Gambaran Hati

Gambaran Hati
Bertemu Dengan Ayunda.


__ADS_3

"Oh ya, bakso langganan Akbar dimana? Ntar kalau gak di bawain ngambek dia. Aku juga penasaran sama rasa bakso itu" Tanya Rifky.


"Pertigaan depan ini ke kiri ya Kak, baksonya tuh enak banget. Di sana juga sedia gurane bakar yang super enak. Warung itu langganan keluargaku Kak" Kata Aisyah.


"Oh ya? Kamu suka gurame? " Tanya Rifky.


"Suka banget, dulu kata Abi. Mama itu saat hamil aku, sering banget ngudam gurame bakar. Bahkan Abi aja harus belajar sendiri bakar gurame agar saat Mama ngidam setiap waktu bisa nurutin. Mungkin itu yang menyebabkan aku suka banget sama gurame bakar" Kata Aisyah panjang kali lebar.


"Kalau begitu, aku juga mau belajar bikin gurame bakar ah" Kata Rifky.


"Kenapa gitu? "Tanya Aisyah.


"Agar saat kita pergi berdua gini, bisa makan romantis ala aku sendiri. Jadi gak usah sewa tempat dan pesen makanan. Irit dong hehehe " Goda Ruchan.


Aisyah tertawa dengan apa yang Rifky katakan.


Setelah sampai di tempat langganan keluarga Aisyah. Aisyah dan Rifky tak sengaja bertemu dengan Ayunda dan gengnya, Keny juga ada di sana.

__ADS_1


"Itu mobil kayak gue pernah lihat deh, dimana ya? Ah iya, di depan rumah Aisyah! siapa yang bawa ya? "Batin Keny.


Keluarlah Aisyah dan Rifky dari mobil itu, Keny belum pernah melihat Aisyah sebahagia itu sejak pertama kali bertemu.


"Siapa cowok itu? Kenapa Aisyah terlihat sangat bahagia? Dan cowok itu juga pasti bukan keluarganya" Batin Kwny kepo.


"Eh si miskin tuh, mobil cowoknya keren juga. Dasar jiwa pelakor ya gitu, pasti dia selingkuh dari cowok pagi tadi. Secara yang ini mobilnya keren banget" Kata Ayunda.


"Gue juga mau ah jadi selingkuhannya" Kata Daren.


"Brisik kalian, udah lah biarin aja" Kata Keny di mabuk cemburu, bukan di mabuk cinta.


Aisyah melirik ke arah Keny, berharap dia tak mengungkap identitasnya di deoan teman temannya yang nakal itu. Pemilik resto mempersilahkan Aisyah secara hormat seperti biasa.


Rifky mulai memesan dan lagi lagi Keny melihat ke arah Aisyah. Ayunda merasa heran, kenapa pemilik resto itu begitu ramah kepada Aisyah. Muncullah pikiran pikiran kotor mengenai Aisyah di otaknya.


"Bungkus aja ya" Kata Rifky.

__ADS_1


"Iya Kak, Kakak jadi oesen gurame sama baksonya? " Tanya Aisyah.


"Bakso aja deh, gurame nya besok lagi aja. Kan di rumah masak banyak heheh. Kamu mau kan nemenin Akun jalan jalan besok? Setelah kuliah gak papa. Ntar aku jemput ya " Kata Rifky lembut.


Aisyah mengangguk, Ayunda tak tahan dan sudah gatal tangannya ingin mempermalukan Aisyah di depan umum,ia menuangkan es teh yang telah Aisyah pesan ke hoodie nya.


"Astaghfirullah hal'adzim, Kak Yunda!! " Kata Aisyah.


"Kenapa? Mau marah? Hoodie lo ini pasti cuma harga 35 Ribuan kan? Sini gue beliin setoko tokonya!!" Kata Ayunda.


"Astaghfirullah hal'adzim Aisyah, baju kamu basah. Hey!! Apa sih maumu? " Kata Rifky membersihkan baju Aisyah menggunakan tisu.


"Hey, lo itu cuma di anggap selingkuhan ma dia, tadi pagi nih cewek benih pelakor di antar sama cowoknha pakai motor butut,lo pasti cuma di manfaatin. Sadar woy!! " Kata Ayunda nge gas.


"Mbak Ais? " Kata Pak malik mendekati Aisyah.


Aisyah hanya diam dan membuat Pak Malik dan Rifky tetap jangan mengungkap siapa dirinya yang sebanarnya. Ayunda masih terus mengomel tanpa henti. Ia berteriak teriak kalau Aisyah dan Rifky adalah pasangan selingkuh.

__ADS_1


__ADS_2