
Albert kini sedang duduk saling berhadapan di sofa ruang kerja Johan. dengan tangan menyilang dan pandangan mata penuh curiga, Johan akhirnya mulai membuka suara.
"Kata kan, apa yang anda ingin kata kan kepada saya?" tanya Johan.
Albert menyunggingkan senyumnya saat mendengar pertanyaan Johan padanya. Ia tahu Johan pasti sudah sangat penasaran sekali tetang dirinya dan maksud kedatangannya.
"Maaf jika saya lancang, tapi saya harus tahu, apa benar anda mencintai Vita?" tanya Albert.
Bukan tanpa alasan Albert bertanya seperti itu, karena saat di butik kemarin, Vita hanya pergi sendiri dan tidak di dampingi Johan seperti pasangan pada umumnya.
Di tambah lagi sewaktu ia dan Vita sedang menikmati malam bersama, Vita beberapa kali mengigau tetang seorang pria yang tidak pernah mencintainya, dan Albert yakin pria yang di maksud Vita waktu itu adalah Johan.
"Sebenarnya anda siapa, kenapa anda bertanya sejauh ini?" tanya Johan curiga.
Albert terdiam sesaat, ia berpikir apa ini sudah waktunya ia mengatakan semuanya kepada Johan, namun jika demikian berarti ia telah menghacurkan pernikahan seseorang.
Tapi ego Albert begitu besar hingga tidak memikirkan dampak besar yang akan ia timbulkan, Namun sebelum ia bertanya lebih jauh, Ia ingin memastikan sesuatu yang entah Johan tahu atau tidak.
"Sebelum saya memberitahu anda, saya ingin bertanya, apa Vita sedang hamil, jika ia apa janin di dalam kandungannya itu adalah anak anda?" tanya Albert.
Johan langsung mencondongkan tubuhnya ke depan, ia semakin penasaran dari mana Albert tahu tentang kehamilan Vita. Sedangkan ia tahu jika yang mengetahui kehamilan Vita hanyalah kedua orang tuanya dan kedua orang tua Vita.
"Memang benar, Vita sedang hamil, tapi bukan saya ayah dari anak yang di kandungnya, sekalipun saya tidak pernah menyentuhnya tapi dia malah menuduh saya sebagai ayah biologis dari anak itu, untuk itulah kedua orang tua saya memaksa saya untuk menikahinya .... Tapi dari mana anda mengetahui semua fakta ini?" tanya Johan semakin penasaran.
"Sebenarnya saya dan Vita .... Malam itu, kami melakukan sebuah kesalahan, dan saya menyesalinya sekarang, saya ingin bertanggung jawab atas dirinya dan anak yang ada di kandungnya," tutur Albert.
"Apa! jadi maksud anda, anak yang di kandung Vita adalah anak dari hasil kekhilafan kalian?" tanya Johan yang kini sudah berdiri dari posisinya.
__ADS_1
"Benar, saya minta, anda membatalkan pernikahan anda dan Vita," pinta Albert.
Johan kembali duduk di tempatnya, ia menyadarkan tubuhnya kesadaran sofa sambil memijat-mijat keningnya yang mulai terasa pusing. Tapi di sisi lain Johan lega, karena pada akhirnya ia tidak perlu menikahi Vita.
Johan kembali menegapkan posisinya, ia mempunyai sebuah ide yang akan membuat Vita tidak bisa mengelak lagi dan ia akan segera terbebas dari skandal perjodohan ini.
"Saya tidak bisa membatalkan pernikahan saya dan Vita. Tapi anda bisa melakukannya," ujar Johan dengan senyum menyeringai.
"Maksudnya?" tanya Albert bingung.
~~
Grand hotel, tempat acara resepsi pernikahan Johan dan Vita akan di selenggarakan. Semua persiapan sudah rampung bahkan sebagian tamu sudah ada yang datang.
Hari pernikahan Vita dan Johan akhirnya tiba juga. Pagi ini Johan dan keluarga sudah berada di gedung tempat resepsi pernikahan akan di selenggarakan. Johan nampak lebih tenang dari biasanya, kini ia sedang bersiap-siap dengan di bantu salah seorang stylish.
Setelah selesai bersiap-siap, Johan pergi ke ruangan khusus yang di sediakan untuk keluarga Vita dan juga Johan. Saat membuka pintu Johan bisa melihat keluarganya dan keluarga Vita sedang berkumpul di sana tanpa terkecuali.
"Wah, Vita jangan peluk-peluk dulu dong, kan belum sah," goda selfi ibu Malik.
"Biasalah self, anak muda," ucap ibu Vita.
Vita hanya menanggapinya dengan senyuman yang begitu nampak bahagia. Tak lama Johan melepaskan pelukan Vita padanya. Johan melangkah menuju sofa dengan Vita yang terus menempel padanya.
Ia mengambil posisi duduk di samping Malik, tapi Malik langsung beranjak karena Vita memberinya kode untuk menyingkir karena ia ingin duduk di samping Johan.
Suasana ruangan yang nampak begitu riuh karena semuanya nampak tertawa bahagia, termaksud juga Toni, ia bahagia karena sebentar lagi Johan akan melepaskan masa lajangnya dengan wanita pilihannya.
__ADS_1
Johan mencengkeram erat kedua tangannya saar Vita membisikkan sesuatu ke telinganya yang membuat Johan semakin ingin cepat-cepat membongkar semua kebusukan Vita.
Vita berbisik ke telinga Johan tentang malam pertama mereka yang sebentar lagi akan mereka lalui. Membayangkannya saja membuat Johan kesal, Malam pertama seperti apa yang harus ia lalui dengan wanita yang sudah menyerahkan kesuciannya kepada pria lain bahkan sudah hamil anak dari pria itu.
Seolah tidak melakukan kesalahan apapun, Vita pura-pura lupa dengan semua fakta yang Johan sudah ketahui, ia hanya mengingat dan mementingkan kebahagiaannya saja.
Johan berdiri dari posisi duduknya, dengan menarik nafas perlahan, Johan mulai bicara, bicara tentang kebenaran yang baru saja kemarin Johan ketahui.
"Mohon perhatian semuanya!" ucap Johan dengan nada suara yang meninggi agar semua mendengar.
Seketika semuanya langsung menoleh kepada Johan. Maria menghapiri Johan, ia penasaran kenapa Johan tiba-tiba bersuara seperti itu.
"Jo kamu kenapa?" tanya Maria yang kini sudah berada di samping Johan.
Johan menoleh ke pada ibunya dengan wajah yang nampak sangat serius, " Ibu tenanglah, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu yang penting, ini tidak akan lama." Vita menatap heran ke arah Johan, masih dalam posisi duduknya, ia hanya diam terpaku, namun perasaan Vita mulai tak tenang.
"Sebelumnya saya minta maaf karena menyampaikan hal seperti ini, di momen yang tidak pas ... saya ingin mengumumkan jika pernikahan ini tidak bisa di lanjutkan," ujar Johan dengan lugas.
"Johan! Apa maksud kamu!" kata Toni sambil menunjuk Johan.
Malik yang berada di ruangan itu menjadi bingung dengan situasi yang saat ini sedang terjadi. Sejak awal Malik sudah heran kenapa pernikahan Johan dan Vita yang di percepat dan sekarang di saat acara tinggal menghitung jam, Johan mengatakan jika ia tidak bisa menikahi Vita.
Benny yang sudah nampak kesal berdiri dari tempatnya, dan langsung menghampiri Johan mendak menapar wajah Johan, namun segera di tangkis oleh Johan, " Maaf paman, tapi kali ini saya tidak akan mengalah." Johan yang akhirnya memberanikan diri untuk melawan kali ini. Bukan bermaksud untuk kurang ajar, tapi ia hanya ingin mengungkapkan kebenaran.
"Apa! Apa yang akan kamu ungkapkan, setelah semua kesalahan yang kamu perbuat kepada anak saya, kamu masih ingin membatalkan pernikahan ini," ujar Benny yang semakin emosi.
Johan terdiam sesaat, suasana ruangan yang tadinya nampak penuh canda tawa kini berubah mencekam dalam seketika, hanya Toni dan Benny saja yang bersuara, sementara yang lainnya hanya diam terpaku, takut, dan khwatir dengan masalah yang terjadi beberapa jam sebelum acara di mulai.
__ADS_1
Vita sudah sangat cantik dengan gaun pengantin putih rancangan disaigner terkenal. Tapi apakah hari ini benar-benar akan menjadi hari bahagianya atau malah menjadi hari terburuknya?
Bersambung 💕