
Seorang wanita tengah berselonjor, dia menyandarkan ke sebuah bantal di belakang punggungnya, menggunakan kaca mata dan sebuah buku cerita di tangannya, rambutnya yang bergerai hitam lebat, ia satukan dan menggulungnya, menaruhnya di sebelah dadanya.
Rasa lelah seharian ini, membuatnya sebelum memejamkan kedua matanya sejenak ingin bersantai. Tanpa ia sadari seorang pria bertelanjang dada dan menggunakan handuk menutupi pinggangnya. Dengan jahilnya, pria itu mengambil buku di tangan istrinya dan membaca.
"Istri Dominan?"
Bella membuka kedua matanya dengan lebar, selalu saja matanya tergoda dengan perut sexy suaminya itu. Dia pun membenarkan kaca matanya, meskipun kaca matanya sudah benar.
"Kau-kau, apa yang kau lakukan Dominic?" tanya Bella. "Berikan pada ku,"
Dominic tersenyum jahil, dia pun menutup buku itu lalu mendekati istrinya.
"Kau, cepat pakai baju mu, nanti kau masuk angin."
"Kalau aku masuk angin ada sayang ku yang akan menghangatkan aku," ucap Dominic.
Boom
Pipinya yang sejak tadi memerah dan tubuhya terasa panas. Kini suaminya malah menambah aura kepanasan itu ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Dominic,"
"Panggil aku sayang, maka aku akan mengembalikannya."
"Sayang," ucap Bella sambil tersenyum. Kalau ia tidak menuruti permintaan suaminya, pria itu tidak akan membiarkannya berlalu begitu saja.
Dominic memundurkan langkahnya, lalu bersendekap. Rasanya ia masih kurang menjahilinya.
Bella menuruni ranjangnya, lalu berdiri sambil mengangkat wajahnya. "Kembalikan,"
Dominic menatap lekat tubuh Bella, hasratnya selalu saja membuncah jika berdekatan dengan istrinya. Ia pun menjatuhkan buku di tangannya itu, langsung menangkap leher Bella dan mendekatkan bibirnya ke bibir Bella.
Ia pun mengecup setiap inci bibir sang istri, lidahnya bermain di area mulut sang istri. Bella memejamkan kedua matanya, Dominic semakin memperdalam ciumannya, menyesapi setiap inci mulutnya.
Dominic mendorong tubuh Bella secara lembut, membaringkan tubuh istrinya dan kembali mencium dengan has rat liarnya. Dia mengabsen setiap wajah istrinya, lalu turun ke lehernya dan terus menuruni kedua milik istrinya. Tak hanya itu, ia pun memperdalam ciuman dan cumbuan nya itu.
Bella mendesah, suara yang tertahan itu lolos begitu saja tanpa ada tes. Dia merasakan lidah suaminya menggoyangkan salah satu asetnya.
Emm
__ADS_1
Semakin saat, semakin rasanya panas, ia menikmati santapan liarnya itu. Ia meremas rambut Dominic, sambil memejamkan kedua matanya.
Pria itu pun menyudahinya dan menatap istrinya, Bella membuka kelopak indahnya. Dominic mencium kening Bella dengan dalam. Sedangkan kedua tangannya membuka kain berenda itu.
Tak hanya itu, setelah melepaskannya kini giliran handuk yang melilit di pinggangnya dan menjatuhkannya di lantai.
Dominic menarik kedua kakinya, satu dorongan dengan lembut membuat sesuatu di rahmin Bella merasakan sebuah benda yang kini menghujaminya.
Dominic menghentikan aksinya, dia kembali mencium Bella dengan lembut, sambil mendorong dan mencium segala arah di tubuh Bella.
Semakin lama, semakin Dominic mempercepat gerakannya, namun terasa lembut. Ia tak mau istrinya mengalami kesakitan seperti malam pertamanya.
Em
Bella meremas seprai itu, dadanya naik turun. Hawa panas itu menjadi keringat di tubuhnya, Ac yang mengeluarkan udara dingin, kini dalam sekejap mata tak lagi berfungsi.
Udara di ruangan itu semakin panas, suara mirip tepuk tangan itu semakin menggelagar. Nafas Dominic masih terasa berat, ia membaringkan kepalanya di kedua dada Bella, sambil memainkan asetnya kadang ia menciumnya, memaikannya dengan lidahnya.
Hah
__ADS_1
Dominic semakin mendorong miliknya, lalu menghentikannya, benda miliknya siap menyembur sesuatu yang kental.
Bella tersenyum, bukan hanya sekali dan dua kalinya, pergulatan itu selalu nikmat jika di lakukan dengan kelembutan. Dadanya pun masih naik turun. Rasa lelah dan nikmat itu bercampur menjadi satu.