Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Bab.26


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu seluruh karyawan king group, telah tiba. Hari ini adalah hari camping tahunan perusahaan, yang selalu di selenggarakan setiap pertengahan tahun.


Semua sudah berkumpul di halaman depan gedung utama king group. Jihan dan rekannya yang lain terlihat sangat antusias. Sekitar lima Bus besar sudah berajajar rapi untuk memuat penumpangnya.


Tak lama Johan datang, pertanda jika mereka akan segera berangkat. Sebelum berangkat Johan lebih dulu memberikan sedikit imbauan.


Semua karyawan king group sudah berjajar rapi, Jihan berdiri di barisan depan, hingga jarak ia dan Johan cukup dekat.


"Selamat pagi semuanya.


Hari ini camping tahunan akan kembali kita selenggarakan untuk menjalin hubungan yang lebih akrab antara sesama. Jadi saya himbau untuk tetap mengikuti peraturan camping dan berbagai acara yang akan di selenggarakan di lokasi nanti," ujar Johan.


Jihan dan Johan saling berpandangan, Johan terseyum ke arah Jihan, sementara Jihan langsung menoleh kesembarangan arah, karena salah tingkah.


Barisan mulai bubar, Jihan kebingungan mencari teman-temannya di antara kerumunan orang. Dari arah belakang, Malik langsung menarik tangannya karena ia hampir saja jatuh saat berjalan.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Malik.


"Ah iya, aku tidak apa-apa, terimakasih," ucap Jihan.


"Ayo ikut aku, Bus kita ada di sebelah sana," ucap Malik sambil menggenggam tangan Jihan agar berjalan mengikutinya.


Dari kejauhan, sorot mata tajam Johan, memperhatikan Jihan dan Malik yang sedang bergandengan tangan, pandangan matanya tak lepas sampai Jihan dan Malik masuk kedalam bus.


Di dalam bus, Jihan dan Malik duduk berdampingan, sebenarnya Jihan ingin duduk di samping Cika namun, Malik malah Menariknya untuk duduk di samping Malik.


"Kamu mau ini," tawar Malik pada Jihan.


"Apa ini?" tanya Jihan.


"Ini susu madu, bagus di minum saat bepergian jauh seperti ini," ucap Malik.


"O begitu ... terimakasih," ucap Jihan lalu meraih sekotak susu madu dari tangan Malik.


"Kamu seperti anak kecil saja, suka minum susu," ucap Jihan.


"Cobalah, biar kamu tahu rasanya," ucap Malik.


Jihan meminum susu madu pemberian Malik, ia cukup takjub dengan rasanya, " emm ... enak juga, pantas saja, kamu menyukainya."


"Aku juga menyukai mu," gumam Malik pelan


"Apa!?" ujar jihan saat merasa mendengar sesuatu namun tidak jelas.


"Ah bukan apa-apa ... kamu mau lagi, aku bawa banyak," ucap Malik sambil menawarkan susu madu lagi kepada Jihan. Tanpa aba-aba Jihan langsung menyambar susu madu itu dari tangan Malik.


"terimakasih," ucap Jihan lalu tersenyum.

__ADS_1


~


Satu jam berlalu dan masih setengah perjalanan lagi, Jihan nampak sangat mengantuk, hingga iya beberapa kali hampir jatuh kedepan, untung saja Malik dengan sigap menahannya.


"Kamu mengantuk?" tanya Malik.


"Sedikit, aku tidak cukup tidur malam tadi," ucap Jihan kemudian kembali menguap.


"Mau mendengarkan musik?" tanya Malik.


"Musik apa?" tanya jihan balik.


"Dengarkan saja dulu."


Malik melepaskan sebelah headset bluetooth yang di pakainya, kemudian Malik memasangkan headset, di telinga Jihan, jarak mereka sangat dekat, hingga membuat Malik merasakan harum dari tubuh Jihan, seketika Jantungnya langsung berdebar tak karuan.


Setelah selesai memasangkan headset bluetooth ke telinga Jihan, ia mulai memutarkan music clasik dari sang legenda musik klasik yaitu Mozart.


Jihan menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi, ia mulai memejamkan matanya, menikmati setiap alunan musik yang ia dengar, hingga tanpa sadar ia mulai terlelap.


Karena kondisi jalan yang kurang baik, kepala jihan hampir saja terbentur kaca jendela bus, untuk saja Malik dengan siaga menahan kepalanya lagi.


Malik meletakkan kepala Jihan agar bersandar di pundaknya. senyuman mulai terukir di wajah Malik, andai Jihan benar-benar kekasihnya, Malik akan menjadi Pria paling bahagia, pikirnya.


***


"Jihan, bangunlah kita sudah sampai," ucap Malik sambil menepuk lembut pipi Jihan.


Jihan mengerjapkan kedua matanya, ia kembali ke posisi tegap, kemudian meregangkan tubuhnya.


"Sudah sampai, hoam ... aku masih mengantuk," ucap Jihan sambil menguap.


"Tidurnya lanjut nanti saja," ucap Malik.


Malik dan Jihan keluar dari dalam bus. Di bawah, jenny, Cika, dan rendy sudah menunggu mereka.


"Kalian lama sekali turunnya," protes Jenny.


"Ini, gara-gara dia ... susah sekali di bangunkan," ucap Malik sambil menunjuk ke arah Jihan, Sementara Jihan hanya menyengir saja.


"Untuk para peserta camping, silahkan berkumpul di sumber suara!" teriak salah seorang manager tim yang bernama Clara.


Semua peserta berhamburan menuju ke sumber suara. Sekarang mereka sudah berjajar dengan rapi.


Johan maju kedepan untuk memberikan kata sambutan. Lagi-lagi ia melirik Jihan yang sedang berdiri berdampingan dengan Malik, Johan semakin kesal karena Malik selalu saja menempel kepada Jihan, mengajak Jihan bicara, dan menjahili Jihan.


Jihan nampak biasa-biasa saja menanggapi tingkah Malik, karena malik memang tipe pria yang humoris. Lain halnya dengan Johan yang nampak kesal dengan pemandangan ini.

__ADS_1


"Tuan, silahkan di mulai," ucap Raksa, saat melihat Johan yang sudah berdiri di depan namun hanya diam saja sejak tadi.


"Ah iya," ucap Johan saat fokusnya telah kembali.


"Selamat siang semuanya, mohon untuk memperhatikan saya, dan tidak banyak mengobrol," ucap Johan tegas, seolah memberi kode kepada Malik dan Jihan untuk berhenti mengobrol.


Johan memberikan sedikit pidato, sebelum meresmikan acara camping tahunan perusahaan king group.


"Dengan ini, camping tahunan king group resmi di buka," ujar Johan dan langsung di sambut sorak gembira para pegawainya.


***


Dari dua ratus orang peserta. Mencakup, petugas keamanan, OB, dan para staf. Para peserta di bagi menjadi banyak grup yang setiap group berisi tiga orang yang akan tidur dalam satu tenda. tentu saja Jihan memanfaatkannya kesempatan ini untuk satu grup dengan jenny dan juga Cika.


Jihan dan kedua rekannya itu sedang berusaha memasang tenda mereka. Namun sepertinya mereka nampak kesulitan karena mereka sama-sama tidak tahu memasang tenda.


"Ada yang bisa ku bantu," ucap Malik yang datang menghampiri Jihan.


"Akhirnya, malaikat penyelamat kita datang juga," ucap Jenny yang sudah nampak kepanasan.


"Kami sudah mencoba memasang tenda ini sejak tadi,tapi gagal terus," keluh Jihan.


"Iya, bantu kami ya," ucap Cika.


"Siap,"ucap Malik.


Malik dengan cekatan memasang tenda itu, tentunya ia tidak sendiri, tapi Jihan dan yang lainnya juga ikut membantu.


***


Selang malam, Jihan dan beberapa pegawai yang lain mendapatkan tugas untuk memasak makanan. Tentunya malik juga ada di sana, ia sengaja meminta kepada kepala tim untuk satu grup memasak dengan Jihan.


Jihan sedang meracik bumbu untuk membuat sup ayam, sementara yang lain juga sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


Johan di dampingi Raksa saat dan manager tim, Clara, pergi meninjau dapur umum, untuk melihat proses masak-memasak di sana.


Johan melebarkan senyumnya saat mendapati Jihan sedang fokus dengan tugasnya. Namun sedetik kemudian senyum itu berubah menjadi semu, saat Jihan tiba-tiba saja teriris pisau, tangan kirinya Mengeluarkan banyak darah.


Tanpa fikir panjang, Johan langsung berjalan dengan cepat menghampiri Jihan,


"Kamu baik-baik saja," ucap Johan dan Malik secara bersamaan.


Entah kebetulan atau tidak, namun di saat yang bersamaan Malik juga bergerak cepat menghampiri Jihan. Johan dan Malik saling menatap sebentar, kemudian kembali fokus kepada Jihan.


Jihan mendongak ke atas melihat dua orang pria yang nampak sangat khawatir padanya. sementara para peserta yang ikut melihat, mulai berbisik-bisik, ada yang iri karena Jihan begitu beruntung di khawatirkan dua pria tampan, namun tak sedikit juga yang mengumpat, karena berfikir Jihan hanya mencari perhatian.


Bersambung 💕

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya bunda-bunda kakak-kakak semuanya 🙏🥰


__ADS_2