Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Markas Rendra


__ADS_3

Setelah mengantar Reka dan Luna pulang ke rumahnya, Niko berangkat menuju bank karena ada transaksi yang harus dia selesaikan dengan pihak bank.


Setelah urusannya selesai, tak sengaja dia bertemu dengan Aldi. "Aldi, assistantnya Kevin?" Niko memastikannya lagi.


Aldi mengangguk. "Iya, Pak."


"Sama Kevin?" tanya Niko lagi.


Aldi menggelengkan kepalanya. "Pak Kevin sedang ada urusan diluar."


Niko nampak berpikir sesaat. "Urusan kamu sudah selesai? Ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu."


"Sudah, Pak." mereka keluar dari bank dan menuju sebuah kafe yang tak jauh dari tempat itu. Bermodalkan dua cangkir kopi untuk memulai obrolan serius.


"Kamu tahu sesuatu tentang sekretaris baru Kevin?" tanya Niko memulai pembicaraan serius mereka.


Aldi kini menatap Niko. Apa Niko juga curiga seperti dirinya. "Saya tidak terlalu tahu tentang Della, tapi setahu saya Della ada hubungannya dengan Rendra Permana. Dan satu hal lagi, Della sedang hamil sedangkan dia belum menikah. Perhatian Pak Kevin membuat saya menjadi salah paham."


"Tepat sekali. Aku kemarin nyuruh anak buah aku untuk mengikuti Kevin. Kevin membuat janji dengan anak buah Rendra. Dan secara tidak sengaja anak buah aku juga melihat ada Alea yang mengikuti Kevin. Jadi dapat disimpulkan masalah ini seolah sengaja ingin membuat hubungan Kevin dan Alea retak." jelas Niko lalu dia meneguk sedikit kopi yang telah tersaji di meja.


"Saya sendiri curiga dengan Della tapi kemungkinan Ayah dari anak yang Della kandung itu adalah Rendra. Dia meminta bantuan pada Pak Kevin untuk meminta pertanggung jawaban pada Rendra."


"Tapi aku gak yakin seperti itu. Sepertinya ini ada motif lain. Bisa saja Della hanya senjata dari pihak lain untuk mengadu domba Rendra dan Kevin. Perusahaan Kevin salah satu perusahaan terbesar dengan kepemimpinan yang bersih sedangkan Rendra, ketua mafia yang yang tak terkalahkan. Ketika kedua kubu itu bentrok, pasti ada seseorang yang untung dari masalah itu." begitulah hipotesis dari si jenius Niko.


Aldi menghela napas panjang. Benar juga apa yang dikatakan Niko.


"Tadi anak buah aku mengikuti Alea ke rumah Della dan setelah keluar dari rumah itu dia menangis. Pasti dia salah paham dengan hubungan Kevin dan Della."


Beberapa saat kemudian ponsel Niko bebunyi, Niko segera mengangkat panggilan itu.


"Hallo... Apa? Kevin ke Villa Andalas?... Alea juga menyusul ke sana?... Tetap ikuti mereka. Hubungi yang lain juga... Apa Kevin bawa anak buah?... Baik aku akan menyusul..." Niko mematikan panggilannya. Dia menghela napas panjang. "Gawat! Kevin ke markas Rendra. Siapapun yang mengacau ke markas itu, tidak akan bisa keluar dengan selamat. Aku akan menyusulnya."

__ADS_1


"Saya ikut!"


Mereka berdua berdiri dan segera menuju mobil.


...***...


Kevin menghentikan mobilnya di depan sebuah villa yang sangat mewah dan besar dengan pagar yang menjulang tinggi. Di dekat pagar itu ada tiga penjaga. Dia tidak akan bisa masuk dengan mudah bersama anak buahnya.


"Kevin?" tanya salah satu penjaga itu.


"Iya." jawab Kevin singkat.


"Hanya kamu dan wanita ini yang boleh masuk. Anak buah kamu dilarang masuk." perintah penjaga itu sambil menutup kembali pintu gerbang


Mau tidak mau, Kevin menganggukkan kepalanya. Setelah melalui pemeriksaan, mereka berdua masuk ke dalam villa itu.


Terlihat Rendra sedang duduk sambil mengangkat sebelah kakinya dan ada beberapa anak buah yang berdiri di dekat Rendra.


"Aku gak mau basa-basi. Aku ke sini ingin minta pertanggung jawaban kamu pada Della."


Rendra kembali tersenyum miring. Dia menurunkan kakinya lalu berdiri. "Kamu yakin anak yang berada dalam perut Della anak aku?"


Kevin terdiam. Dia memang hanya mendengar pengakuan dari Della saja. Tapi apa iya Della membohonginya?


Rendra kini mendekati Della yang berdiri di sebelah Kevin. "Kamu yakin, aku pelakunya?"


Della menatap Rendra dengan tajam. "Terakhir kali aku makan malam sama kamu. Lalu aku gak ingat apa-apa dan pagi hari aku sudah berada di hotel. Kalau bukan kamu lalu siapa?"


Rendra menghela napas panjang. "Jangan dipikir aku bodoh seperti kamu membohongi Kevin! Tapi karena kalian berdua berani datang ke tempat ini, kalian berurusan dengan aku!"


Kevin mengepalkan tangannya dan langsung menyergap Rendra. "Aku ke tempat kamu bukan hanya soal Della."

__ADS_1


"Apa?! Selama ini aku gak pernah menyentuh sedikit pun perusahaan kamu." Rendra menepis tangan Kevin hingga dia terlepas dari sergapannya. "Atau kamu memang sengaja bekerja sama dengan Della ingin memeras aku? Aku terlahir di dunia gelap, orang seperti kamu hanya ancaman kecil saja. Aku bisa langsung memusnahkan kamu dan keluarga kamu detik ini juga!"


Mendengar kata keluarga, seketika Kevin kembali menyergap Rendra. "Jangan bawa-bawa keluarga dalam masalah ini." Rendra dan Kevin saling bersitatap tajam.


"Kenapa? Kamu takut kehilangan istri dan anak-anak kamu. Kamu lihat siapa itu yang datang dengan sendirinya ke tempat ini." Rendra menunjuk sebuah layar led yang terhubung langsung dengan perangkat cctv.


Anak buah Rendra memperbesar layar itu. Seketika Kevin melebarkan matanya. Dia melepas sergapannya pada Rendra dan berbalik menuju pintu tapi satu begalan sukses membuat Kevin hampir terjatuh.


"Mau kemana?" Rendra dan seluruh anak buahnya tertawa dan menghalangi langkah Kevin. "Kamu datang sendiri ke sini tanpa undangan, gak akan bisa keluar tanpa izin aku."


"Sial!" Kevin menegakkan tubuhnya dan langsung melayangkan pukulannya ke perut Rendra "Kamu akan menyesal melakukan ini!"


"Di hidup Rendra tidak akan ada kata menyesal!"


Kevin melayangkan pukulannya lagi. "Kamu tahu kalau Alea itu adalah..."


Belum selesai kalimat itu, teriakan Alea membuat jantung Kevin hampir berhenti...


💞💞💞


.


.


Like dan komen ya...


.


Kasih 🌹🌹🌹 gitu.. 😥


Atau kalau suka novel ini bantu promot ya.. 😌

__ADS_1


__ADS_2