
Hari-hari pun berlalu begitu cepat. Tak terasa, Rania sudah berusia satu tahun dan hari itu adalah pesta ulang tahunnya yang dirayakan begitu mewah dengan tema princess.
Rania yang kini sudah mulai lancar jalan ditambah Raffa yang hampir dua tahun sedang aktif-aktifnya membuat Alea terkadang kewalahan meskipun sudah ada assistant rumah tangga yang membantunya merawat kedua batita itu. Hingga terkadang dia tidak bisa membagi waktunya dengan Reka.
Reka yang kini sudah hampir berusia 9 tahun itu mulai mengenal emosi-emosi pada dirinya yang kadang sulit dikendalikan. Seperti sekarang ini, dia merasa cemburu dan kesal karena Mama dan Papanya sudah jarang memperhatikannya. Kevin dan Alea seolah fokus pada Raffa dan Rania. Mereka seperti itu karena Raffa dan Ranja memang masih membutuhkan perhatian khusus.
Ulang tahun yang meriah itu terasa hambar bagi Reka. Reka hanya duduk di sudut ruang sambil memainkan ponselnya. Tidak peduli lagi dengan suara tawa adik-adiknya itu.
"Rania tiup lilinnya." Alea menggendong Rania dan mendekatkan wajahnya pada kue ulang tahun dengan lilin yang berada di atasnya itu.
Rania berusaha meniup lilin itu tapi tak juga padam. Justru Raffa yang sedang digendong Kevin yang meniup lilin itu hingga padam dan sukses membuat Rania menangis.
"Cup! Cup! Sayang. Sini-sini Mama nyalain lagi." Alea kembali menyalakan lilin itu, setelah itu Rania kembali meniup dan dengan sedikit bantuan dari Alea akhirnya lilin itu padam.
Rania bertepuk tangan gembira saat telah berhasil memadamkan lilin itu.
Kemudian Alea memotong kue tart itu dan dia suapi Rania. Tapi Rania hanya memakan krim nya saja hingga sekitar mulutnya belepotan kena krim.
Alea dan Kevin tertawa, apalagi saat Raffa memakan krim itu hingga wajahnya juga dipenuhi dengan krim coklat.
"Astaga, dua anak ini."
Alea mengambil tisu basah lalu membersihkan bibir mereka.
"Reka mana?" tanya Kevin, karena sedari tadi dia tidak melihat keberadaan Reka.
"Gak tahu Mas. Niko dan Luna kan gak jadi ke sini soalnya Nina demam. Biar aku cari dulu, sebentar lagi kita foto keluarga." setelah menitipkan Rania pada Bi Sum, dia mencari Reka. Tubuh Reka yang semakin tinggi itu berhasil ditemukan Alea.
"Reka, ayo. Sebentar lagi kita foto keluarga." kata Alea sambil menarik lengan Reka.
Reka tak juga menatap Mamanya. Dia masih fokus dengan permainan di ponselnya.
"Reka, dengerin Mama kalau bicara!"
"Iya, Ma." jawab Reka sambil terus menatap layar ponselnya.
Alea semakin geram. Dia mengerti, pasti ada fase dimana seorang anak akan sering membantah orang tuanya. Tapi dia tidak ingin Reka sampai keterlaluan.
"Reka, sini hp nya. Kamu gak boleh main hp terus kalau gak nurut kata Mama!" bentak Alea.
__ADS_1
"Ini yang belikan Ayah, Mama gak boleh ambil!"
"Kalau Reka gak mau nurut sama Mama, ya udah kamu ikut saja sama Ayah."
Seketika Reka berdiri dan berlari masuk ke dalam kamarnya.
"Reka!" panggilan Alea sudah tidak Reka gubris.
Alea menghela napas panjang lalu dia kembali ke acara.
Melihat wajah cemberut Alea, Kevin mendekat. "Ada apa? Berantem sama Reka?"
"Reka sedari tadi aku panggil gak nurut, dia malah main hp terus. Semakin lama Reka main hp terus kerjaannya, udah gak pernah dengerin omongan aku. Gini nih, aku gak suka kalau masih SD udah dibelikan hp."
"Sssttt... Udah, biarkan Reka sendiri dulu. Ada masanya anak nakal dan gak nurut sama orang tua. Nanti seiring berjalannya waktu dia pasti juga akan mengerti kalau yang dilakukannya itu salah. Nanti kita kasih pengertian lagi." Terang Kevin yang jauh lebih santai dari pada Alea.
Alea menganggukkan kepalanya lalu dia menggendong Rania lagi. "Tapi aku gak mau Reka keterusan kayak gini."
"Ya nanti kita nasihati pelan-pelan."
Kevin dan Alea kembali mengikuti acara ulang tahun yang baru setengah jalan itu. Hati Alea yang tadinya keruh kini kembali terang melihat tingkah lucu Raffa dan Rania. Mereka bergembira bersama teman seumuran lainnga dengan berbagai permainan berhadiah dilakukan.
"Raffa, Rania! Ini kadonya banyak jangan berebut."
"Mau ni!" Raffa justru menarik mainan castle yang berhasil dia buka.
Hal itu spontan membuat Rania menangis.
"Nia, ini ada mainan lagi. Nia main yang lain aja ya."
Rania menggelengkan kepalanya, rupanya asupan gizi alami dari Alea lebih menarik daripada mainan.
"Ya udah, kita nen di kamar aja. Terus langsung mandi." Alea membawa Rania ke kamar dan mengasihinya.
Tapi si bayi yang baru saja berumur satu tahun itu justru tertidur.
"Tuh kan, belum mandi udah tidur."
Alea membiarkannya terlelap dalam mimpinya. Rania pasti capek hampir seharian itu dia berjalan tanpa henti dan tidak tidur siang seperti biasanya.
__ADS_1
Kevin yang baru saja selesai mengobrol dengan rekan kerjanya, kini masuk ke dalam kamar.
"Sayang, Reka dimana? Kok gak ada di kamarnya?" tanya Kevin, karena sebelum dia masuk ke kamarnya, dia memang mencari Reka terlebih dahulu berniat untuk mengajaknya bicara.
Alea yang akan tertidur itu kini membuka matanya dan menatap Kevin. "Gak ada gimana?"
"Ya gak ada di kamarnya." kata Kevin lagi memgulangi kalimatnya.
"Di kamar mandi?" tanya Alea.
"Gak ada juga." jawab Kevin lagi.
Seketika Alea turun dari ranjang. Dia berjalan cepat menuju kamar Reka. "Reka!" panggil Alea. Dia masuk ke dalam kamar dan mencarinya di kamar mandi tapi tidak ada. "Apa mungkin di taman belakang?"
Alea berjalan cepat menuju taman belakang tapi tidak ada. Dia cari di setiap ruang yang ada di rumahnya tapi juga tidak ada.
Alea kini terduduk lemas di sofa ruang tengah. Apa perkataannya tadi menyakit Reka? Hingga dia kabur dari rumah.
Kevin yang ikut mencari Reka, kini juga duduk di sebelah Alea. "Udah ku cari sampai jalan depan juga gak ada. Aku tanya ke tetangga juga gak ada yang lihat."
Alea kini mulai khawatir. Dia pun menangis telah menyesal mengatakan kalimat amarah pada Reka.
"Aku nyesel marah sama Reka tadi."
Kevin merengkuh tubuh Alea dan berusaha untuk menenangkannya. "Kita pikirkan masalah ini dengan kepala dingin."
"Jangan-jangan Reka ke rumah Niko." Alea segera mengambil ponselnya dan menghubungi Niko. Sampai beberapa kali panggilan Niko tak juga menjawab.
"Niko ayo angkat..." Alea tak menyerah lalu dia beralih menghubungi Luna. "Hallo, Luna apa Reka ada di sana?"
💞💞💞
.
.
Tinggal singkat-singkat waktu ya. Sebentar lagi kisah ini akan selesai.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen..