ingin memulai hubungannya.
"Kenapa semua diam dan mlongo begitu sih? Ucap Alhamdulillah dong! " Kata Ruchan bahagia.
"Oh iya, Alhamdulillah hirrobbill 'alamin"
"Tapi Bi, bagaimana kuliah Ais? Bukannya baru aja masuk kuliah ya? Kak? " Tanya Aisyah.
"Setelah menikah kan masih tetap bisa kuliah Kak. Kak Rifky gak mungkin gak ngijinin kan? Apalagi menjadi dokter itu adalah cita cita Kakak dari kecil" Kata Akbar.
"Aisyah, bukankah aku sudah bilang. Kita akan menikah di saat kamu sudah siap saja. Aku gak akan memaksa dan terburu buru kok (Dalam batinya udah ngebet banget) " Kata Rifky.
"Iya, kalian kan bisa ta'arufan dulu. Aisyah, pertama kali Iky (Panggilan Rifky) bilang kalau dia telah menemukan bidadarinya, dan menujukmu. Bundha udah senang sekali, berharap memang kamulah yang akan menjadi masa depan Iky. Gimana Mbak Leah? " Kata Ibu Rifky memgang tangan Rifky.
"Iya, udah terima aja. Udah capek juga di galakin Kak Ais. " Goda Kabir.
Syakir pun menepuk bahu Kabir, yang suka nimbrung omongan orang tua.
"Brisik tau" Kata Syakir.
"Emm Tante gak keberatan kalau harus nunggu Aisyah selesai kuliah dan memantapkan hati dulu? " Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Kok tante sih? Bundha nak. Ya kalau Iky nya sanggup nunggu. Why not? Yang pasti, Aisyah mau kan bersanding dengan Iky? " Tanya Ibu Rifky.
Aisyah menatap Leah dengan dalam, seakan menanyakan harus bagaimana Aisyah menanggipanya. Leah mengedipkan mata dengan pelan serta menganggukkan kepalanya dengan pelan. Tanda bahwa Leah juga setuju. Karena sebelumnya Ruchan telah terlebih dulu menerima Rifku.