
"Kenapa?" tanya Bella memecahkan keheningan. Dia duduk menatap lurus ke depan. Sangat enggan melihat ke wajah wanita di sampingnya. Apalagi mengingat dia yang telah menyakiti putrinya. "Kau ingin apa? Aku tidak ada waktu meladeni mu."
Ia memang tidak memiliki waktu untuk berbincang masalah Jhonatan Ia hanya ingin menemukan si kembar.
"Aku .. " Tenggorokannya seperti tercekik, ia meneguk ludahnya untuk membasahi tenggorokannya. "Aku minta maaf, aku minta maaf atas semua yang telah aku lakukan. Aku membuat mu menderita, akulah penyebab semua yang terjadi, aku membuat mu menderita. Bahkan aku tidak menerima anak mu dan berlaku kasar padanya."
Air mata Gladies sangat mengalir deras, ia menghapus air matanya dan menghirup oksigen sedalam-dalamnya. "Aku menerima mu dan menerima kedua anak mu, aku menerima mu menjadi madu ku, Bella."
Seketika Bella menoleh, ia menyunggingkan sebelah sudut bibirnya. Tidak suaminya dan istrinya, semuanya mempermainkan hidupnya, dia memiliki hati dan pikiran."
__ADS_1
"Kalau aku tidak mau, tidak mau menjadi madu mu?" tanya Bella tanpa mengkedipkan kedua matanya, menatap erat wanita di sampingnya, yang hanya di pisahkan oleh kursi yang berbeda.
Gladies langsung duduk di lantai dengan dua kaki yang di tekuk dan menunduk. "Aku mohon Bella, aku tidak ingin berpisah dengan Jhonatan, aku ingin memperbaiki semuanya. Aku tidak memiliki siapa pun, aku telah meninggalkan mantan suami ku dan anak ku. Aku sangat mencintai Jhonatan, kau boleh memiliki Jhonatan, aku berjanji tidak akan ikut campur. Kau boleh meminta di cintai Jhonatan, asalkan jangan meminta Jhonatan tidak menceraikan ku. Aku tidak bisa Bella, aku tidak bisa." Dia meremas dadanya yang terasa menyakitkan ini.
"Aku berjanji akan menyayangi anak mu, seperti anak mu sendiri. Aku bersumpah Bella."
"Aku akan menikah dengan Dominic, hari ini, aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan kalian, hanya saja kedua anak ku memiliki ikatan darah dengan Jhonatan dan aku tidak bisa memisahkan mereka," ucap Bella di iringan dua tetesan air mata."
Dominic yang menjadi pendengar setia, sekaligus menjadi penjaga Bella, jantungnya seakan ingin melompat mana kala ia mendengarkan perkataan Bella yang akan menikah dengannya. Ia pun beranjak dari dari tempat duduknya dan langsung membungkuk memeluk Bella dengan erat, tidak sia-sia perjuangannya selama beberapa tahun ini, akhirnya membuahkan hasil. Ia tidak peduli Bella mencintai Jhonatan, tapi ia percaya, seiringnya waktu ia bisa membuat Bella mencintainya.
__ADS_1
"Terimakasih karena sudah menerima ku Bella."
Dominic melepaskan pelukannya, lalu mengecup kening Bella.
"Tapi satu hal yang ingin aku katakan, terima Austin."
Tanpa Bella mengatakan apa pun, ia sudah menyesalinya dan ingin memperbaiki hubungan ibu dan anak, tapi tanpa ia duga, Bella menolak permohonannya, lalu bagaimana dengan Jhonatan, suaminya pasti sangat sedih. Ia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya Jhonatan.
"Tidak boleh, kau tidak boleh melakukannya."
__ADS_1