Gundik Sang Mafia

Gundik Sang Mafia
#83 : Kau Memiliki Anak Kembar


__ADS_3

Sedangkan Jhonatan, semalaman pria itu terjaga, tak henti-hentinya dia memencet nomor sang Daddy, namun tidak terhubung sama sekali, ia ingin menanyakan keberadaan Bella , bagaimana dia bisa menemukan Bella? keadaannya? keadaan anak-anaknya. Jantungnya semakin berdetak lebih kencang. Rasa senang yang seperti apa? kemarin malam dia mendapatkan kabar dari sang Daddy, ia berharap ayahnya tidak berbohong, sampai sekarang ia berjaga untuk menanyakan lebih banyak tentang Bella.


"Bagaimana Jack? kau sudah menanyakan pada Daddy? apa panggilan mu terhubung dengan Theo?" tanya Jhonatan dengan bertanya tanpa jeda.


Jack menggeleng, semalaman dia juga berjaga menghubungi Theo berulang kali, tapi sepertinya tuan Alexander memang sengaja bekerja sama dengan Theo mematikan ponselnya. "Tidak Tuan," ucap Jack.


"Apa aku melakukan penerbangan saja?" tanya Jhonatan dengan putus asa.


"Jangan tuan, bagaimana kalau tuan Alexander datang kesini dan membawa nyonya Bella?"


Perkataan Jack menyadarkannya untuk bersabar, tapi ia tidak bisa bersabar lebih lama lagi.


"Sebaiknya Tuan mempersiapkan diri apa yang akan tuan katakan pada nyonya Bella," ucap Jack memberikan nasehat.


"Apa kau pikir Bella akan memaafkan aku?" tanya Jhonatan yang membuat dadanya seperti di hantam oleh ribuan anak panah. Dia mengusap rambutnya, air matanya kembali mengalir. "Aku takut menghadapinya Jack, tapi aku ingin melihatnya. Aku ingin menatap wajahnya, bagaimana dengan anak ku? apa dia akan mengakui ku? sangat sakit,"


Jhonatan menangis dalam derasnya air mata yang di iringi tusukan demi tusukan belati.


"Tuan harus berjuang, semuanya tidak ada yang instant tuan. Bagaimana dengan Nyonya Gladies? apa tuan akan mengatakannya?"


"Aku berjanji akan mengatakannya, aku akan menerimanya, inilah janji ku, Jack."


"Sebaiknya tuan beristirahat, besok tuan akan bertemu dengan Nyonya Bella."


###

__ADS_1


"Suka menyendiri?" tanya tuan Alexander. Dari arah balkon dia melihat Dominic yang tengah duduk sendiri di taman, ia pun berinsiatif menghampirinya, karena ia juga tidak bisa tidur, entah akan apa yang terjadi besok?


Semua kebohongannya selama ini akan terbongkar di hadapan putranya. Ia sudah siap menghadapi kemarahan putranya itu.


"Aku bimbang, bagaimana kalau Bella dan Jhonatan bersatu kembali? aku tidak rela," ucapnya dengan kedua mata yang mengembun. ia menghembuskan nafas kasarnya.


"Sejujurnya aku mendukung Bella dengan Jhonatan, siapa yang tidak mau menjadikan Bella menantu? dia menantu ideal. Tetapi, aku akan mendukung semua keputusan Bella, aku tidak akan melarangnya, justru aku akan mendukung semua keputusannya."


"Dan kau berhak mendapatkan Bella." Tuan Alexander pun tersenyum. Dia memegang bahu Dominic, lalu menggoyangkannya.


"sekalipun Jhonatan jujur, dia tidak mungkin meninggalkan Gladies, dia yang memaksa Gladies masuk ke dalam hidupnya, rasanya tidak adil kalau dia meninggalkan Gladies, coba kamu pikirkan, seandainya dia tidak memberikan celah pada Gladies untuk memasuki kehidupannya. Tidak akan terjadi yang namanya pernikahan. Semua kejadian ini adalah resiko yang harus Jhonatan terima, dia harus bisa membuat Gladies berubah, menerima putranya, Austin."


"Untuk itu, aku mau kau bertahan, demi Bella dan kedua anak mu."


Drt


Drt


"Jhonatan," ucap Tuan Alexander. Dia menatap Dominic, lalu mengangkat panggilan dari sang putra.


"Apa Daddy tidak bercanda kan? Daddy sudah menemukan Bella?" tanya Jhonatan tanpa menjeda ucapannya sedikit pun.


"Dengan satu syarat, kau harus mengakui Bella dan kedua anaknya di depan Gladies. Aku akan membawa Bella dan kedua anak mu." Tuan Jhonatan tidak akan membiarkan kedua cucunya tanpa ada pengakuan sedikit pun. Justru ia akan mengatakan bahwa cucunya adalah pewaris AE group.


Ia tidak akan membiarkan status kedua cucunya tanpa ayah. "Dan satu lagi, mereka akan menjadi pewaris ku, dan kau tidak berhak ikut campur. Masalah Bella, kau tidak boleh memaksanya kalau dia tidak mau dengan mu."

__ADS_1


Glek


Jhonatan memaksakan ludahnya masuk ke dalam tenggorokannya yang terasa kering., artinya Bella tidak menginginkan kebersamaannya kembali. "Boleh aku berjuang mendapatkan Bella? aku tidak ingin sia-sia, tapi kalau memang Bella menyerah. Aku berjanji tidak akan memaksanya, tapi ... " Jhonatan menghapus air matanya. Ia menahan isak tangisnya, dan tuan Alexander mendengarkan isakan tangisannya merasakan nyilu di hatinya. "Jangan pisahkan aku dengan kedua anak ku. Aku mohon Dad,"


"Tapi kau tidak boleh memaksa kalau kedua anak mu tidak mau dengan mu,"


"Iya, tapi aku akan berjuang, menyembuhkan luka yang kedua anak ku rasakan, jika aku tidak bisa menyembuhkan luka Bella, aku ingin menyembuhkan luka kedua anak ku,"


"Dan kau harus memastikan keselamatan anak mu, tidak semua ibu tiri menyukai anaknya, apa lagi kau yang berkhianat. Aku berharap kau bisa membuat Gladies berubah, menerima Austin,bohong kalau seorang anak tidak menginginkan kasih sayang ibu aslinya."


"Baik, aku akan menjaganya dan memastikan anak ku aman. Kapan Daddy akan membawa mereka?"


"Besok, di rumah mu."


Hening, mendadak tidak ada pembicaraan lagi. Kedua pria itu menyelami pikiran masing-masing. "Daddy ingin mengatakan, selamat kau menjadi seorang ayah, kau memiliki anak kembar. Anak pertama mu seorang laki-laki, Vello. Anak kedua mu, Velli, seorang perempuan."


Tuan Alexander mematikan ponselnya, lalu ia mengirimkan sebua foto. Bella yang tersenyum sambil menggendong salah satu anaknya dan satu foto lagi, dimana Bella dan kedua anaknya foto bertiga.


##


Terakhir besok pengumuman hadiah jam 6 pagi, entar author follow pemenangnya🙏


# Hayoo pendukung Bella dan Dominic angkat tangan😊


#Pendukung Bella dan Jhonatan angkat dua jari😊

__ADS_1


__ADS_2