
"Argh!"
Ningsih mengerang kesakitan saat pisau itu menggarisi pipinya. Dia ingin meronta, namun kedua bahunya di pegang kuat oleh seseorang.
klang
Dominic menjatuhkan pisau itu ke lantai dan tersenyum, dia mengibas-ngibas kemejanya. "Hanya hukuman kecil dan ringan, setelah ini, kalau kau berbicara kotor lagi tentang Bella, akan aku pastikan, kau tidak akan memiliki lidah."
Ningsih menangis tersedu-sedu, pipinya sangat sakit dan perih, kain hitam yang menutupi kedua matanya langsung basah.
"Siapa? kau siapa?"
"Rupanya kau masih memiliki tenggorokan untuk berteriak?" Jhonatan berkata dengan dingin dan menatap tajam.
Ningsih menggeleng dengan cepat, ia takut pria itu akan menyakitinya lagi. "Aku-aku, minta maaf, tolong jangan sakiti saya."
"Tahu diri,"
"Besok, aku harus ke Prancis dan sudah waktunya untuk istirahat."
Ningsih berteriak dan meronta, dia menangis merata nasibnya, entah dia hidup atau tidak? akankah dia akan seperti ini? tersiksa perlahan dan menyakitkan?
"Nyonya Gladies, tolong saya," lirih Ningsih.
###
"Nyonya, masuklah," ujar Jack. Dia mendekat dan menaruh sebuah selimut kecil.
Gladies tersenyum, "Terima kasih Jack, kau sangat menjaga ku, menjaga amanah Jhonatan."
"Sudah kewajiban saya Nyonya."
Gladies kembali menatap gedung pencakar langit yang di penuhi gerlap-gerlip lampu malam, di bawah sana banyak kendaran beroda empat dan beroda dua yang memenuhi jalan. Alangkah indahnya kalau saat ini dia di temani sang suami. Dia merindukan Jhonatan? dia merindukan harum wangi tubuhnya.
"Aku merindukannya, aku berharap Jhonatan secepatnya menyelesaikan pekerjaannya dan membawa ku pulang, kerinduan ini membunuh ku, Jack."
__ADS_1
Bagaimana tuan merindukan nyonya? kalau di hati tuan masih ada wanita lain?
"Jack, aku merasa ... " Gladies terdiam sejenak. Dia takut, kekhawatiran di hatinya ternyata benar. "Aku merasa dia berubah,"
Deg
Jack mengangkat wajahnya dan menyatukan kedua alisnya, matanya bak elang itu menatap sang nyonya.
"Ah, semoga saja hanya pemikiran ku saja. Jhonatan laki-laki yang baik, aku yakin dia sangat mencintai ku, dia setia pada ku."
Gladies terkekeh lucu, kemudian bernafas lega. "Waktu pertama kali aku bertemu dengannya, dia sangat lucu, dia mengejar aku sampai aku menolaknya beberapa kali,"
"Dan pada akhirnya aku luluh melihat perjuangannya."
Iya, Gladies adalah primadona kampus, sehingga Jhonatan memperebutkan Gladies dan para laki-laki yang mengincarnya.
"Aku sangat mencintainya,"
"Bagaimana nanti kalau misalkan tuan membuat kepercayaan nyonya hancur, maksudnya tuan bermain belakang," ucap Jack. Gladies terdiam dan Jack merasa tak nyaman.
"Walaupun aku tidak mempercayainya, jika suami ku bermain belakang, aku tidak tahu, apa aku bisa menerimanya atau tidak," tutur Gladies, ia sangat mempercayai suaminya, bagaimana laki-laki itu menerima semua kekurangannya. Masih ingat dengan jelas di pikirannya, tentang lamaran Jhonatan di saat wisuda dan di saksikan oleh ribuan orang.
"Ah, aku ingin seperti dulu."
Tidak ada perkataan dari Jack, dia menoleh dan melihat pria itu terpaku seakan memikirkan sesuatu.
"Jack, kau kenapa? kau sakit,"
"Ah tidak nyonya, aku hanya kepikiran tuan. Entah bagaimana pekerjaannya?"
"Aku tahu Jack, terima kasih karena setia pada suami ku."
###
"Kak kenapa tidak di habiskan?" tanya Angelina. Malam ini ia akan menginap di kediaman Jhonatan dan esok akan ikut pergi menemani sang kakak.
__ADS_1
Jhonatan menaruh garpu dan sendok itu ke atas piringnya, nasinya hanya tinggal separuh. Hati panas dan pikiran kacau, ia tidak bernafsu untuk makan. Apa lagi mual, ia merasa perutnya seperti di giling.
"Kakak hanya makan nasi putih, kalau seperti ini kakak bisa sakit, coba paksakan untuk makan sayur atau ikan."
"Aku ingin sayur bening," ucap Jhonatan yang tiba-tiba menginginkan sesuatu.
"Bibi Su!" teriak Jhonatan. Dan seorang wanita berlari menghadap sang tuan.
"Iya tuan,"
"Buatkan aku sayur bening, ah tapi pakai bayam. Jangan ada wortel, cukup bayam saja."
Angelina menatap penuh kebingungan sampau kepalanya ia miringkan menatap sang kakak yang membuatnya selalu penasaran, ada apa dengan sang kakak?
"Kak, sayur bening? sayur apa itu kak?"
"Kau tidak tahu, cukup makan saja, jangan campuri urusan ku."
Angelina mencebikkan bibirnya, dia melanjutkan santapannya itu. Jhonatan memainkan ponselnya, ia berharap ada sebuah panggilan masuk dari Bella atau Bella meminta pertolongannya.
"Ini tuan," ucap bibi Su. Dia menaruh sebaskom sayur bening yang hanya ada sayur bayamnya saja.
Jhonatan tersenyum, dia mengendus uap sayur bening itu dan menghirupnya dalam-dalam. "Ini sangat enak,"
Jhonatan mengambil sayur bening itu, lalu di taruh ke piringnya, dia pun menyuapi ke dalam mulutnya dan kedua matanya langsung membulat. "Ini enak sekali," ucap Jhonatan memakan dengan lahap.
Karena penasaran, Angelina menyendok sayur bening itu ke piringnya, lalu mencicipinya. Tidak ada rasa yang menggugah di lidahnya, biasa saja, justru di lidahnya tidak enak.
Angelina menoleh pada sang kakak yang sedang memakan sayur bening dan nasi putih saja dengan lahap. "Kak, kau seperti mengidam saja,"
Deg
###
Maaf ya guys, salah panggilan tadi. Seharusnya Angelina manggil kakak ya ke Jhonatan soalnya kan ayah Angelina sama Jhonatan saudara.
__ADS_1