Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Bab.6


__ADS_3

Jihan duduk di lantai sudut kamarnya dengan memeluk lututnya, pada awalnya ia mencoba untuk ikhlas meski masih sangat mencintai Johan.


Namun kesalahpahaman ini menjatuhkan mentalnya, meredupkan semangatnya yang sejak awal sudah di ambang batas.


Sebagai seorang wanita, ia ingin di kenang Sebagai wanita baik-baik Namun dalam satu hari iya berubah menjadi wanita penghianat di mata orang yang masih sangat di cintainya itu.


Jihan terus menggenggam erat kalung berinisial JJ di tangannya, sebagai kenangan terakhir dari Johan padanya, meski semua tidak berakhir manis.


Sudah satu minggu jihan terpuruk dalam kamar dengan bertemankan cahaya remang lampu tidurnya, Mela pun tak bertanya karena ia sudah faham dengan masalah yang sedang di alami keponakannya itu.


Sampai pada hari ini, Mela semakin kebingungan dan akhirnya mencoba Memanggil Kinan, sahabat dekat Jihan agar mau berbicara pada Jihan.


Kinan dan Mela sudah berada di depan pintu kamar jihan.


"Kinan, coba kamu yang menyemangati jihan ya,tante sudah sangat Mengkhawatirkannya" ucap mela.


"Iya Tante, aku coba Bicara dengan Jihan," ujar kinan.


"Kalau begitu kamu masuk sendiri saja ya,Tante tunggu di luar saja" ucap Mela.


Perlahan kinan membuka pintu kamar itu,ia cukup kaget saat melihat jihan meringkuk di sudut kamarnya.


Ia menghampiri Jihan, duduk bersimpuh di hadapan jihan " Jihan, hey kamu baik-baik saja," ucap Kinan khawatir.


Juhan mengangkat kepalanya,menatap sendu ke arah sahabatnya,ia tak menjelaskan,namun air matanya yang mengalir mampu menjelaskan jika dia sedang tidak baik-baik saja.


"Jihan, kamu kenapa, coba ceritakan semuanya padaku," ujar kinan sembari menyentuh pundak jihan.


Jihan kembali menatap Kinan dengan sendu. "Semuanya sudah berakhir Ki ... Aku dan kak jo sudah berakhir." Jihan menangis tersedu-sedu di pelukan sahabatnya,tak lama kinan melepaskan pelukannya dan kembali menatap jihan.


"Kenapa hubungan kalian berakhir, coba ceritakan semuanya padaku, kamu dan kak Jo baik-baik saja sebelum liburan semester ini," ujar kinan.


"Aku memutuskan hubungan kami karena aku tidak mau mengganggu kuliahnya, tapi aku juga tidak tahu bagaimana bisa kak jo mendapatkan foto ku dengan seorang laki-laki yang aku juga tidak tahu siapa,dan kak jo mengira aku memutuskan hubungan kami karena aku berselingkuh dengan lelaki itu," ujar jihan.


"Maksudnya kamu ada di dalam sebuah foto bersama dengan laki-laki lain yang tidak kamu kenal, bagaimana bisa jihan, apa kamu di jebak?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu, aku pergi ke danau untuk bertemu kak Vita, karena dia bilang ingin bicara serius dengan ku tapi saat aku berada di sana, seorang pria yang mempunyai suara persis dengan kak jo memelukku dari belakang, dan semua kejadian itu di potret oleh seseorang dan di berikan kepada kak jo," ujar jihan.


"Ini sih kamu di jebak sama kak vita, kamu memang terlalu polos jadi orang,Aku dari dulu pun sudah bisa melihat jika kak vita itu tidak suka dengan kamu, dan ini pasti rencananya untuk memisahkan kalian" ujar Kinan.


"Masa iya, tapi waktu itu dia memang pernah menemui ku dan meminta aku memutuskan kak jo dengan alasan agar kak jo mau pergi ke amerika," ucap jihan mengingat kejadian saat vita datang ke rumah untuk menemuinya.


"Ini sih sudah pasti, kamu harus bertemu kak vita untuk meminta penjelasan jihan, eh tidak .. kita akan menemuinya berdua, aku tidak akan membiarkan kamu menemuinya sendirian," ujar kinan yang sudah menahan Emosinya.


"Untuk apa kinan, hubungan ku dan kak jo juga sudah berakhir sekarang," ucap Jihan.


"Tentu saja untuk memperbaiki nama baik kamu, setidaknya jika memang berakhir,harus dengan baik-baik tanpa kesalahpahaman seperti sekarang, kak jo juga harus Tahu siapa sahabatnya itu," tegas kinan.


"Kamu benar juga,Tapi bagaimana caranya, Aku yakin kak Vita tidak mau menemui ku lagi sekarang," ucap jihan.


"Aku tahu salah satu klinik kecantikan milik orang tuanya,dan dia sering berada di sana, pokoknya kita kesana sekarang juga," ucap Kinan.


"sekarang! ... Ki aku masih sangat,"Jihan tak sempat menyelesaikan ucapannya karena kini kinan sudah menarik tangannya agar ia berdiri dari duduknya.


"Ayo ... ku bantu bersiap-siap," ucap kinan lalu melebarkan senyumnya kepada sahabatnya itu


Sekarang mereka sudah berada di depan salah satu klinik kecantikan terpopuler milik Ibu Vita yang memang berprofesi sebagai dokter kecantikan.


Jihan dan Kinan duduk di kursi taman yang ada di samping klinik, mereka sedang memantau situasi dan menunggu vita keluar dari dalam klinik itu.


"Kita tunggu di sini, setelah dia keluar,


langsung kita hampiri," ucap kinan.


"Kamu yakin kak vita ada di sini?" tanya Jihan.


"Aku sangat yakin, percaya sama aku," ucap kinan.


Setelah beberapa saat menunggu, Akhirnya Vita benar-benar keluar dari klinik itu.


"Itu dia," ucap kinan.

__ADS_1


Jihan dan kinan langsung Berlari menghapiri Vita yang sedang berjalan keluar menuju mobilnya.


"Kak Vita!" tegas Jihan.


Vita Berbalik melihat ke sumber suara,ia menyingkirkan senyum liciknya saat melihat Jihan berjalan menghampirinya.


"Ada apa kamu dan Teman mu kemari?" ucap vita ketus.


"Kak apa benar kakak yang memberikan foto-foto itu kepada kak jo?" tanya jihan.


"Foto, foto apa maksud kamu?" tanyanya.


"Eh kak jangan pura-pura tidak tahu ya, kakak kan yang menjebak jihan lalu memberikan foto-foto itu kepada kak Jo?" tanya kinan yang sejak tadi sudah menahan emosinya.


"Haha ... Kalau iya kenapa," ketus Vita.


"Kenapa?, apa aku pernah berbuat salah sama kak vita," ucap jihan tak percaya.


"Iya kamu salah, karena sudah merebut Johan dari ku, sekian lama aku menahan semuanya dan sekarang aku sudah muak, kamu itu tidak pantas bersanding dengan dia," ujar vita.


"Jadi selama ini kak vita suka dengan kak Jo?' tanya jihan lagi.


"Iya!" tegas vita.


"Sudahlah Jihan, lebih baik kita temui kak jo sekarang, dan memberitahukan semuanya," ucap Kinan.


"Ahaha, percuma saja, mungkin Johan sekarang sudah berada di Bandara, ia akan ke amerika dan lusa aku akan menyusulnya," ucap Vita lalu beranjak masuk kedalam mobilnya.


"Apa! ... tidak mungkin," ucap Jihan lirih.


Begitu banyak penyesalan yang kembali membayangi pikiran Jihan tentang sang kekasih yang nyatanya akan benar-benar pergi.


Dengan pikiran yang masih labil iya dituntut untuk terus memilih jalan mana yang harus ia ambil demi kebaikan satu sama lain.


Jihan berpikir keputusannya sudah tepat tetapi nyatanya membiarkan cinta pertama pergi dalam keadaan tidak baik-baik saja adalah sebuah penyesalan yang amat berat.

__ADS_1


Bersambung 💕


__ADS_2