
Dua hari telah berlalu.
Jhonatan bagaikan patung tanpa nyawa, untuk menghilangkan kegelisahan dan sakit hatinya, dia menghabiskan beberapa botol. Makan pun tak teratur, rambut acak-acakan. Sudah hari dia mengurung diri kamar Apartementnya. Harapannya menjadi seorang ayah kini sirna, tepat di malam kedua dia memimpikan Bella berada di sebuah padang rumput, Bella menggendong seorang anak perempuan, sedangkan anak laki-laki berada di samping kaki Bella, mengangkat wajahnya dan tersenyum menatap sang ibu.
Dia berteriak kencang, namun seakan tak mendengarkannya. Bella memutar tubuhnya, sambil menggendong seorang anak perempuan dan menggenggam seorang anak laki-laki.
Dia berlari ke arah Bella, namun semakin ia berlari semakin Bella menjauh. Tangannya tak sampai menyentuh pundaknya, Bella terus berjalan tanpa menghiraukan panggilannya.
"Apa aku memiliki anak kembar?" pikir Jhonatan. Dia tersenyum, membayangkan kalau dirinya menjadi seorang ayah. Setiap pulang kerja, dia akan di sambut oleh anak-anaknya.
"Aku ingin memilikinya,"
krek
"Tuan," sapa Jack. Dia memberikan hormat dan menatap punggungnya yang membelakanginya. "Apa tuan ingin berbicara dengan nyonya Gladies?" tanya Jack.
Sudah dua hari sang nyonya menghubunginya, lantaran sang bos yang mematikan ponselnya, dan ia harus mencari alasan lagi untuk membohongi sang nyonya.
"Aku akan pulang Jack, bagaimana? kau sudah mendapatkan informasinya?" tanya Jhonatan. Dia memutar tubuhnya dan melihat Jack yang terdiam.
Prang
__ADS_1
Sebuah botol di lempar tepat di depan kakinya, ia menunduk lekat dan beberapa detik kemudian, tiga botol terlempar kembali di depan kakinya.
"Kau tidak becus Jack, aku sudah memberi mu waktu dua hari, tapi kau tidak bisa menemukannya."
"Saya akan berusaha tuan,"
"Berusaha!"
prang
"Aku menunggunya Jack, tapi kau belum berhasil sedikit pun. Pergi! jangan pernah kembali sebelum kau menemukan Bella!"
"Tuan, ada baiknya kita meminta tuan Alexander," ucap Jack. Bukannya ia tidak mampu, tapi dengan bantuan tuan besar, ia yakin bisa menemukan Bella secepatnya. "Katakan saja padanya, kalau nyonya Bella hamil. Mungkin dengan begitu, ada rasa simpati dari tuan Alexander," imbuhnya.
"Saya sudah memeriksa semua kerabatnya nyonya Bella, tapi tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Sepertinya, hubungan keluarga nyonya Bella dengan kerabatnya tidak baik."
"Bahkan, saya mendengarkan sendiri kerabat suami nyonya Bella mencaci ibu nyonya Bella, dan ini informasi semua tentang nyonya Bella."
"Aku tidak butuh, aku akan menemui ayah ku. Hari ini aku akan masuk kantor dan besoknya lagi aku akan melakukan penerbangan."
Jack membuka map yang berada di tangannya, semua informasi tertera di dalam dokumen itu, dia pun menaruh dokumen itu ke atas meja. Anehnya, ia merasa aneh dengan sebuah foto ibu dari sang nyonya, ia merasa tak asing dengan wajah dan namanya, seperti pernah mendengarkannya.
__ADS_1
"Siapa? aku merasa pernah mendengarkannya," Jack pun tak ambil pusing, yang ia pikirkan saat ini adalah mencari Bella, sebelum ia di ledakkan kembali oleh kemarahan sang tuan.
Sesampainya di kantornya.
Jhonatan kembali meneriaki para karyawannya, semua pekerjaan para karyawannya, ia tidak menerimanya dan bahkan tidak segan-segan memecatnya.
"Apa ini? anak TK saja bisa membuatnya? apa kalian pikir perusaan ini lelucon."
Para karyawan menunduk, mereka menggigil ketakutan.
"Maafkan saya tuan,"
"Saya tidak menerima permintaan maaf, kau dan kau, ambil gaji kalian sekarang dan pergi dari perusahaan ku."
Jack menatap kedua karyawan laki-laki yang pergi dengan buru-buru, sedangkan para karyawan lainnya, tidak berani mengangkat wajahnya.
Tidak ada sepatah kata apa pun lagi dari Jhonatan, entah berapa karyawan yang dia pecat, padahal masih bisa di revisi dan di berikan kesempatan, inilah arogannya sang bos.
Jhonatan menyandarkan punggungnya, lalu menatap langit-langit berwarna putih itu. "Jack, apa Gladies menghubungi mu lagi? aku yakin dia khawatir pada ku, aku akan pulang siang ini," ucap Jhonatan. Tidak bisa di pungkiri, hatinya merasa bersalah pada Gladies, dua hari ia mengabaikan wanita itu.
"Nyonya Gladies menanyakan tuan,"
__ADS_1
###
Di tempat lain, lagi-lagi Dominic bereaksi. Dia membawakan beberapa hadiah untuk Bella dan merayu tuan Alexander untuk mempertemukan dirinya dengan Bella.