
"Hallo," sapa Bella. Dia melihat putri kecilnya tengah membaringkan tubuhya di samping Dominic. Ia pun tak heran, putri kecilnya itu kadang tidur bersama Dominic.
"Mommy," riangnya. "Mommy, bagaikan kabar Mommy?" tanya Velli.
"Mommy baik, bagaimana kabar Velli?"
"Tentu saja baik, ada Daddy yang menjaga ku. Aku sangat senang, Daddy mengajak ku bermain, ke Mall beli boneka, beli baju Velli, semuanya, aku suka." Celotehnya, kedua tangannya membentuk lingkaran.
"Bell, kau tidak menanyakan kabar ku?" tanya Dominic. Dia menengok ke arah tablet itu, menyumbulkan kepalanya dan membuat Bella tersenyum lucu.
"Tanpa menanyakannya kau pasti baik-baik saja Dominic," ucap Bella sambil memutar bola matanya, ia merasa jengah dengan pria di samping putrinya itu.
"Kapan Mommy dan kakak kesini?"
Sejujurnya, ia juga merindukan tanah kelahirannya, ia ingin mengadu pada kedua orang tuanya, berziarah ke makamnya. Sudah lama ia tidak datang, ia sangat merindukan kedua orang tuanya itu.
"Kalau kau merindukan ibu dan ayah mu, datanglah. Jangan takut, kau harus menghadapinya." Sambar tuan Alexander. Dia menuju ke arah Bella yang sedang duduk sendiri di taman. Menikmati hembusan angin malam. "Kau pasti bosan di sini terus, Vello dan Velli harua sekolah."
"Kakek!" teriak Velli sambil melambaikan tangannya. Dia merindukan kakek Alexander sampai ingin membawanya.
"Hey Princess," sapa tuan Alexander.
__ADS_1
"Hey ayah mertua,"
Tuan Alexander berdecih, bisa-bisanya ia memiliki calon menantu yang amat narsis, narsisnya tidak tertolong, lebaynya selangit. "Aku tidak ingin melihat mu, merusak pemandangan saja. Jangan sampai tablet putri ku meledak gara-gara ada gambar wajah mu, Dom."
Dominic mengedipkan salah satu matanya, dia sangat senang menggoda tuan Alexander.
"Velli, kau betah bersama ikan Dom-dom itu,"
"Oh Daddy, Daddy baik, Velli suka," ujar Velli. "Oh iya Kek, tadi aku bertemu dengan om garang."
Dominic langsung mematung, ia tidak menyangka Velli akan membahas pertemuannya dengan Jhonatan.
"Ikan Dom-dom, bisa kau jelaskan?" tanya tuan Alexander. Hati Bella semakin tak tenang, ia takut yang di maksud om garang adalah mantan suaminya itu.
Velli pun memberikan tabletnya pada Dominic dan pria itu langsung menjauh dari ranjang putrinya, menuju ke arah balkon.
"Velli tadi bertemu dengannya?"
Nafas Bella terasa tercekat, jantungnya berdetak lebih kencang. "A-apa yang terjadi? apa Jhonatan?"
"Tidak, Jhonatan tidak tahu, dia hanya mendekat. Kau tenang saja, aku akan menjaga Velli dan tidak akan membiarkan pria itu mendekati Velli sedikit pun."
__ADS_1
Bella memegangi dadanya, setiap menyebut nama Jhonatan dadanya masih merasakan sesak, tapi ia harus menghadapinya. Benar yang di katakan sang Daddy, ia harus terlihat kuat. Sebagai seorang ibu, ia harus melindungi anaknya.
"Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin secepatnya dia melepaskan diriku, aku belum tenang," ucap Bella. Ia sudah menegaskan hatinya akan kuat, ia memikirkan perkataan sang Daddy tadi pagi, tidak selamanya ia harus terpuruk dalam masa lalu.
"Kau yakin?" tanya Dominic, ia tidak setuju mempertemukan Bella dengan Jhonatan. Ia takut, hatinya akan goyah dan kembali pada Jhonatan.
Sedangkan tuan Alexander dia tersenyum, ia yakin putrinya sudah kuat menghadapi Jhonatan.
"Bagaimana kalau hati mu goyah?" tanya Dominic begitu khawatir.
"Putri ku tidak akan goyah, karena aku percaya padanya," ucap tuan Alexander tersenyum. Dia akan mengikuti apa keinginan Bella dan selalu mendukungnya.
Dominic menggeleng, ia belum percaya pada Jhonatan. Pria itu pasti akan mengejar Bella dan kedua anaknya.
"Dia sudah memiliki istri, kenapa aku harus takut? selama bertahun-tahun aku hidup dalam ketakutan, kini aku tidak takut. Aku akan melawannya," ucap Bella meyakinkan Dominic.
Pria itu tampak gamblang, entah setuju atau tidak, yang jelas ia sangat tidak setuju. "Kalau kau ingin bertemu dengannya, aku akan menemani mu," ucap Dominic. Ia tidak rela Bella di sentuh oleh Jhonatan.
"Aku percaya pada mu ikan Dom-dom, besok aku akan mempersiapkan penerbangan Bella dan Vello."
"Lagi pula aku juga merindukan orang tua ku," ucap Bella dengan sendu.
__ADS_1
"Aku akan ikut dengan mu," ucap tuan Alexander.