Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Bab.48


__ADS_3

"Kamu bahkan tidak bisa menjawab ku," ucap Vita.


"Memangnya apa yang harus aku jelaskan padamu, ini masalah pribadi ku, kamu tidak perlu ikut campur," ucap Johan lalu beranjak pergi meninggalkan Vita sendiri.


Semakin hari Johan seperti kehilangan sosok sahabat yang dulu selalu mendukungnya. Vita yang sekarang adalah Vita yang terlalu terobsesi untuk memiliki Johan, meski Johan sudah sering kali mengingatkan namun nampaknya Vita tak pernah jera.


Vita berbalik, melihat kepergian Johan, ia tersenyum menyeringai, Vita merasa jika ia sudah menang dan pada akhirnya Johan hanyalah miliknya.


"Sebentar lagi, aku akan membuat wanita itu, merasakan sakit seperti yang aku alami selama mencintai mu," gumam Vita.


~~


Minggu pagi yang cerah, tidak seperti biasanya Jihan akan tertidur sepanjang hari. Pagi ini ia sudah berada di butik Kinan.


Karena besok adalah acara besar perusahaan, Jihan memutuskan untuk membeli baju di butik sahabatnya itu. Sesampainya di butik, Jihan tidak perlu menunggu untuk bertemu dengan Kinan, semua pegawai Kinan sudah sangat mengenalnya.


Jihan masuk kedalam ruangan Kinan, dan mendapati sahabatnya itu yang sedang menggambar desain pakaian.


"Lagi sibuk ya?" tanya Jihan saat memasuki ruangan.


"Jihan ...."


"Kamu sedang apa?" tanya Jihan lagi.


"Ini ... aku lagi mendesain gaun untuk salah satu klain ku," ucap Kinan sambil membereskan barang-barangnya di atas meja.


"Apa kamu punya koleksi gaun pesta, ulang tahun perusahaan akan di adakan besok dan aku tidak punya gaun yang layak untuk di pakai kesana," ujar Jihan.


"Kenapa kamu baru bilang, tahu seperti itu, aku akan merancangnya khusus untuk mu," tutur Kinan.


"Aku baru tahu beberapa hari yang lalu, jika acaranya besok," ucap Jihan.


"Baiklah, kamu tunggu disini, aku tidak rela kamu berpenampilan biasa-biasa saja," ucap Kinan.


Kinan beranjak keluar dari ruangannya, tinggallah Jihan sendirian di ruangan itu. Jihan berjalan mendekati meja kerja Kinan, dilihatnya desain gaun pengantin yang kinan gambar tadi.


Senyum tiba-tiba saja mengembang di wajahnya, mengingat kemesraan yang terjalin antara ia dan Johan beberapa hari ini, Jihan menyentuh gambar gaun itu, iya membayangkan jika ia yang memakai gaun itu, apa akan terlihat cocok, pikirnya.


Namun senyumannya berubah pias saat bayangan Vita datang menghancurkan khayalan indahnya.


"Benar juga, khayalan ku terlalu tinggi," gumam Jihan.


Cklek.


Kinan masuk dengan membawa beberapa setel gaun pesta rancangan terbarunya. Jihan sampai terpana melihat gaun yang kini sudah berhajaran rapi di atas meja.

__ADS_1


"Cantik sekali," ucap Jihan.


"Kamu harus tampil cantik, besok malam. Aku yakin Johan akan terpesona melihat kamu," ujar Kinan.


"Untuk apa membuatnya terpesona, jika pada akhirnya kami tak bisa bersama lagi.


"Apa maksudmu, sudah dua minggu kita tidak bertemu, dan sepertinya aku ketinggalan banyak hal tentang hubungan kalian," tutur Kinan.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya, dan aku minta saran dari kamu," ujar Jihan.


"Aku mengerti, ayo cepat ceritakan ... aku penasaran,"


Jihan menceritakan hal apa saja yang ia lalui beberapa hari ini. Jihan memang tak pernah menutup-nutupi apapun dari Kinan, dan begitu pula sebaliknya.


Jihan menceritakan semua hal yang terjadi antara dirinya dan Johan beberapa hari ini, dan permintaan Johan agar ia hubungan mereka kembali lagi seperti dulu. Jihan juga menceritakan tentang perjodohan antara Johan dan Vita.


"Bagaimana, apa yang harus aku lakukan," ujar Jihan.


"Jika memang saling mencintai kenapa kalian tidak memperjuangkannya bersama," ucap Kinan.


"Berjuang seperti apa, Jika pada akhirnya dia akan meninggalkan ku lagi seperti tujuh tahun yang lalu, saat ini aku tidak ingin berharap apapun padanya," ujar Jihan.


"Aku yakin, jika kalian memang jodoh pasti ada jalan untuk bersatu," ucap Kinan.


"Entahlah ... aku kemari untuk gaun pesta, tapi kenapa aku malah curhat ya," ujar Jihan sambil menghapus air mata yang ada di sudut matanya.


~~


Sore hari sebelum acara pesta, Jihan sudah mengatur janji dengan Jenny dN juga Cika untuk berangkat ke acara pesta bersama.


Sekarang mereka sedang berkumpul di rumah Jenny.


Rumah ini adalah rumah yang di sewa jenny bersama dengan kakak sepupunya, namun kakak sepupunya sedang pulang kampung jadi ia mengajak Cika dan Jihan untuk bersiap-siap di rumahnya saja.


Sebelum berangkat mereka terlebih dulu merias wajah agar semakin terlihat cantik paripurna.


Jika bicara tentang make up, jenny adalah ahlinya, peralatan makeup nya pun sangat lengkap, ia menyisihkan sebagian gajinya bukan untuk di tabung, melainkan untuk membeli semua alat make up yang di inginkan ya.


"Wah banyak sekali," ucap Jihan dan Cika secara bersamaan.


"Ini semua adalah koleksi ku," ujar Jenny dengan bangga.


"Aku mau di make-up dong," pinta Cika.


"Aku juga mau," pinta Jihan juga.

__ADS_1


"Boleh, tapi bayar," ucap Jenny membuat Jihan dan Cika langsung mendelik kesal.


"Ye dasar mata duitan," tandas Cika.


"Haha, maaf aku hanya bercanda."


"Oke aku mulai dari ... Jihan dulu deh," ucap Jenny sambil menunjuk Jihan.


Jenny mulai memoleskan pelembab di wajah Jihan, setelah itu primer lalu fondation yang tidak terlalu tebal, agar nampak alami, di lanjut dengan mengukir alis dan lain-lain.


Setelah selesai Jihan melihat wajahnya di pantulan cermin. Sungguh terlihat sangat berbeda, Jenny dan Cika pun sampai pangling.


"Cantik parah!" seru Cika.


"Ini semua karena make up, kalau bukan karena make up, aku sih biasa saja," ucap Jihan.


"Jihan-Jihan, kamu itu pada dasarnya memang sangat cantik, karyawan di kantor saja, banyak yang naksir sama kamu," tutur Jenny.


Jihan tak mengatakan apapun lagi, ia hanya fokus melihat ke cermin.


"Untuk siapa aku sampai berdandan seperti ini," batin Jihan.


"Ayo cepat dandani aku juga, agar bisa secantik Jihan," ujar Cika yang sudah tidak sabar.


"Iya sebentar bawel," pekik Jenny.


Setelah selesai make up dan memakai gaun. Cika, jenny dan Jihan menyempatkan diri untuk berselfie bersama.


"Jangan lupa tag kami ya" pinta Jenny pada Jihan.


"Oke," ucap Jihan singkat.


Tak lama terdengar suara klakson mobil. Pertanda Jika Malik dan rendy sudah menjemput mereka. sebelum acara mereka memang sudah sepakat untuk pergi bersama.


Malik dan Rendy keluar dari mobil, tak lama Jihan dan kedua rekannya keluar dari rumah. Jihan berjalan menghampiri Malik yang sedang berdiri di samping mobil.


Malik sampai tak berkedip melihat wanita cantik yang kini sedang berjalan kearahnya, ia tidak fokus dengan ketiganya tapi ia hanya fokus kepada Jihan seorang.


Bagi Malik devinisi kesempurnaan seorang wanita itu semua adalah pada diri Jihan, tidak hanya cantik, baik, namun juga cerdas.


"Kita berangkat sekarang," ucap Jihan membuyarkan lamunan Malik.


"Ah iya, ayo berangkat," ucap Malik gugup.


Malik duduk di kursi kemudi, jihan duduk di sampingnya, jenny dan Cika duduk di kursi tengah dan terakhir Rendy duduk di kursi paling belakang.

__ADS_1


Malik menghidupkan mesin mobil dan langsung tancap gas meninggalkan halaman rumah Jenny.


Bersambung 💕


__ADS_2