Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Bab.67


__ADS_3

Johan terbangun dari tidurnya, ia kaget saat tidak menemukan Jihan di sampingnya, langsung saja ia berdiri dari posisi tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi dan tidak juga menemukan Jihan.


Johan beralih ke ruang tamu, yang nampak berantakan dengan pakaiannya dan pakaian Jihan yang berserakan di mana-mana. Johan mencari di dapur, balkon dan setiap ruangan yang ada di apartemen itu namun tak juga menemukan Jihan.


Johan berjalan dengan cepat kembali kedalam kamar, ia berharap dugaannya salah, Jihan tidak pergi meninggalkannya. Namun sepertinya dugaannya benar karena Koper dan pakaian Jihan yang ada di lemari sudah tidak ada lagi.


Johan menendang ke udara, menggerutuki kesalahannya, ia marah ia benci pada dirinya sendiri karena bukanya melindungi Jihan, ia justru merusaknya. Johan tahu pasti Jihan kini begitu membencinya hingga akhirnya memutuskan untuk pergi.


Johan segera memakai pakaiannya dan berjalan dengan cepat keluar dari apartement itu, ia harus mencari Jihan. setidaknya ia harus menjelaskan semuanya kepada Jihan.


Malam tadi ia begitu di liputi hasrat yang membuatnya tak lagi mampu menjelaskan penyebab ia melakukan semua hal itu pada Jihan.


~


Kinan diam terpaku di depan mobilnya. Ia menatap layar ponselnya dan membaca pesan yang di kirimkan oleh Jihan. Ia tidak mengerti masalah apa yang menimpa Jihan hingga memutuskan untuk pergi, yang jelas Jihan meminta bantuan untuk tidak memberikan informasi apapun kepada Johan.


Sebagai seorang sahabat yang tahu segalanya tentang Jihan. Kinan selalu menjadi pendengar yang baik dan juga menyimpan rahasia dengan baik pula. Jihan memintanya merahasiakan semua hal yang ia ketahui kepada Johan pasti lah ada satu alasan yang cukup kuat bukan.


Kinan meletakkan kembali ponselnya kedalam tasnya dan beranjak masuk kedalam mobil, untuk pergi ke butiknya pagi ini. Sepanjang perjalanan Kinan berusaha menghubungi Jihan namun nomor ponsel Jihan sudah tidak aktif lagi.


Jujur Kinan begitu penasaran, hal apa yang menyebabkan Jihan pergi diam-diam seperti ini. Padahal beberapa hari yang lalu Jihan nampak baik-baik saja.


baru saja kinan hendak pergi, Johan sudah datang, dan memasuki halaman rumah Kinan..Kinan nampak panik, bagaimana ia harus berbohong kepada Johan. sementara ia tahu jika Jihan pasti sekarang berada di kampung halamannya.


Johan keluar dari dalam mobil, dan begitu juga dengan Kinan, ia juga keluar dari dalam mobilnya. wajah Johan nampak sangat panik hingga ia tak lagi menutup pintu mobilnya. Johan menghapiri kinan yang hanya diam di tempatnya.


"Kinan, apa Jihan kemari?" tanya Johan.


"Tidak kak, memangnya ada apa?" tanya Kinan balik.


"Jihan pergi meninggalkan apartement, aku tidak tahu dia kemana," ujar Johan.


Kinan hanya diam tanpa berkata apapun, ia tidak tahu harus menjawab seperti apa lagi, Iya ingin bertanya ada masalah apa tapi ia takut Johan malah curiga padanya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu dimana kampung Jihan?" tanya Johan pada akhirnya.


Kinan tersentak kaget mendengar pernyataan Johan, ia sudah menduga Johan akan menanyakan hal itu kepadanya, wajah Kinan menjadi pucat seketika, dengan tangan yang bergetar karena gugup.


"A-aku tidak tahu kak, Jihan tidak pernah membahas tentang kampung halamannya, aku hanya tahu alamat rumahnya yang di sini saja," ujar Kinan dengan gugup.


Johan mengusap wajahnya dengan kasar ia bingung, kemana harus mencari Jihan lagi, kejadian malam tadi benar-benar tidak ia sangka, iya menyesal karena egonya yang tak terkendali, Jihan menjadi sasarannya.


Kenapa, kenapa Jihan harus pergi, kenapa Jihan tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya dan kenapa Jihan tidak membiarkannya bertanggungjawab atas apa yang sudah ia perbuat.


"Kalau begitu aku pulang dulu, jika kamu mempunyai informasi tentang keberadaan Jihan, kabarkan padaku," ujar Johan kepada Kinan.


"I-ya kak," ucap kinan terbata-bata.


Johan berbalik masuk kedalam mobilnya, lalu melaju pergi meninggalkan halaman rumah Kinan, Kinan memandangi kepergian Johan dengan raut wajah penuh penyesalan.


Ia menyesal karena tidak bisa memberitahu Johan tentang keberadaan Jihan. Namun ia tetap harus tutup mulut karena itu adalah permintaan Jihan.


~


Namun sedetik kemudian ia sadar, kalau bulan lalu ia belum pernah datang bulan dan bulan ini juga belum.


kejadian cinta satu malam dengan pria asing beberapa waktu lalu, mengingatkan kembali Vita jika bisa saja ia hamil. Karena malam itu ia dan pria itu melakukannya berkali-kali.


Vita mencoba mengingat kejadian malam itu, ia ingat pria mengatakan sesuatu padanya.


Vita memang sudah curiga, karena bulan lalu ia tidak datang bulan, untuk itu ia sudah membeli testpack untuk berjaga-jaga, jika saja bulan ini ia juga tidak datang bulan.


Vita segera kembali ke kamarnya dan mengambil testpack yang berada di dalam laci meja lampu tidurnya lalu kembali ke kamar mandi untuk menggunakan testpack itu.


Setelah testpack itu di letakkan di air seni yang sebelumnya ia sudah tampung kedalam wadah kecil, Vita Membulatkan matanya karena dua garis yang tiba-tiba saja muncul dari testpack itu.


Vita terduduk di lantai, tubuhnya bergetar hebat seiring kenyataan pahit yang kini menimpanya.

__ADS_1


Flashback on kejadian malam itu.


Vita mengerang kecil saat pria itu menembus pertahanannya, lalu pria itu melemparkan alat pengaman yang sebelumnya sudah ia pasang kemudian pria itu buka lagi ke atas tubuh Vita.


Pria itu tertawa terbahak-bahak dan mengatakan bahwa ia akan membuat Vita terikat padanya dengan satu benih yang akan mempertemukan mereka kembali.


Vita hanya mampu mendengar tanpa bisa menimpali ucapan pria itu, Vita kembali mengerang saat pria itu mempercepat gerakannya hingga sampai ke puncaknya. Pria itu menanam benih yang ia harapkan akan tumbuh dan berkembang di rahim Vita.


Flashback off.


Vita berteriak histeris saat kenyataan memberinya Jawaban tentang hal yang tidak ia harapkan. Vita meraih botol kaca yang ada di dekatnya dan melemparkannya ke kaca hingga kaca itu pecah, berhamburan ke lantai.


"Dasar pria brensek!" pekik Vita sambil menangis.


Kesialan apa yang kini telah menimpanya. Tidak berhasil mendapatkan Johan dan malah hamil anak pria asing yang melakukan cinta satu malam denganya.


Sejenak Vita berpikir jika anak ini bisa saja menjadi alatnya, alat untuk membawa Johan padanya. Johan ya ia akan kembali bersandiwara atas apa yang di alaminya saat ini.


Vita tertawa dengan keras, dengan air mata yang masih mengalir. Setidaknya ini adalah kesempatan terakhirnya mendapatkan Johan.


"Ini adalah anak Johan ... ya ini adalah anak ku dan Johan, Hahaha," ucap Vita sambil tertawa.


Mungkin Vita sudah kehabisan akal, dari pada menggugurkannya, lebih baik ia menjadikan janin yang ada di rahimnya sebagai alat untuk mendapatkan Johan.


Vita tidak perduli lagi, akan tanggapan kedua orangtuanya nanti, yang terpenting saat ini, bayi ini memiliki ayah dan ayahnya haruslah Johan.


Bukan pria asing itu atau siapapun.


Vita berdiri dari posisinya, ia akan segera pergi kerumah kedua orang tuanya, untuk memulai misi terakhirnya, hanya cara ini jalan satu-satunya untuk membawa Johan menjadi miliknya. Ia mencengkram erat testpack itu dan membuangnya ke tong sampah.


Setelah bersiap-siap, Vita mengambil kunci mobilnya yang ia letakkan di atas nakas lalu beranjak pergi menemui kedua orangtuanya. Ia yakin kedua orang tuanya pasti akan mempercayainya.


Bersambung 💕

__ADS_1


Assalamualaikum semuanya, maaf jika sekarang sering slow up tapi insyallah author tidak akan menggantung cerita, pasti akan tamat sebagaimana mestinya. terima kasih untuk selalu setia menunggu yak hehe. 🥰🙏


__ADS_2