Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan
Ngidamnya Kevin


__ADS_3

"Sayang, kalau masih belum sehat betul hari ini jangan kerja dulu ya," kata Niko. Setelah tiga hari tidak masuk kerja, hari itu Luna dan Niko sudah mulai beraktifitas seperti biasanya lagi. Meski Niko masih tidak tega dengan Luna.


"Kamu kan juga ke kantor, luka kamu aja masih belum kering sepenuhnya gini," kata Alea sambil mengganti perban di lengan Niko pagi hari itu.


"Tapi udah gak sakit. Itu udah kering. Tinggal dikit aja sembuh."


Selesai membalut luka Niko, Luna beralih mengambil kemeja untuk Niko dan membantunya berpakaian. "Mas Niko ini terlalu menggampangkan sakit."


"Menggampangkan gimana sih sayang? Emang udah gak sakit."


Luna kini mengancing kemeja Niko. Satu sifat yang kini dia tahu, ketika sakit Niko cukup keras kepala untuk minum obat dan dia selalu bilang tidak apa-apa, hanya luka kecil. Padahal Luna tahu sendiri lukanya cukup dalam, belum lagi memar di sekujur tubuhnya.


"Dengar-dengar Alea hamil lagi," kata Niko tiba-tiba. Karena dia sempat melihat status Alea dan Kevin semalam.


Seketika Luna mendongak menatap Niko. "Bu Alea hamil lagi?" Ada gemuruh di dadanya yang tiba-tiba menyeruak. Bukannya dia iri tapi dia kini merasa kehilangan. Kehilangan dia yang belum sempat dia ketahui kehadirannya.


"Kok jadi sedih?" Niko menangkup pipi Luna.


Luna tak menjawab, dia justru memeluk Niko dengan erat.


"Maafin aku ya, kalau aku udah buat kamu sedih."


Luna menggelengkan kepalanya.


"Nanti kita pasti dapat gantinya." Niko mengusap lembut punggung Luna.


Luna mengangguk pelan lalu meregangkan pelukannya.


"Senyum dong." Niko mengusap pipi Luna agar dia tersenyum.


Luna menarik kedua ujung bibirnya hingga membentuk senyuman, meski sebenarnya itu terpaksa.


"Gitu dong, cantik." Satu kecupan mendarat tepat di bibir Luna. "Udah siang, berangkat yuk! Aku udah minta sopirnya Papa buat antar kita."


Niko berdiri lalu mengambil jas dan tas kecilnya. Begitu juga dengan Luna. Dia memeriksa kembali isi dalam tasnya lalu menggandeng tangan Niko keluar dari kamar.


"Loh, kirain kalian masih gak kerja," kata Bu Mayang yang melihat mereka berdua keluar dari kamar sudah berpakaian rapi.


"Kerja, Ma. Kita udah sehat." Mereka berdua langsung berpamitan pada Bu Mayang.


"Ya udah. Hati-hati ya kalian berdua." Bu Mayang mencium kedua pipi Luna sebelum dia beranjak pergi.

__ADS_1


"Iya, Ma."


Kemudian mereka berdua keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah ada sopir mereka di dalam mobil.


"Jalan, Pak. Ke kantor Kevin dulu ya."


"Iya, Tuan."


Mobil itu segera melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor Kevin.


"Sayang, nanti kalau kamu hamil lagi kamu resign ya dari kantor Kevin," kata Niko sambil memainkan telapak tangan Luna.


"Kenapa Mas? Kan aku masih bisa kerja."


"Ya, aku mau kamu nanti fokus dengan kesehatan kamu. Biar aku saja yang kerja. Istri CEO itu cukup duduk cantik di rumah."


Luna tertawa kecil. "Bosan kalau di rumah terus."


"Kalau bosan di rumah, ikut aku ke kantor. Pokoknya nanti kamu jangan kerja lagi di kantor Kevin. Oke?"


Luna menganggukkan kepalanya lalu bersandar di bahu Niko. Dia tidak membantah keinginan suaminya itu selama itu memang yang terbaik untuknya.


...***...


"Kev, ini minum air hangat dulu." Alea masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir air hangat untuk Kevin.


Perlahan Kevin duduk di tepi ranjang lalu meminum air hangat itu dengan dibantu Alea.


"Sayang ada mangga gak? Aku mau makan mangga." pinta Kevin.


Alea mengerutkan dahinya. "Mangga? Kev, ini masih pagi. Jangan makan mangga dulu. Makan nasi dulu."


"Aku maunya mangga."


Alea sedikit menggaruk tengkuk lehernya. Kevin ngidam sampai separah ini? Padahal seingat dia, dulu dia tidak sampai makan mangga pagi-pagi. "Iya, aku ambilkan ya." Alea berdiri dan keluar dari kamar.


Kevin mengusap wajahnya, dia seolah baru tersadar kalau Alea sedang hamil. "Astaga, kenapa aku nyuruh Alea. Harusnya aku yang manjain dia bukannya kebalik gini."


Beberapa saat kemudian Alea masuk ke dalam kamar dan sudah membawa sepiring mangga yang telah dikupas dan diiris.


"Nih, nanti kalau mau, biar dibelikan Bi Sum lagi."

__ADS_1


Kevin langsung memakan mangga itu. Seketika rasa mual diperutnya hilang. "Maaf ya, harusnya aku yang manjain kamu, bukan malah gini."


Alea tersenyum tulus sambil mengusap bahu Kevin. "Gak papa. Aku tahu gimana rasanya morning sickness, pasti gak enak kan."


"Nanti Bi Sum sekalian suruh beli buah buat rujak ya. Terus masak rendang juga. Aku lagi pengen itu hari ini." kata Kevin sambil mengunyah mangga yang masih masam itu.


Alea tertawa kecil. Lucu juga ketika seorang suami sedang mau ini itu. "Iya, beres. Kamu mau apa, tinggal bilang aja."


"Tapi kamu juga harus makan yang banyak. Makan makanan sehat. Banyak sayur juga. Untung aku yang ngidam, soalnya bayangin sayur aja perut aku mual lagi sekarang."


Alea semakin tertawa. Gemas juga rasanya dengan pakmil satu ini.


"Nanti aku juga mau cari baby sitter buat jagain Raffa sama satu ART lagi," kata Kevin.


"Soal itu terserah kamu aja. Aku gak nuntut kamu aku juga gak larang kamu."


Kevin meletakkan piring yang telah kosong lalu memeluk tubuh Alea. "Aku dari kecil kesepian, jadi aku ingin punya beberapa anak. Aku tahu, kamu nanti pasti kerepotan punya dua balita makanya aku kasih dukungan moril. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Kamu gak keberatan kan?"


Alea hanya tersenyum sambil mengusap rambut Kevin. "Ya gak lah. Aku juga bahagia, sama kayak kamu. Mau punya anak berapa sih? Lima?"


"Oke, aku jabani. Tinggal buat kan enak."


Lalu mereka berdua tertawa.


"Gak papa punya anak banyak asal masa depan mereka terjamin. Aku juga senang, apalagi kalau suatu saat nanti melihat mereka sukses dengan hidupnya, pasti kita sebagai orang tua merasa bangga." Alea masih mengusap rambut Kevin dengan pandangan mata menerawang jauh menatap masa depan.


"Iya, itu pasti. Aku sudah mulai menata masa depan anak-anak kita dari sekarang. Aku bekerja itu buat kamu dan anak-anak kita."


Alea meregangkan pelukannya lalu beralih menggoda Raffa yang sedari tadi belum terbangun. "Raffa, udah siang bangun yuk!"


Raffa hanya bergeliat gemas saat Alea mengusap pipi chubby itu.


"Ya udah, aku mandi dulu. Udah siang ternyata. Untungnya bos, gak ada yang marahi kalau telat." Kevin berdiri lalu dia berjalan menuju kamar mandi.


.


.


💞💞💞


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya.. 🤭


__ADS_2