Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Hembusan Angin


__ADS_3

Biar gak tegang, mau main basah-basahan dulu.. 🤭


...✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨...


"Kevin..." Alea langsung memeluk Kevin saat dia baru saja masuk ke dalam rumah. "Syukurlah kamu gak papa. Aku khawatir banget."


Kevin mengeratkan pelukan Alea. Rasa lelah itu seketika hilang saat merasakan kenyamanan pelukan itu. "Masalah sudah selesai, kamu jangan khawatir lagi." Satu kecupan juga mendarat di puncak kepala Alea.


"Aku takut banget. Semoga gak ada lagi masalah kayak gini."


"Iya, semoga saja. Tapi kamu harus ingat, semakin kita di atas maka semakin kencang pula angin itu berhembus."


Alea meregangkan pelukannya dan mendongak menatap wajah Kevin. "Iya aku ngerti dan aku yakin kamu akan tetap bisa berdiri kokoh."


"Itu karena ada akar yang kuat yang mendukungku." Kevin mengecup singkat bibir Alea. "Dan bagi aku yang paling penting adalah keselamatan kamu dan anak-anak."


"Kamu juga."


"Iya."


Wajah mereka saling mendekat menciptakan ciuman hangat yang penuh kasih sayang. Begitu bergelora sampai lupa bahwa mereka masih berada di ruang tamu.


Kevin tersenyum kecil saat melepas ciumannya. "Nyandu banget sih bibirnya. Sampai lupa kalau masih ada di ruang tamu."


Alea hanya tersenyum malu. "Iya, untung Reka udah tidur sama Raffa. Kamu mandi dulu gih, biar aku siapkan makanan. Aku juga belum makan."


Kevin beralih merengkuh pundak Alea dan mengajaknya ke kamar. "Temani aku mandi yuk?"


"Astaga, Kevin ih, kamu gak capek?" Jelaslah Alea tanggap dengan maksud dan tujuan Kevin. Karena mandi ala Kevin pasti berdurasi lama.


"Aku barusan nunggu Niko ditangani Dokter sambil ngopi sama anak buah di kantin rumah sakit. Setelah ngasih kabar ke kamu tadi jadi capeknya udah hilang." jelas Kevin.


Ada saja alasan Kevin.


"Biar capek aku hilang juga. Terus kita makan malam yang banyak habis itu tidur." Lanjut Kevin lagi.


Alea tak menjawab lagi, mereka kini masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Tuh kan, Reka tidur di kamar kita."


"Iya, tadi ketakutan terus ketiduran sama Raffa," kata Alea.


"Jadi gak bisa buat adik di sofa kan. Makanya sekarang aja." Kevin terus menarik tubuh Alea untuk masuk ke kamar mandi.


"Aku tuh udah mandi." Alea duduk di kloset yang tertutup. Tapi tangannya terangkat membuka kancing kemeja Kevin.


"Terus?" Kevin semakin menggoda Alea. Dia biarkan apa yang akan dilakukan Alea.


"Hem..." Alea membuka kemeja Kevin dan menjatuhkannya ke lantai. Lalu tangannya beralih pada resleting celana Kevin. Dia buka celana itu, hingga terihatlah celana pendek dengan sesuatu yang telah berdiri dan tercetak jelas. "Udah bangun aja."


Kevin tertawa kecil. "Udah sedari tadi. Pokoknya kalau aku cium kamu, signalnya langsung terkirim ke bawah."


Alea melepas kain terakhir yang melekat di tubuh Kevin. Kemudian Alea berdiri dan menuntun Kevin berdiri di bawah shower. Dia hidupkan shower itu hingga membasahi tubuh Kevin.


Daster pendek Alea pun ikut basah terkena guyuran air. Tapi justru tubuh itu semakin terlihat menggoda.


"Sayang kamu mau mandiin aku."


Alea mengangguk pelan sambil menekan sabun cair di tangannya. Dia balurkan ke seluruh tubuh Kevin hingga berbusa dengan pijatan-pijatan lembut yang membuat Kevin semakin dibakar gairah. Apalagi saat tangan Alea bermain di bawah perut Kevin. Dengan busa yang berlimpah dia gerakkan tangannya menyusuri otot yang tegang itu.


Setelah bermandikan busa, Alea menyiram tubuh Kevin dan membersihkannya dari busa. Kemudian dia telusuri dada Kevin dengan bibirnya, semakin lama semakin ke bawah dan berhenti tepat di bawah perut Kevin. Dia mulai bermain dengan bibirnya. Mengulum milik Kevin yang semakin berkedut dibuatnya.


"Uhh, sayang... Kalau kamu gini aku makin gak tahan." Kevin menatap Alea yang berlutut di bawahnya. Dia tahan rambut Alea yang menutupi wajahnya. Dia sedikit mendongakkan wajahnya merasakan kenikmatan yang dibuat Alea. Benar-benar sudah mabuk kepayang dan seolah lupa daratan.


"Sini." Kevin menarik lengan Alea agar dia berdiri. Dia sambar bibir yang telah membuatnya men de sah nikmat itu. Dia lu mat dan hisap dengan liar. Tangannya sudah mengangkat daster Alea dan bergerak aktif menciptakan sensasi.


Kevin melepas pagutannya lalu melepas seluruh pakaian Alea yang sudah basah. Dia lempar sembarang pakaian itu kemudian dia balik tubuh Alea. Dia tuntun tangan Alea agar berpegangan dinding. Lalu dia terlusuri punggung mulus itu dengan bibirnya. Kedua tangannya menangkup sumber nutrisi milik Raffa yang terasa semakin berisi.


Sepertinya Kevin tidak tahan lagi untuk pemanasan terlalu lama. Dia arahkan miliknya dari belakang yang membuat Alea seketika memekik.


"Aww, Kev..."


Kevin mulai memaju mundurkan dirinya berirama dengan kedua tangan yang masih menangkup benda sintal yang ikut tergerak seiring hujamannya. "Nikmat sayang."


Suara Alea semakin keras merasakan gesekan dari Kevin yang terasa semakin nikmat saat dari belakang.

__ADS_1


"Sayang, suaranya kerasin lagi gak papa. Di sini kan udah ada peredam suaranya." kaya Kevin yang semakin mempercepat pompaannya.


"Hhmmm, Kev, tangan kamu." Alea semakin meracau saat satu jari Kevin memilin kacang kecil yang membuat sekujur tubuh Alea menegang. "Kev, aku jadi gak tahan."


"Kamu lepasin aja sayang. Iya, terus men de sah kayak gitu." Kevin semakin mempercepat gerakannya hingga suara kulit yang saling beradu itu terdengar kencang memenuhi seluruh kamar mandi.


"Kev..." Alea meracau keras dengan tubuh yang menegang.


Remasan kuat dari Alea membuat Kevin semakin melambung. Setelah Alea melemas, Kevin membalik tubuh Alea lalu menghujamnya lagi dari depan. Dia cium bibir yang sedari tadi tak berhenti berteriak. Lalu turun ke bawah dan menyusuri leher putih itu. Menjejakinya hingga tercetaklah tanda merah darinya.


"Aku sayang kamu, Alea." Bisik Kevin di dekat telinga Alea lalu mengigit kecil daun telinga itu.


Hentakan kuat dari Kevin membuat Alea semakin tak tahan lagi.


"Sayang, kita barengan saja."


Kevin semakin menghentakan dirinya dalam hingga di ujung. Beberapa saat kemudian erangan keras dari mereka berdua terdengar memenuhi kamar mandi.


Lelehan hangat itu terasa memenuhi perut Alea. Permainan panas yang dilakukan Kevin membuat Alea kehilangan tenaga dan lututnya terasa bergetar.


"Kev, badan aku lemas."


Kevin tersenyum kecil sambil menahan tubuh Alea, lalu dia menghidupkan shower hingga peluh yang membanjiri tubuh mereka menghilang.


Setelah selesai membersihkan diri, mereka memakai bathrobe masing-masing dan keluar dari kamar mandi dengan pipi yang merona.


"Makasih sayang." Satu kecupan mendarat di pipi Alea sebelum Kevin mengambil baju gantinya.


"Aduh, perut aku lapar banget."


"Pakai baju dulu terus kita makan. Anak-anak juga masih tidur."


Mereka segera memakai pakaiannya. Setelah merapikan rambut basahnya, mereka keluar dari kamar menuju ruang makan untuk mengisi tenaga mereka kembali.


💞💞💞


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan komen...


__ADS_2