
Tok
Tok
Tok
Bibi Mira mengetuk entah ke berapa kalinya untuk membangunkan kedua majikannya yang tertidur pulas dan sudah melewati waktu sarapan. Saking pulasnya, mereka tidak tahu sinar matahari tak lagi membentuk bayangan, dedaunan di pun yang telah basah kini mulai mengering dan dedauanan yang berumur tua, kini terombang ambing jatuh ke tanah.
Tidak ada sahutan, Bibi Mira pun kembali menuruni anak tangga. Dia sedikit membungkuk dan kembali menegakkan wajahnya.
"Maaf tuan, saya sudah membangunkan Nyonya dan Tuan, tapi mereka,"
Tuan Alexander melambaikan tangannya sebagai tanda tidak perlu melanjutkannya lagi. Dia sudah paham bagi jiwa muda saat ini.
"Apa mereka akan secepatnya memiliki anak?" gumam tuan Alexander. Dia rasa tidak masalah menambah cucu lagi, apa lagi Vello dan Velli kini harus aktif belajar, jadi ia merasa kesepian.
"Bagaimana kalau aku mengajukan untuk merawat anak mereka di rumah ku?" gumamnya. Di umurnya yang sudah tua, ia merasa kesepian, kadang ia hanya duduk menyendiri sambil minum teh, ia ingin sekali di hari tuanya bersama cucunya.
Apa lagi tentang Jhonatan, putranya itu memang sering mengunjunginya, kadang bersama Gladies dan kedua putranya, tapi sayang ia merindukan Vello dan Velli.
"Kau buatkan aku Kopi Jahe," ucap tuan Alexander. Dia menyukai kopi jahe yang di buatkan oleh putrinya itu.
"Baik tuan,"
__ADS_1
Drt
"Jhonatan?" tuan Alexander mengangkat panggilan putranya itu. Kebetulan ia memang tidak memberitahukan perihal kepergiannya.
"Ada apa?" tanya tuan Alexander dengan wajah seriusnya yang terlihat datar.
"Rencananya nanti malam aku mau makan malam bersama Daddy, Gladies dan juga kedua putra ku."
"Huh, telat! aku sekarang berada di rumah Velli dan Vello, lihat huh, aku akan makan malam dengan kedua cucu ku,"
Tuan Alexander mendadak sombong, dia membanggakan dirinya yang bisa makan bersama dengan kedua cucunya, tapi nyatanya dia tidak tahu bahwa ada seorang pria yang tersenyum kecut.
Pria itu pun menghela nafas panjang. Rasanya masih sama, sangat tidak mengenakkan dan menyesakkan. "Ya Daddy beruntung."
Banyak rekan bisnisnya yang belum mengetahui siapa Velli dan Vello, kecuali musuhnya dulu yang sudah ia lenyapkan.
Mengingat tentang musuhnya, ia meringis saat Vello mengangkat senjatanya demi menyelamatkan nyawanya. Anak itu seperti Jhonatan kecil yang tidak takut pada apapun.
"Secepatnya, akhir bulan aku akan kesana bersama Gladies dan juga kedua putra ku."
Tuan Alexander pun melihat ke luar pintu kaca, di sana ia melihat Justin. Pernah ia menawarkan perjodohan untuk Justin, namun pria itu masih senang melajang dan ingin tetap setia sebagai Bodyguardnya.
"Baiklah, aku akan di sini sampai pesta Vello dan Velli."
__ADS_1
"Iya, aku titip mereka Dad," ucap Jhonatan lalu mematikan ponselnya. "Semakin aku melupakannya, semakin wajahnya tak bisa ku hindari."
Jhonatan pun kembali berkutat dengan beberapa Dokumen yang menumpuk. Setiap malam ia akan berkutat dengan leptopnya menghilangkan rasa yang selalu terpendam.
***
Bella dan tuan Alexander kini melihat Dominic yang tengah tertawa riang dengan kedua cucunya. Pria itu berlari sambil menggendong Velli di kedua bahunya dan Vello berlari mengejarnya. Tidak ada henti-hentinya tawa keduanya menghiasi halaman luas itu.
Tuan Alexander menaruh teh yang ia minum setengahnya saja ke tempatnya semula. Dia melirik wanita di sampingnya yang tersenyum melihat mereka.
Walaupun ia tidak bisa menjadikan Bella sebagai menantunya, setidaknya ia bisa menjaganya, demi menebus kesalahannya dulu.
"Kau bahagia? Daddy lihat, putri Daddy sangat bahagia?"
Bella menoleh dan mengangguk, "Aku bahagia Dad,"
" Aku berharap kau secepatnya memberikan aku cucu, biarkan aku yang merawat anak mu, biarkan aku yang menjaganya sama seperti Vello dan Velli, kedua cucu ku hanya mengunjungi ku di waktu liburan saja. Dominic juga tidak ada waktu," ucap tuan Alexander.
"Setelah dewasa aku ingin meminta mereka pada mu dan Dominic,"
"Daddy tidak perlu khawatir, aku mempercayakan mereka pada Daddy,"
"Secepatnya aku ingin menimang cucu lagi," ucapnya sambil tersenyum dan kembali menyeruput tehnya.
__ADS_1