
Jhonatan membawa Bella ke taman. Keduanya duduk di kursi putih sambil memandang hamparan bunga yang sedang bermekaran. Bella bernostalgia, dia ingat kala dirinyalah yang merawat bunga yang sedang tumbuh itu, tidak pernah ia sangka kalau dirinya akan kembali menginjakkan kakinya di kediaman Jhonatan, bahkan bertemu degan istri pertamanya, ia akui, Gladies, istri pertama Jhonatan sangatlah cantik.
Tidak pernah ia terpikirkan, kalau ia akan di pertemukan secepat ini.
Sedangkan Jhonatan, ia tak berniat sedikit pun memulai ucapannya, ia masih betah memandang wajah yang bertahun-tahun ia rindukan, setiap malam menghantuinya.
"Anda tidak ingin berbicara?" tanya Bella dengan datar. Ia tahu, sejak tadi telah di perhatikan tapi ia begitu enggan untuk melihatnya.
Deg
Hati Jhonatan seperti di remas oleh duri, terus menusuknya. Bella yang berada di sampingnya, menjelma menjadi wanita asing yang tak mengenalnya.
"Maafkan aku," Tenggorokannya terasa tercekat, ia menahan tangisnya agar tidak pecah.
"Aku sudah memaafkan mu, aku datang kesini untuk membersihkan nama ku," ucap Bella dan membuat Jhonatan mengerti arah pembicaraannya.
Jantungnya seakan berdetak lebih cepat, seakan di setrum sampai ke akar-akarnya, ia merasa tubuhnya lemas dalam sekejap. ia menggigit bibir bawahnya dan berkata, " Aku, tidak bisakah kita .. "
"Aku tidak bisa, bagi ku kebebasan ku adalah kebahagiaan ku." Potong Bella dengan cepat, ia tidak ingin berlama-lama berada di samping Jhonatan. Dia pun hendak pergi, namun Jhonatan mencegahnya, lalu berdiri dan langsung merangkup wajahnya.
__ADS_1
"Aku mohon, berikan aku kesempatan, tolong jangan seperti ini. Aku ... aku, aku akan menceraikan Gladies."
Bella langsung mendorong tubuh Jhonatan dan tangannya berhasil melayang di pipinya.
Plak
"Kau pikir hati wanita seperti apa? seenaknya saja kau permainkan? kau yang merayu Gladies, menariknya dalam lingkaran hidup mu dan ka berhasil merusaknya, lalu kau sekarang mengatakan cinta dan ingin meninggalkannya. Aku tidak ingin, kedua anak ku penyebab kehancuran rumah tangga mu. Setelah semua kejadian ini, kau pikir aku menerima mu?"
"Apa aku boleh mengatakan kau gila, bermimpi, heh." Ejek Bella, lalu menyilangkan kedua tangannya. Ia menguatkan hatinya agar tidak menangis saat ini juga. Ia terus mengingat semua perlakuan buruk pria di depannya, sehingga ia lebih kuat menghadapi pria di hadapannya.
"Semua salah ku, apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan maaf dari mu?" Jhonatan menghapus air matanya, ia tidak peduli dengan sebelah pipinya yang panas dan Bella justru menatapnya dengan penuh kebenciannya.
Jhonatan menggenggam kedua tangan Bella. Tapi wanita itu malah menghempaskan tangan Jhonatan, sehingga membuat laki-laki itu menggenggamnya dengan erat. "Aku mohon, beri aku kesempatan."
"Aku sudah memberikan mu kesempatan, kau ingin aku memberikan apa lagi, Jhonatan."
"Kau pikir aku bahagia setelah melihat mu berpisah dengan Gladies, tidak! aku pernah berada di posisi itu, berpisah dengan pria yang kita cintai itu menyakitkan."
"Kau masih mencintai ku, kan? mari kita menua bersama, membesarkan anak-anak kita. Akan aku lakukan seperti apa yang kamu katakan, akan aku turuti sekali pun aku harus mengemis, aku mohon Bella."
__ADS_1
Bella memandang ke arah lain, baru kali ini ia melihat Jhonatan menangis tersedu-sedu.
"Aku ingin kau tetap bersama Gladies, buat dia menyukai putranya dan aku tidak menginginkan dirimu, lepaskan aku Jho, aku menyukai Dominic."
Seketika genggaman tangan itu terlepas, perkataan Bella bagaikan petir yang langsung menyambar hatinya, tepat menancap di sanu barinya. Dia tak bisa mengatakan apa pun, hanya air mata yang mengalir deras.
"Aku datang kesini meminta kebebasan ku dan aku akan bertunangan dengan Dominic, ucapkan kata itu,"
Jhonatan menggeleng, saat Bella hendak pergi, ia langsung memeluk tubuhnya dari belakang.
"Jangan lakukan ini, kau boleh menghukum ku, tapi jangan yang satu ini, aku tidak bisa melepaskan mu."
Bella melepaskan kedua tangan Jhonatan yang melingkar di perutnya. "Kau egois, kau hanya mementingkan keinginan mu sendiri. Aku ingin bahagia, aku ingin meraih kebahagian ku sendiri yaitu tanpa mu, aku tidak mencintai mu lagi, aku sudah melupakan mu dan aku mencintai Dominic, dia pria yang baik, kedua anak-anak ku bahagia dengannya."
Bella langsung berlari, lalu berhenti sejenak, menormalkan dadanya yang naik turun, dia menatap ke atas langit agar air matanya tidak tumpah.
"Argh!"
Bella memejamkan kedua matanya mendengarkan teriakan itu. Ia sudah memutuskan, ia tidak akan kembali dengan Jhonatan, ia tidak mau di duakan dan sudah cukup ia menyakiti Gladies, sudah cukup baginya di sakiti.
__ADS_1
Bella menoleh ke arah balkon, dia menatap seorang wanita yang tengah menatapnya dengan sengit.