
Setelah sarapan, Ruchan siap siap pergi mengajar di pesantren. Leah pun juga akan pergi ke suatu tempat karena ada keperluan. Begitupun Clara yang sudah sejak pagi tadi pergi bertemu dengan Keny.
Tinggallah Rifky dan Aisyah berdua di rumah.
"Kak, kalau mau mandi udah aku siapin handuknya. Aku mau nyapu terus ngepel dulu ya? Semua orang sibuk sendiri, rumah gak di perhatikan. Hufft" Keluh Aisyah.
"Gimana kalau kita kerja bakti dulu? Aisyah nyapu, ntar aku yang ngepel. Aisyah cuci piring, ntar aku yang bilas dan ngelapnya gimana?" Tanya Rifky.
"Gak usah lah Kak, aku biasa ngerjainnya sendiri kok" Kata Aisyah.
"Manggilnya jangan Kak dong? Ganti ya hehehe Sini lap nya. Biar aku yang ngelap meja. Ingat! Jangan panggil Aku Kakak!! Ok sayang!" Kata Rifky mengambil lap yang di pegang oleh Aisyah.
"Terus?Aisyah harus panggil gimana? " Tanya Aisyah.
"Yang mesra dong. Sayang misal, Cinta? Yank? atau....... Mas juga boleh" Jawab Rifky sedanv mengelap meja ruang tamu.
"Hmmm belum terbiasa lah, gimana kalau Mas aja?"Tanya Aisyah.
"Ok, boleh lah. Dan aku akan panggil bawelku ini dengan sebutan sayang!" Kata Rifky mencubit pipi Aisyah.
"Aw" Kata Aisyah kaget dan langsung menghindar.
Rifky mencegah dengan menarik tangan Aisyah, dan Rifky memeluknya. Awalnya Aisyah memberontak, karena malu dan belum siap. Namun Rifky terus saja menghujani dengan bisikan bisikan kata cinta yang membuat hati Aisyah lumer.
__ADS_1
"Sayang?" Kata Rifky.
"Iya" Jawab Aisyah malu malu.
"Boleh cium?" Tanya Rifky.
"Hah?" Kata Aisyah melongo.
"Biasa aja kagetnya" Kata Rifky menyentuh hidung Aisyah.
"Di peluk aja masih malu Kak, eh Mas. Apa lagi di cium?" Kata Aisyah lirih.
"Ya gak papa dong, kita kan suami istri? Boleh ya Mas cium?" Tanya Rfiky.
"Hah?" Kata Aisyah.
"Hah lagi! Boleh ya? Dikit aja, bentar wes" Pinta Rifky.
"Emm boleh deh " Kata Aisyah mengigit bibir bawahnya.
Rifky mengangkat wajah Aisyah keatas, Aisyah mulai memejamkan matanya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Tubuhnya dingin dan kaku. Tangan Rifky berada di pinggul Aisyah dan yang satunya lagi di leher Aisyah.
Ketika bibir Rifky dan Aisyah semakin dekat dan hendak berciuman, Sandy tiba tiba masuk tanpa permisi, dan melihat adegan yang nanggung itu.
__ADS_1
Rifky tersadar dan mengurungkan niatnya untuk mencium Aisyah. Aisyah pun gugup dan langsung pergi masuk ke kamar.
"Ethh sorry! Assallamualaikum" Salam Sandy.
"Waalaikum sallam" Jawab Aisyah dan Rifky bersamaan.
"Aisyah masuk dulu ya Mas" Kata Aisyah masuk ke kamar dengan pipi mermerah.
"Ganggu ya?" Tanya Sandy nyengir.
"Lha itu Om tau! Hadehh Om Sandy sih!"Kata Rifky duduk dan mempersilahkan Sandy duduk.
"Ya sorry lah, dah sana lanjutin. Om kesini cuma mau ambil kunci mobil doang. Mau pinjem mobilnya Aisyah. Gak di pakai kan? " Tanya Sandy.
"Hari ini sih gak ada rencana pergi, mau beberes rumah aja sih"Jawab Rifky.
"Gak usah beberes. Biar yang lain aja, udah sana lanjutin. Jangan lupa, pintu tutup dan di kunci dulu biar gak ke ganggu yang lain" Kata Sandy.
"Beres deh, nih kuncinya. Hati hati ya Om? Gak pakai mobilku aja?" Tanya Rifky.
"Besok lagi gampang lah. Assallamualaikum" Pamit Sandy.
"Waalaikum sallam. Hati hati Om" Teriak Rifky.
__ADS_1
Rifky pun segera menutup pintu dengan perlahan dan menguncinya. Setelah itu menyapu sebentar dan masuk ke kamar Aisyah dan mulai bermesraan dengannya, mumpung keadaan rumah sedang sepi.