Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Bab.25


__ADS_3

Johan sudah sampai di halaman rumah Jihan, dengan gerakkan cepat Jihan turun lebih dulu, sementara Dia membuka bagasi untuk mengambil barang-barang milik Jihan.


"Terimakasih sudah mengatakan saya pulang," ucap Jihan.


"Apa kamu benar-benar ingin pindah," ucap Johan.


" Iya, saya harap anda tidak melanggar janji anda," ucap Jihan.


"Aku orang yang menepati janji, asal kamu tidak menghindar atau menajauhi ku," ucap Johan.


"Tentu saja," ucap Jihan.


Jihan bukan tanpa alasan meminta untuk pindah ke bagian staf keuangan lagi, ia hanya menghindari jika sewaktu-waktu Vita datang dan kembali menyudutkannya.


Bagi jihan sekarang, ia dan Johan tidak punya harapan untuk bersama, mereka amat jauh berbeda. Meskipun Johan masih mengharapkannya, Jihan pun tak menampik jika getaran itu masih ada.


Jika memang mereka di takdirkan untuk kembali bersama, waktu itu akan tiba dengan sendirinya. dan Jika memang mereka berakhir seperti ini, setidaknya Jihan tidak pernah berharap lebih.


Jihan kadang masih tidak menyangka Jika mantan pacarnya akan seperti sekarang. dulu Johan memang kaya tapi perusahaan ayahnya tak sebesar sekarang.


"Nak Johan," ucap Mela yang sedang berdiri di ambang pintu.


Jihan dan Johan langsung menoleh ke arah Mela.


"Selamat malam tante," ucap Johan sopan.


"Kenapa berdiri di situ, ayo masuk," ucap Mela sambil berjalan menghampiri Jihan dan Johan.


"Tidak usah tante," ucap Johan sambil melirik ke arah Jihan.


"Ayolah, tidak apa-apa," ucap Mela sambil menyeret tangan Johan masuk.


Jihan hanya bisa menghela nafas berat, melihat tingkah tantenya. Sekarang Johan sudah duduk di sofa yang ada di ruang tamu sederhana itu, Mela pergi ke dapur untuk membuat teh, sementara Jihan pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Di hadapannya kini Nino sedang duduk sambil berpangku tangan, menatap Johan dengan tajam.


"Om ini, temannya kak Jihan?" tanya Nino.


"Ehm ... iya," ucap Johan.


"Masa sih, kak Jihan tidak pernah membawa laki-laki ke rumah ini ... masa iya kalian hanya teman," ucap Nino.


"Jadi kak Jihan belum pernah mempunyai pacar?" tanya Johan penuh selidik.


"Iya ... dia itu tahunya kerja, dan kerja saja, bisa-bisa kak Jihan jadi perawan tua," ucap Nino.


"Ngomongin aku ya," ucap Jihan yang tiba-tiba saja datang.

__ADS_1


"Bukan kakak kok," ucap Nino.


"Adik kamu lucu sekali," ucap Johan.


"Yang benar itu dia menyebalkan," ucap Jihan.


"Eh kalian ini, ada tamu kok malah berantem sih," ucap Mela.


"Nak Johan silahkan di minum," ucap Mela sambil meletakkan secangkir teh di atas meja.


"Terimakasih tante," ucap Johan.


Jihan hanya duduk di samping nino tanpa bicara, fikiranya masih fokus pada kejadian di apartemen tadi sore. Banyangan kejadian itu benar-benar membuatnya gila.


***


Sekitar pukul delapan malam, Johan akhirnya sampai di rumah, Sepertinya Maria sudah tidur. Johan beranjak naik kelantai dua, tempat kamarnya berada.


Sesampainya di kamar, Johan langsung, membuka pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi. Johan membasahi tubuhnya di bawah shower.


Johan masih membayangkan kejadian di apartement tadi sore. Sentuhan dan deru nafas Jihan masih membekas di ingatan, lekuk tubuh molek bak gitar spanyol, hampir membuat pertahanan dirinya goyah. Untung saja Johan masih bisa mengusai diri sehingga tidak semakin larut.


Johan meyakinkan dirinya sendiri untuk kembali mendapatkan Jihan, dengan perlahan namun pasti, ia akan membuat Jihan jatuh cinta lagi kepadanya.


Setelah selesai mandi, Johan Keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya. Ia mengambil ponselnya dari ats tempat tidur, kemudian berjalan menuju balkon. Johan bisa merasakan deru angin malam yang menimpa tubuhnya yang masih basah sehabis mandi.


"Hallo, carikan aku sekretaris pengganti mulai besok, usahakan seorang laki-laki, dan Jihan ... pindahkan ia kembali ke ruangan staf bagian keuangan," ucap Johan dari balik telepon, Kepada kepala bagian HRD.


**


Keesokkan harinya, Jihan langsung di sambut dengan gembira oleh para rekannya. Jihan nampak senang sekali bisa kembali ke ruangan ini.


Selain karena masalah pribadi, Jihan juga bosan jika bekerja sendirian, sementara di ruangan ini ia tidak pernah merasa bosan, karena ada banyak teman yang membuat suasana heboh.


"Selamat datang kembali Jihan," ucap pak Kus.


"Terimakasih pak," ucap Jihan.


"Akhirnya kamu kembali lagi, kita akan sering bersama sekarang," ucap Jenny.


"O iya, sebentar lagi kan camping tahunan perusahaan," ucap Rendy.


"Asik, liburan," ucap Cika.


"kalau masalah liburan saja, senangnya bukan main," ujar pak kus membuat Jihan dan yang lain tertawa.


**

__ADS_1


Johan sedang duduk di kursi kebesarannya, hari ini, hari pertamanya tanpa Jihan. Sebenarnya begitu berat karena harus merelakan Jihan pindah, tapi demi kenyamanan Jihan, ia mengalah, untung saja masih di satu perusahaan.


klek.


pintu ruangannya terbuka, seorang laki-laki berusia sekitar dua puluh lima tahun masuk ke dalam ruangannya.


"Selamat pagi tuan, saya Raksa. Mulai hari ini saya akan menggantikan posisi Jihan," ucap Raksa.


Johan menoleh sebentar kemudian kembali keposisinya semula.


"Kamu bisa mulai bekerja mulai hari ini, silahkan keluar.


Raksa melangkah keluar, di saat bersamaan Pak hardi dari bagian perencanaan masuk kedalam ruangan Johan.


"Selamat pagi tuan," ucap pak Hardi.


"Duduklah," ucap Johan.


Pak hardi langsung beranjak duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Johan.


"Saya membawa desain untuk spanduk yang akan di pasang di lokasi camping tahunan perusahaan tuan, silahkan di periksa," ucap pak Hardi dengan senyum pepsodentnya.


Johan meraih selembar kertas yang di sodorkan pak hardi padanya. ia mulai memperhatikan setiap detail dan gambar yang ada di sana. ia membulatkan matanya saat melihat gambar animasi dua orang yang sedang berpelukan, tiba-tiba gambar itu berubah menjadi ia dan Jihan yang sedang berpelukan.


Johan langsung terperanjat kaget dan melempar poster itu ke atas meja.


"Ada apa tuan?" tanya pak hardi kaget, ia berfikir apa ada yang salah dengan desain itu, mengingat tema tahun ini adalah menjalin ke akraban bersama.


"Itu gambarnya!" seru Johan.


"Ada apa dengan gambarnya tuan," ucap pak hardi sambil memperlihatkan gambar yang ada di poster itu, sepertinya tidak ada yang salah.


Johan kembali melihat gambar yang ada di poster itu dan benar, itu hanya gambar animasi biasa.


"Maafkan saya tuan, saya akan mendesain ulang poster ini, secepatnya akan saya serahkan ke tuan," ujar pak hardi lugas.


"Tidak perlu, semuanya sudah bagus, pakai yang desain itu saja," ucap Johan.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi," ucap pak Hardi.


"Iya ... pergilah," ucap Johan.


Pak hardi berjalan dengan cepat, keluar dari ruangan Johan. Sementara Johan sendiri sedang duduk bersandar dengan kedua Tangan, menutupi wajahnya.


Johan tidak habis fikir, bagaimana ia bisa sampai berhalusinasi seperti ini, apa karena ia terlalu memikirkan Jihan.


Bersambung 💕

__ADS_1


Hari ini jangan lupa vote ya bunda-bunda, kakak-kakak semuanya 🙏🥰


__ADS_2