Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Bab.8 (Awal kehidupan baru)


__ADS_3

Tujuh tahun kemudian..


Jihan berhambur memeluk Nino yang sedang berdiri di ambang pintu. Nino yang baru saja akan keluar untuk bermain bersama temannya, nampak kaget saat tiba-tiba saja Jihan datang dan langsung memeluknya.


"Ih, apa sih kak ... meluk-meluk segala, malu tau di lihat orang lewat," ucap Nino kesal.


"Iya deh maaf ... kamu tahu tidak, kakak jadi lulusan terbaik di universitas dengan gelar cumlaude, uhuuu" ujar Jihan sambil melompat-lompat kesenangan.


" Kak ingat umur, sudah tua juga masih saja lompat-lompat seperti anak kecil," ucap Nino.


"Ngomong-ngomong, cumlaude itu apa sih?" tanya Nino.


"Cumlaude itu gelar kehormatan," jelas jihan.


"Kehormatan, jadi kalau aku di suruh hormat sama pak guru, itu berarti pak guru punya gelar kehormatan juga?" tanya Nino.


Jihan ternganga mendengar ucapan adik sepupunya itu, "Ngelantur saja kamu ... umur berapa sih dek, kok pemikiran masih seperti anak SD."


"Ma! ... Kak jihan ngeledek Nino ma!," pekik Nino Membuat jihan tertawa terpingkal-pingkal.


Nino berjalan masuk untuk menghampiri mela yang sedang memasak di dapur. dengan wajah cemberutnya ia berjalan menghampiri mela.


Jihan mengikuti langkah nino dari belakang, ia suka sekali mengerjai Nino, meski sudah duduk di bangku SMP namun sifat manja Nino sama sekali belum hilang.


"Ma ... lihat kak jihan ngeledek Nino ma," ucap Nino pada Mela.


"Bohong tante, dianya saja yang cengeng, ngatain orang nomor satu, giliran di katain balik nangis," jelas jihan.


"Kalian ini, sebentar akur, sebentar lagi bertengkar, memang apa sih masalahnya?" tanya mela.


"Eh iya ... sampai lupa bilang sama tante .... aku lulus dengan predikat cumlaude tan," ucap Jihan antusias.


"Benarkah ... wah , selamat ya sayang, tante sudah bisa menebak kamu akan berhasil, meski kuliah kamu tertunda tapi kamu masih bisa meraih pencapaian Seperti ini," ucap mela yang mulai berkaca-kaca.


"Iya tante, minggu depan acara wisudanya, tante datangkan?" tanya jihan penuh harap.


" Ya pasti lah," ucap mela lugas.


"Aku tidak di ajak," ucap Nino tiba-tiba.


"Eh sampai lupa, emang mau ikut?" Tanya Jihan.


" Ya maulah, teman ku bilang di acara wisuda itu banyak makananya, apa iya?" tanya Nino.


Mela dan jihan saling berpandangan kemudian tertawa bersama karena mendengar ucapan Nino barusan.


"Di fikiranmu itu benar-benar hanya makanan ya. haha," ucap jihan lalu kembali tertawa.




Hari ini adalah hari wisuda Jihan. dengan mengunakan jubah toga ia berjalan dengan percaya diri naik ke atas pentas sebagai lulusan terbaik di universitasnya.



Mela dan Nino sedang duduk di kursi khusus bagi para wali siswa yang berprestasi, ia memandang keponakannya itu dengan rasa bangga Sekaligus haru.



*Andai saja mbak dan mas masih hidup, pasti kalian akan sangat bangga dengan jihan hari ini, batin mela*.



Setelah acara wisuda selesai, mela menggelar syukuran kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan Jihan. Ia mengundang para tetangga terdekat dan juga pak RT.



"Silahkan masuk pak," ucap mela saat menyambut para tamu.



Jihan muncul dari dapur dengan membawa berbagai macam kue yang sudah ia dan mela buat sebelumnya.



"Sini jihan duduk dekat enya' (Sini jihan duduk dekat ibu)," ucap munaroh, salah satu tetangga Mela.


__ADS_1


Setelah semua hidangan berjajar rapi, jihan pun langsung beranjak menghampiri Munaroh dan langsung duduk di sampingnya.



"Selamat ya Jihan, bapak ikut bangga dengan prestasi kamu," ujar pak RT.



"Terimakasih pak."



"Enya' kagak nyaka ellu bakalan jadi ape tu ... lulusan terbaik .... selamet ye Jihan (Ibu tidak menyangka kamu akan menjadi lulusan terbaik, selamat ya Jihan) ," ucap munaroh dengan logat khas Betawinya.



"Pan si jihan emang pinter (jihan itu memang anak yang pintar)," ucap babe Sadeli, suami dari Munaroh.



"Terimakasih, babe, enya," ucap jihan.


Para tetangga terdekat, sangat bangga dengan keberhasilan Jihan, mereka menjadi saksi nyata, bagaimana Jihan bekerja keras agar bisa meraih cita-citanya.



Setelah lulus SMA, Jihan tidak langsung mendaftar ke universitas, ia bekerja keras selama bertahun-tahun sampai akhirnya,ia bisa mengumpulkan uang untuk mendaftar di sebuah universitas ternama di Jakarta.



Karena prestasinya, ia mendapatkan beasiswa prestasi dari kampusnya, dan ia tidak perlu memusingkan lagi biaya uang semester. Di usia yang akan menginjak 25 tahun, kini jihan sudah menyelesaikan pendidikannya.



Selama tujuh tahun belakangan ini, ia kembali menyatukan puing-puing hatinya yang telah hancur. Mencoba untuk bangkit di tengah keterbatasan.



Mungkin semua orang bisa pergi darinya namun ia percaya jika Tuhan selalu bersamanya.



~




"Kamu jadi, nerima tawaran dosen kamu buat interview di perusahaan temannya?" tanya Mela sembari membilas piring-piring tadi.



"Belum tau tante, aku baru saja ulus, sedangkan saingannya sudah berpengalaman semua .... sepertinya akan sulit," ujar Jihan.



"Coba dulu, setidaknya kamu harus ikut interview ... lulus atau tidak itu urusan belakangan, dosen kamu merekomendasikan kamu untuk masuk di perusahaan besar itu, karena dia percaya kamu bisa," ujar Mela.



"Baiklah, aku ikut saran tante deh," ucap jihan.



~~



King group, merupakan perusahaan konstruksi yang sudah menembus pasar dunia, sudah banyak menyelesaikan banyak proyek-proyek besar.



Beberapa contoh proyek yang dimaksud antara lain adalah proyek pembangunan kantor, gedung, perumahan, pabrik, jalan raya, dan jenis proyek yang lainnya.



Sekarang jihan sudah berdiri di depan gedung king group, Jihan menggedarkan pandanganya melihat betapa tingginya gedung tiga puluh lantai itu.


__ADS_1


Saat memasuki ruangan interview, jihan mulai merasa gugup karena banyaknya orang yang ikut dalam interview itu. Kabarnya hanya sepuluh yang akan di terima, dari seratus orang pendaftar.



Jihan duduk di kursi yang di sediakan, berjajar dengan para pendaftar lain, ia melirik pria di sampingnya yang sejak tadi melatih diri untuk persiapan masuk ke ruangan test.



Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya nama jihan di panggil juga, ia masuk kedalam ruangan test, Jihan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.



Sudah ada lima orang juri, salah satunya adalah seketaris dari CEO king group, Toni alexsander. Jihan sudah duduk di hadapan lima orang tersebut.



Jihan menjawab setiap pertanyaan dengan lugas, para juri nampak puas dengan jawaban jihan. Ia tersenyum lega saat semua test sudah ia lalui dengan lancar.



Setelah interview selesai jihan keluar dari ruangan test dengan wajah yang sumbringah, bagaimana tidak, ia di terima bekerja di sebuah perusahaan yang di dambakan setiap orang yang mencari pekerjaan, dan ia di tawarkan gaji yang lumayan besar.



Sebelum pulang, jihan menyempatkan diri untuk mampir ke butik sahabatnya, Kinan. setelah lulus SMA, Kinan langsung melanjutkan sekolah di bidang disaigner.



Meskipun waktu itu Kinan sibuk kuliah dan Jihan sibuk bekerja, mereka selalu menyempatkan waktu untuk sekedar bertemu dan mengobrol, hingga sampai saat ini kinan sudah sukses menjadi salah satu disaigner yang mempunyai butiknya sendiri.



Ruang kerja Kinan.



"bagaimana interviewnya, lancar?" tanya kinan yang sudah duduk di hadapan jihan.



"Lancar dong ... aku di terima kerja," ucap jihan.



"Selamat ya jihan, aku tahu kamu bisa ... sebagai hadiah, aku sudah menyiapkan pakaian-pakaian untuk kamu pakai saat mulai bekerja nanti," ucap kinan.



Kinan berajak dari tempat duduknya, ia mengambil empat buah paper bag yang sudah ia persiapkan sebagai hadiah untuk jihan.



"Ini apa?" tanya jihan penasaran dengan isi paper bag itu.



"Pakaian, untuk kamu bekerja," ucap Kinan.



"Banyak sekali," ucap jihan.



"Hehe, itu sekalian untuk promosi, jangan lupa nanti kalau pas kamu pakai, apload ke media sosial kamu ya," ucap kinan.



"Huh ... endors nih ceritanya?" tanya jihan kesal.



"Hehe, iya lah ... kalau punya sahabat cantik itu harus di manfaatkan sebaik mungkin," ujar Kinan.



" Dasar! ... tapi lumayan lah, dari pada beli,kan mahal ya, hehe," ucap jihan lalu terkekeh sendiri.


__ADS_1


Bersambung 💕


__ADS_2