
9 Bulan Kemudian.
Baby Gio semakin aktif, wajahnya yang menggemaskan membuat para pelayan kadang ingin mencubit pipi gembulnya. Mudah tertawa dan sekarang mudah tersenyum. Bahkan tertawa khas anak cadel.
Bella, sebagai seorang ibu, dia sampai kuwalahan menjaga Baby Gio, saking aktif dan manja, ibu muda itu kadang tidak bisa makan karena baby Gio yang tidak mau lepas darinya.
"Dy ... Dy .. "
Bella memperhatikan wajah buah hatinya, bocah gembul itu selalu mengatakan 'Dy', ia tidak tahu apa maksudnya.
Dan tangannya pun menunjuk ke arah pintu, dia seakan meronta meminta kesana. Ia pun pasrah, mau tidak mau akhirnya menuju ke arah pintu. Sejak tadi pagi dan beberapa hari terakhir, putra ketiganya selalu menyebut 'Dy'
"Ya, ya bentar sayang."
Dengan langkah lelah Bella menuruti permintaan putranya yang menuju ke arah pintu.
"Dy ... "
Bella memejamkan kedua matanya, ingin marah, namun bocah itu semakin hari semakin menggemaskan dan sangat mirip dengan wajah mendiang suaminya. Kini ia menyadari, ia harus kuat demi ketiga anak-anaknya dan demi cintanya pada Dominic, sampai kapan pun dia tidak akan melupakan pria itu.
__ADS_1
"Sayang, kau sebenarnya mau apa? di sini gak ada orang, yang ada cuman dua pak Farhan dan Pak Kimar, lho," ucap Bella menahan kesal.
Anak gembul di dalam gendongannya tidak ada henti-hentinya menyebut apa yang ia tidak pahami. Ia bingung, apa permintaan anaknya.
"Tuan muda, ayo gendong Bi Mira." Wanita setengah baya itu kembali menjulurkan kedua tangannya, namun bocah menggemaskan itu tidak mau dan malah berbelok ke dada Bella.
Bi Mira pun merasa kasihan pada sang nyonya yang menahan letihnya. "Bibi akan ajak tuan muda kesana," bujuk Bi Mira sambil menunjuk ke arah gerbang.
Lagi-lagi bocah itu tidak mau dan maunya bersama Bella kesana. Sebagai seorang ibu, Bella ingin memahami tapi ia menepis pemahamannya, ada dasar keyakinan di hatinya kalau anaknya merindukan Jhonatan. Sudah satu bulan Jhonatan tidak datang menjenguk baby Gio, kadang satu bulan dia menghabiskan 3 kali bolak balik ke dari Jakarta ke Inggris, sedangkan tuan Alexander, jangan tanyakan pria itu, kadang satu bulan dia dua kali menemui baby Gio.
Tuan Alexander sebagai seorang Daddy angkatnya sekaligus mantan mertuanya itu tidak pernah absen tidak mengunjungi putranya.
Ingin kecewa pada Jhonatan, namun ia tidak bisa. Siapa Jhonatan? Gladies juga butuh Jhonatan dan kedua putranya, bukan anaknya saja.
Bella menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia buat gatal saja dan menuruti putranya ke arah gerbang.
"Nyonya," sapa kedua satpam dan Bella mengangguk. Pak Khimar membuka gerbang itu dan Bella harus berdiri mondar mandir menenangkan putranya.
"Dy ... "
__ADS_1
Pak Khimar mendekat, dia menutup kedua matanya dengan kedua tangannya lalu tersenyum. "Cilut, Ba..."
Pria itu pun merasa kasihan, tidak biasanya majikan mudanya itu tidak tersenyum saat dirinya menyapanya, biasanya bocah gembul itu akan tersenyum pada siapa saja memamerkan gigi duanya yang tumbuh atas bawah. Pak Khimar pun bersyukur, dia di minta oleh tuan Alexander untuk bekerja pada putrinya dan bayarannya pun melebihi kebutuhan keluarganya di Jakarta.
"Emm, "
Bocah gembul itu seakan ingin menangis, bibir bawahnya sudah manyong dan hidungnya kembang kempis.
"Sayang, kamu maunya apa? Mommy tidak mengerti," ucap Bella dengan sabar dia menepuk bokong putranya.
"Apa tuan muda merindukan tuan Jhonatan?" tanya pak Khimar tiba-tiba.
Sontak membuat Bella mendekik tajam ke arahnya, antara tidak terima dan terima Bella bingung harus berbuat apa? dia tidak ingin putranya bergantung pada Jhonatan. Bagaimana dengan nasib Gladies dan kedua putranya itu? ia tidak ingin di katakan menjilat ludah kembali.
"Tidak mungkin, putra ku tidak merindukannya," ucap Bella. Dia belum ingin mengakui perkataan pak Khimar.
"Dy ... "
Untuk menenangkan putranya, dia harus mondar mandir entah sampau kapan.
__ADS_1
Bi Mira pun melihatnya merasa kasihan, ia tidak mau tuan mudanya itu menahan rindu dan demam. Dengan berani, dia kembali ke kamarnya menghubungi Jhonatan.
"Tuan, kenapa tidak di angkat?" bi Mira sangat risau, ia tidak mau kejadian seperti dulu di mana baby Gio demam gara-gara Jhonatan telat menemuinya.