Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#Salah Paham


__ADS_3

Bella menatap gundukan tanah di depannya, sebuah papan putih menuliskan sebuah nama yang ia cintai, yang bersamai selama satu tahun lebih, membina rumah tangga yang ia impikan. Memberikan dia sebuah harapan untuk merasakan arti rumah tangga.


"Kau tidak lagi merasakan kesakitan?" Tangan mengelus nama hatinya. "Apa aku egois? aku selalu meminta mu untuk berjuang, tapi aku mengabaikan rasa sakit mu. Kau lelah, pasti kau lelah."


Semakin teriris hatinya mengingat Dominic yang selalu menggodanya, setiap minggu pria itu akan memberikan bunga mawar untuknya. Kadang ia tidak tahu harus meletakkannya di mana. "Sekarang tidak ada lagi yang akan memberikan bunga itu, kau mengetahui apa yang aku sukai dan apa yang tidak aku sukai."


"Aku harus bagaimana saat baby Gio ingin bersama mu?" Ia mengusap air matanya dengan sebelah tangannya. "Dia pasti akan merindukan mu,"


Bella memeluk erat batu nisan itu, menumpahkan segala tangisannya, mencium dan mengusap namanya. "Kenapa? kenapa harus seperti ini? aku ingin kau, aku ingin melihat baby Gio tumbuh di dampingi oleh dirimu."


Jhonatan berjongkok, dia memegang bahu Bella. "Kita pulang,"


"Jangan menyentuh ku!" bentak Bella. Dia tidak ingin siapa pun. Dia hanya ingin bersama suaminya. "Kau puas! pasti kau senang kan? apa kau pikir setelah suami ku pergi, aku akan bersama mu?"


Entahlah, hatinya terasa pilu saat Dominic menyerahkan segala urusan baby Gio pada Jhonatan.


"Kau ingin balas dendam, karena suami ku merawat si Kembar? kau ingin agar Gio memanggil mu Daddy, bahkan kau bukan Daddynya, tidak ada darah mu dari tubuh baby Gio. Kau senang, semua urusan mu di sini telah selesai."


"Mommy, jangan bentak Daddy!" Velli menangis sambil menarik lengan Bella. Dia tidak tega dengan Daddy yang di marahi oleh Bella.

__ADS_1


Sedangkan Jhonatan, dia malah menunduk. Dalam hatinya dia tidak pernah berniat merebut Gio dari siapa pun termasuk Dominic. Dia tulus membantu Dominic, tanpa ingin menyebut dirinya kalau ia adalah Daddy angkatnya. Sama sekali ia tidak pernah ia pikirkan merebut hati Gio.


"Kau salah paham,"


"Tapi kau menurutinya Jhonatan? kau ingin merasakan seorang ayah, kau sudah memiliki si Kembar dan kedua putra mu, jadi jangan ambil Giordan dari Dominic."


Jhonatan tak mampu berkata, hanya ada air mata yang membelah pipinya. Semenjak tadi ia juga merasakan kehilangan, andai saja nyawanya bisa ia tukar, ia akan rela menukarnya.


"Mommy, Daddy Dom sudah tenang. Jadi jangan menyakitinya," ucap Vello. Dia memegangi tangan Jhonatan yang terasa dingin dan pria itu pun menoleh padanya dan tersenyum.


"Tidak apa sayang, Mommy hanya merasa kehilangan Daddy Dom."


"Karena dia memiliki niatan merebut baby Gio? bukankah begitu?"


"Maafkan aku, aku tidak berniat untuk merebut Gio dari siapa pun," ucap Jhonatan. Hatinya terasa hancur saat Bella menuduhnya.


"Kalau begitu pergilah, aku dan Gio tidak membutuhkan mu. Kami hanya butuh Dominic, bukan kau."


Jhonatan mengepalkan kedua tangannya, ia tidak bisa memarahi wanita di depannya. Hatinya akan semakin sakit kalau ia memarahinya, cukup dulu, ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

__ADS_1


"Mommy, Vello mohon jangan marahi Daddy. Saat Daddy Dom pergi, Daddy Jho juga menangis. Dia sama seperti kita merasa kehilangan."


Bella terdiam, wajahnya langsung melengos menatap batu nisan suaminya.


"Tolong jangan seperti ini, Mom. Aku dan Velli serta Gio membutuhkan Mommy," ucap Vello. Dia menangis dan mengusap air matanya.


"Sayang, Mommy masih butuh waktu. Ayo kita masuk ke dalam."


Tidak ingin memperkeruh suasana. Dia pun meminta anaknya untuk masuk, ia tahu mantan istrinya butuh waktu sendiri.


"Dominic,"


Bella menangis sejadi-jadinya, Jhonatan berbalik. Dia tidak tega melihat Bella yang menangis begitu menyakitkan. Ingin sekali dia memeluk istrinya itu dan menenangkannya, tapi sepertinya Bella salah paham padanya.


"Jangan menyerahkan Gio padanya,"


"Daddy, maafin Mommy."


Jhonatan berjongkok, dan mengelus pucuk kepala putranya. "Mommy lagi sakit sayang, kita lihat baby Gio."

__ADS_1


__ADS_2