Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#Apakah Tidak Merasakan Cemburu?


__ADS_3

Akhir pekan, waktu yang di tunggu-tunggu oleh Jhonatan, kini pria itu melakukan sebuah Vidio Call dengan kedua buah hatinya.. Jhonatan pun anteng melihat kedua anaknya bermain dengan aktif, Velli bermain boneka kadang dia berbicara dengan bonekanya dan Jhonatan yang sering menimpali perkataannya dengan suara anak kecil. Sedangkan Vello pria itu malah bermain game dengan santai.


"Kapan Daddy akan kesini? princess maura ingin bertemu dengan Daddy," ucap Velli sambil memperlihatkan boneka berbienya. Boneka yang Jhonatan belikan untuknya.


"Secepatnya sayang," ucap Jhonatan. Ia bukannya tak ingin menemui kedua putranya, rasanya masih tidak mengenakkan. Lebih baik ia menjauh dan hanya berbincang dengan keduanya.


"Dimana Kakek Alex?" tanya Jhonatan. Tidak biasanya sang ayah tidak bermain dengan kedua cucunya.


"Bersama Daddy Dom," jawab Velli. Kedua tangannya dengan cekatan merias boneka berbienya itu.


Jhonatan menoleh ke arah jam dinding, kini waktu telah menunjuk jam 1 malam, berarti di Inggris jam 7 pagi karena waktu lebih cepat di Inggris.


"Daddy tidak tidur?" tanya Velli.


Vello merasa tertarik, dia pun menoleh dan menghentikan permainannya. Bocah itu menghampiri adiknya dan menatap wajah Daddynya.


"Daddy harus menjaga kesehatan Daddy, jangan sampai Daddy tidak datang di waktu ulang tahun kami. Kurang dua minggu lagi acaranya Dad,"


"Daddy tidak lupa sayang, seminggu lagi Daddy akan kesana."


"Hem," Vello berderhem, tiba-tiba ia mengingat ibu tirinya itu. "Bagaimana keadaan Mommya Gla, kakak Austin dan Adik ku di sana Dad?"

__ADS_1


"Mereka baik, mereka juga tidak sabar ingin menemui mu."


"Nyonya!" teriak seseorang. Vello dan Velli langsung menoleh.


"Mommy!" teriak Vello dan Velli yang langsung bergegas meninggalkan Jhonatan.


Jantungnya seakan berhenti ketika seseorang meneriaki wanita yang ia sangat kenal. Ia pun sangat khawatir, apa lagi teriakannya terdengar seperti orang yang terkejut.


"Vello, Vello, Velli, kalian di mana sayang? apa yang terjadi pada Mommy kalian?" tanya Jhonatan. Dia pun tak bisa mengendalikan hatinya yang ketakutan akan terjadi sesuatu pada Bella.


Dia langsung menghubungi tuan Alexander. Namun sayang, panggilannya tidak di angkat sama sekali. Ia pun beberapa kali menghubungi sang Daddy dan jantungnya semakin berdetak tak karuan.


"Hallo Jack, besok atur keberangkatan ku Inggris," ucapnya langsung mematikan ponselnya. Dia pun bergegas membereskan semua pakaiannya. Melipat pakaiannya secara asal, ia harus melihat kondisi Bella. Ia tidak ingin terjadi sesuatu.


Keesokan harinya.


Jack berpakaian rapi, dia berpapasan dengan Gladies yang hendak menemui suaminya untuk sarapan pagi.


"Jack, ini akhir pekan kan?" tanya Gladies melihat Jack yang berpakaian rapi dan membawa koper.


"Tadi malam tuan menghubungi saya nyonya, dia mengatur keberangkatan untuk ke Inggris."

__ADS_1


Kening Gladies semakin berkerut, Jhonatan tidak mengatakan apa pun padanya. "Apa kau akan melakukan pekerjaan di Inggris?"


"Saya tidak tahu nyonya, tuan hanya memastikan keberangkatannya hari ini."


"Jack kau sudah datang?" tanya Jhonatan. Dia pun menyeret kopernya dan membuat Gladies kebingungan.


"Jho, kau menemui Vello dan Velli?" tanya Gladies.


"Aku harus pergi, kemarin aku menghubungi Vello dan Velli, aku mendengar teriakan. Aku takut terjadi sesuatu pada Bella."


Gladies memaksakan kedua bibirnya tertarik ke atas. Rasanya masih sama seperti dulu, rasa sesak yang terus menggoroti tubuhnya.


"Memangnya ada apa dengan nyonya Bella tuan?"


"Aku menghubungi Daddy, tapi Daddy sama sekali tidak mengangkatnya."


"Jho boleh aku ikut?" tanya Gladies.


Jhonatan sejenak menatap Gladies dan kemudian mengangguk. Sedangkan Jack menghela nafasnya. Sudah pasti kalau masalah nyonya Bella, tuannya itu pasti akan siaga mendatanginya. Pernah dulu nyonya Bella sakit dan sempat di rawat inap, bosnya itu langsung terbang ke Inggris, ia tidak tahu apa yang terjadi dengan hati sang bos. Apakah tidak merasa sakit dan cemburu? Padahal mantan istrinya terlihat bahagia dengan tuan Dominic. Namun sekarang ia tidak lagi menasehatinya, karena dia juga tahu kejadian yang dulu.


Jhonatan pun memilih duduk di sofa, dia kembali menghubungi sang Daddy, namun sama sekali tidak ada jawaban, semakin saja membuat hatinya berkelut.

__ADS_1


__ADS_2