
"Bagaimana keadaannya?" tanya Jhonatan pada Jack. Pria itu memberikan hormat dan selang beberapa saat Dokter pun keluar dari ruangan itu.
"Tuan, bisa ikut saya ke ruangan," ucap sang Dokter. Kali ini bukan Frank yang memeriksa Gladies, ia begitu enggan untuk memeriksa apa lagi di tambah kesibukan jadwal operasi.
"Nyonya mengalami stress, sehingga berdampak buruk bagi kesehatannya."
Dokter pun menjelaskan panjang dan lebar, Jhonatan hanya mengangguk, tapi telinganya tidak mendengarkan sang Dokter, pikirannya melayang entah kemana.
"Bagaimana tuan?" tanya Jack yang berdiri di ambang pintu.
"Aku tidak tahu," Jack menganga dengan lebar. Sejak tadi, kemana roh tuannya ini? Ah, ia pusing memikirkannya.
Jack pun menghampiri Jhonatan yang duduk, dia malah duduk dengan wajah lelahnya. "Sebaiknya tuan menemui nyonya Gladies, semua ini tidak akan terjadi kalau saja tuan tidak berbuat seperti ini."
"Apa aku salah mengharapkannya? aku ingin Bella dan anak-anak ku kembali Jack, aku tidak mau apa pun."
"Tuan, jangan seperti ini. Nyonya Gladies sangat mencintai tuan dan nyonya Bella ingin,"
"Hentikan Jack, aku tidak mau mendengarkan ocehan mu," ucap Jhonatan sambil menatap tajam.
Gladies menyandarkan tubuhnya di ambang pintu, bibir pucatnya bergetar dan ingin mengatakan kalau ia juga sakit menghadapinya. Bertahun-tahun dia setia, namun apa yang ia dapatkan? pengkhianatan.
__ADS_1
Mendengarkan suara Jhonatan, ia langsung ingin menemuinya, tapi sayang perkataannya terlalu menyakitinya.
Dia pun membuka pintu kaca itu dan menatap keduanya.
"Nyonya," sapa Jack. Ia merasa kasihan pada majikannya itu. Meskipun kadang ia mengatakan dalam hati kalau sang nyonya tidak waras, tapi ia tahu bahwa sang nyonya sangat mencintai sang tuan.
"Jho, aku sangat mencintai mu. Aku tidak tahu kemana cinta mu yang bertahun-tahun menemani ku. Aku sakit dan cemburu Jho, tapi aku tidak mau kehilangan mu. Aku menerima anak mu dan aku menerima Bella. Aku berjanji dan bersumpah tidak akan berbuat macam-macam asalkan kau tidak meninggalkan aku." Lirih Gladies dengan suara yang hampir tertahan. Jantungnya seakan berhenti ketika ia mengatakan akan menerima Bella.
"Aku mohon."
Jhonatan tercengang, namun tidak bisa mengubah hatinya. Ia hanya ingin Bella dan anak-anaknya tidak siapa pun lagi.
"Kau boleh mengabaikan ku, tapi jangan menceraikan ku. Aku mohon, aku akan menerima kedua putra mu. Aku akan berubah demi kamu Jho," ucap Gladies.
Ia tidak mau di tinggalkan Jhonatan, biarkan ia mencintainya kalau Jhonatan memang tidak mencintainya. Jiwanya, hatinya seluruhnya, hanya mencintai suaminya saja.
"Kalau aku berbuat macam-macam, kau bisa membunuh ku."
Jhonatan menelusuri kedua manik Gladies, ia tidak menemukan kebohongan apa pun. Ia tidak bisa memikirkan apa pun. Ia awalnya sangat ingin menceraikan Gladies dan memenuhi keinginan dan tanggung jawabnya pada Bella, tapi saat ini, perempuan ini tidak akan mau ia ceraikan, justru perempuan ini malah memohon padanya.
"Bagaimana kalau Bella tidak mau menerima mu?"
__ADS_1
Gladies menggigit bibir bawahnya. "Aku memohon pada Bella, pada Daddy dan pada kedua anak-anak mu," ucapnya sambil meremas pakaiannya. Selama ini ia tidak pernah memohon pada siapa pun, tapi kali ini ia merendahkan dirinya demi orang yang ia cintai.
"Aku mohon berikan aku kesempatan Jho,"
Drt
"Jho, kau di mana? cepat ke Mall Xxx, Velli dan Vello hilang," ucap tuan Alexander.
Jhonatan sangat panik, apa lagi mendengarkan Bella yang menangis memanggil nama Vello dan Velli.
"Ya Tuhan ... "
"Ada apa tuan?" tanya Jack.
"Vello dan Velli hilang, Jack aku kesana." Tanpa berpikir panjang Jhonatan meninggalkan Gladies yang mematung dan menatap punggung suaminya yang semakin jauh.
"Bawa aku Jack, aku ingin menemui mereka. Aku ingin tahu keadaan mereka."
"Tidak Nyonya, nyonya sedang sakit. Aku bisa di penggal oleh tuan."
"Dia tidak akan mengkhawatirkan aku Jack, justru dia mengkhawatirkan kedua anaknya," ucap Gladies dengan penuh penekanan. "Aku mohon Jack, aku mau kesana."
__ADS_1
#Hay👋 biasanya para pembaca sudah pasti menebak alurnya ya, sebenarnya ya kalau di pikir-pikir orang yang berbuat salah, tidak ada salahnya kalau di beri kesempatan dan ini berlaku untuk Gladies dan Jhonatan, entah bagaimana cerita ini akan berlayar?