Gambaran Hati

Gambaran Hati
Kisah Yang Tertunda. (Keny dan Clara).


__ADS_3

Selama tiga bulan full, Keny mengikuti pesantren kilat di pesantren, aih sebenarnya pesantren kilat ya gak selama itu sih. Keny termenung di pinggir jendela sendirian, jauh dari Bundha Ratna, masakan enak Aisyah, omelan Rifky, membuatnya kangen suasana rumah siang hari itu.


Tak terasa Keny pun terlelap, dalam tidurnya ia bertemu dengan Clara, dan mulai pertengkaran-pertengkaran kecil mereka.


"Gue ada dimana nih? Alay banget sih ini pakai balon-balon lope-lope warna pink sama putih"Kata Clara.


"Clara! Lo disini? Ngapain?" Tanya Keny.


"Lah lo ngapaim disini? Kayaknya gue sedang tidur deh di kantor, tiba tiba gue disini" Kata Clara.


"Sama, gue juga sedang tidur di kelas, oh ya gue kangen sama lo Ra, kapan kita bisa ketemu?" Tanya Keny.


Namun mimpi itu sirna ketika Keny di bangunkan oleh Ustad yang akan mengajar saat itu, dua hari lagi Keny lulus, dan bisa segera pulang kerumah.


Dua hari berlalu,


Karena dalam kisah ini Rifky dan Aisyah masih di Korea, yang jemput Keny Farhan dan Ruchan, mereka juga memberi sejuta pertanyaan untuk Keny.


"Bagaimana Bro, enak kan kehidupan di pesantren?" Tanya Ruchan.


"Enak gak enak sih Om" Jawab Keny.

__ADS_1


"Lhaa ndak enaknya kenapa coba?" Tanya Farhan.


"Kangen dua orang wanita heheheh" Jawab Keny.


"Bentar, tak tebak ya. Dua wanita itu, Bundhamu dan Clara kan?" Tanya Ruchan.


"Hahahahha"Tawa Keny.


"Asyem, lagek kasmaran Han. Hahaha lha terus kapan mau nikahi Claranya?" Tanya Farhan.


"Ya itu kan harus di bicarakan keluarga Ustad, Aku juga harus nunggu Kak Rifky pulang dulu dari Korea, kan dia yang memutuskan"Kata Keny.


Banyak pesan yang masuk di ponsel Keny, termasuk dari Clara yang terlihat beberapa menit lalu mengirim pesan, karena Clara juga di kekang agar tak menghubungi Keny selama Keny masuk pesantren. Namun ponsel Clara tidak di sita ya gaes, berhubung pekerjaan Clara juga harus menggunakan alat komunikasi.


Sambutan Bundha Ratna pun juga sangat meriah untuk Keny, di ciumnya wajah Keny, dan air mata Bundha Ratna tak terasa mengalir sangat deras bak banjir di Ibu Kota Jakarta.


Malam pun tiba, ini saatnya Keny melepas rindu kepada Clara yang jauh disana, menurut Sandy, mereka boleh komunikasi hanya lewat pesan, tidak boleh telfon maupun video call.


"Hassh, kalau ini mah menyiksaku, ya kali gue harus nunggu lihat muka dua saat pernikahan nanti. Ya Allahu Ya Karim" Kesal Keny.


"Assallamualaikum Cinta, kangen!💞" Kata Keny.

__ADS_1


"Waalaikum sallam ustad, ahh bucinya, kapan ini ketemu?


"Wah langsung di balas" Gumam Keny.


"Kata Papamu dan Kak Rifky, tiga bulan lagi kita langsung nikah. Emang kamu udah siap?" Tanya Keny.


"Widih aku kamu nih? Iya deh, aku mah siap-siap aja sih, dah lama nih jomblo, pengen gitu bisa eem eem!"


"Jangan mancing-mancing deh" Kata Keny.


"Emang situ ikan di pancing, emang iya kali, pengen gitu menikmati syahdunya malam pertama hahahha kita kan cuma sebatas ciuman kemaren?


"Jangan ingatkan akan itu, gara gara itu juga kan kita terpisah lama gini, tiga bulan loh gak komunikasi, dan ini juga harus tiga bulan baru bisa ketemu"


"Ayolah Vide Call, atau telfon gitu, gak tau juga kan Papa sama Rifky?"


"Jangan ah, nanti kalau mereka marah malah tambah repot, tahan ya. Tiga bulan gak lama kok sayang, setelah ini kan kita langsung nikah."


"Kejam!"


Malam itu adalah malam terindah bagi Keny dan Clara, kisah cinta yang tertunda selama tiga bulan, akhirnya tiga bulan lagi akan mengadakan pernikahan yang sangat mereka tunggu tunggu. Keny sudah mantap akan menikahi Clara, begitupun dengan Clara. Walau sebenarnya, perasaan mereka ini awalnya hanya main-main saja, dan sampai sekarang keseriusan mereka hanya 60%, semoga saja tak berhenti di tenga jalan ya Keny dan Claranya.

__ADS_1


__ADS_2