Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Program Keempat


__ADS_3

Pemanasan dulu dong..


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


"Akhirnya Rania mau tidur di kamarnya sendiri," kata Kevin sambil merebahkan dirinya di sebelah Alea.


Rania memang sudah dilatih untuk tidur di kamarnya sendiri sejak usia dua tahun tapi dia baru mau tidur sendiri di usianya yang baru saja menginjak tiga tahun itu.


"Capek main di sofa terus," kata Kevin sambil tertawa. Jelaslah pergerakan Kevin tidak leluasa di atas sofa apalagi Rania sangat sensitif, mendengar sedikit suara saja dia langsung bangun. Pergerakan? Ya, pergerakan yang selalu membuat Alea berdesis nikmat.


Alea yang akan memejamkan matanya itu kembali membuka matanya lebar saat merasakan tangan Kevin yang telah menyusup di balik baju tidurnya.


"Kita udah sepakat program anak keempat kan." kata Kevin dengan tangan yang telah lihai membuka kancing piyama Alea.


Alea berdengus kesal. "Iya, tapi programnya besok aja Mas. Aku capek."


"Kalau capek kamu tinggal rasakan aja, biar aku yang gerak." bukannya berhenti tapi Kevin semakin menjadi memberi stimulasi Alea di sekitar dadanya.


Awalnya Alea memang tidak berselera tapi saat merasakan sentuhan lembut dan nikmat dari Kevin membuat Alea melambung.


Dia semakin membusungkan dadanya saat piyama itu telah telepas dan dada Alea terekspos dengan sempurna.


Begitu menggoda, sangat tidak mungkin jika Kevin tak menjejaki dan menyesapnya.


"Ahh, Mas." suara de sah Alea sudah tidak bisa dia cegah. Dia semakin membusungkan dadanya saat Kevin menghisap kuat puncak buah sintal itu.


Satu tangannya turun ke bawah dan sudah berhasil meloloskan celana Alea.


Kevin melepas bibirnya. "Sayang de sah yang keras. Udah gak ada lagi halangan untuk mengekspresikan rasa."


Alea menggigit bibir bawahnya saat jari Kevin semakin bergerak cepat keluar masuk di bawah sana.


"Mas, jarinya. Nanti aku bisa keluar."


"Iya sayang, keluarkan saja." Kevin semakin memberi sensasi nikmat pada Alea yang membuatnya kian melambung tinggi.


"Mas." Alea mencengkeram pundak Kevin saat rasa ingin meledak itu kian membuncah. Tubuh Alea mengejang beberapa saat lalu melemas. "Mas, tuh kan."

__ADS_1


"Masak baru keluar satu kali lemas. Malam ini aku akan buat kamu meletup di udara berulang kali." Kevin tersenyum miring lalu menegakkan dirinya.


"Lemas? Kata siapa?" Alea bangun dan menyingkap kaos Kevin hingga perut sixpack itu terlihat. "Udah sering nge gym lagi. Udah kelihatan hasilnya. Jadi semakin menggoda." Alea menyusuri otot-otot itu dengan tangannya. Kemudian dia mendorong tubuh Kevin hingga terbaring di atas ranjang.


Tubuh polos Alea kini naik ka atas pangkuan Kevin.


Gairah Kevin semakin menyala, apalagi dengan sengaja Alea menggerakkan pinggulnya di atas celana pendek Kevin yang sudah bertegangan tinggi.


"Udah lama kamu gak jadi pemandu. Kali ini di atas ya." Dua tangan Kevin menangkup bulatan yang ikut bergetar itu dan me re mas nya.


Alea hanya tersenyum menggoda kemudian dia bungkukkan dirinya dan mencium bibir Kevin. Semakin lama semakin liar lalu bibir tipis itu semakin turun ke leher Kevin. Menyapunya lembut dan menyesapnya. Kevin hanya bersesis nikmat merasakan sensasi yang Alea berikan.


"Aww, sayang." Kevin sedikit tersentak kaget karena hisapan dari Alea yang cukup kuat dan menyisakan rasa perih. "Merah nih."


Alea tersenyum miring menatap leher Kevin yang akhirnya merah karenanya. "Hasil karya pertama aku."


"Nakal banget, besok aku ada rapat sama client penting loh."


"Gak papa, kan udah punya istri." Alea kembali menegakkan dirinya.


"Ayo, yang bawah udah meronta tuh."


"Sayang, udah gak tahan. Ayo."


Alea kini meloloskan celana Kevin dari kakinya hingga sesuatu yang telah berdiri tegak itu menampakkan wujud aslinya.


Alea mulai memposisikan dirinya dan sekali hentakan dari Kevin sudah berhasil menerobos dinding nikmat milik Alea.


Alea mulai menggerakkan pinggulnya naik turun berirama.


"Lebih dari nikmat." Kevin kembali menangkup buah sintal yang ikut bergerak naik turun itu. Semakin lama gerakan Alea semakin cepat dengan suara de sah yang semakin keras dan bersahutan dengan Kevin.


Kevin menambah pompaannya dari bawah. Dia tahu sebentar lagi Alea pasti akan memuju pelepasannya yang kedua. Benar saja, tubuh Alea menggelinjang ke belakang dengan dinding nikmat yang semakin menjepit milik Kevin.


Kevin bangun dan membalik posisi Alea. "Udah lemas?" goda Kevin sambil memaju mundurkan dirinya yang masih bersemangat.


"Aku udah dua kali. Kamu belum." Alea melingkarkan tangannya di leher Kevin.

__ADS_1


"Lama, sampai kamu keluar berkali-kali."


"Ih, selalu."


Kevin mencium singkat bibir Alea. "Tapi suka kan?"


Alea mengangguk malu. Kevin memang selalu bisa membuatnya terbang melayang berkali-kali. Rasa itu sudah membuatnya candu ditambah wajah Kevin yang terlihat semakin tampan saat berselimut gairah.


"Mau hadap belakang gak? Udah lama juga gak dari belakang." tanya Kevin yang membuat pipi Alea semakin bersemu merah. "Hem? Malu-malu mau nih pasti. Ayo." Kevin melepas miliknya sesaat lalu membalik tubuh Alea. Dia tahan Alea dan membuka kedua kakinya. Dia lesatkan kembali miliknya yang masih berdiri kuat itu.


"Aww, Mas." Pekik Alea karena setiap kali Kevin melakukannya dari belakang terasa semakin sesak dan penuh.


Kevin semakin bersemangat menghujam Alea. Karena posisi itu adalah posisi favorit Kevin. Terasa semakin nikmat dan menggigit. Bahkan suara de sah Kevin kini semakin mendominasi.


"Mas..." napas Alea semakin tersenggal. Sepertinya dia akan sampai di puncak untuk ketiga kalinya. "Mas..." Alea semakin beradu gerakan dengan Kevin. Beberapa saat kemudian tubuh Alea mengejang lalu kembali melemas.


Kevin menahan perut Alea agar tidak ambruk. Dia semakin mempercepat gerakannya karena rasa nikmat itu sudah berada di ujung. Di titik terdalam, Kevin menumpahkan seluruh hasratnya dengan suara era ngan yang cukup keras.


Setelah tuntas hingga tetes terakhir, Kevin melepas miliknya dan menghempaskan dirinya di sebelah Alea. Mereka berdua terlihat sama-sama mengatur napasnya.


Sedetik kemudian mereka sama-sama tersenyum dan saling berhadapan.


"Semoga ada lagi anak keempat kita."


"Ih, aku gak buru-buru. Semoga aja cuma tiga."


"Reka udah betah di rumah Niko. Di rumah ini jadi kurang ramai jadi harus nambah entah kapan jadinya. Yang penting berusaha dengan kenikmatan."


Alea semakin tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kevin.


"Aku sayang kamu. Sampai kapanpun kita akan selalu bersama." Kevin menarik selimut hingga menutupi tubuh polos mereka berdua dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya, amin. Makasih sudah menemani aku mulai dari aku kecil sampai punya anak dan sampai nanti kita punya cucu."


Kevin tersenyum kecil. Kebersamaannya dengan Alea memang sangat panjang. Begitu banyak suka dan duka yang telah mereka lalui.


💞💞💞

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan komen...


__ADS_2